׉?4ׁB!בCט v v
u׉׉	 7cassandra://GlQbNtxHiTMHaU7p5lvrHWHe8_awMpisqV8kMEkeJeo [`A׉	 7cassandra://7Y-nGeJHhpTFCfXpTBIKASezdwFlo6SI2BkoU5tbUMQ*L`̚ ׉	 7cassandra://09tA5MHRXtDSp9JzcYZddDZSLBpYBkXAap2BUjPVjAg o͠0U7ۦcט   v
u׈         ׈EU7ۦc׉ESSELASA 14 JULI 2015 Edisi No 378 12 HALAMAN Harga Rp 2.000
10 Temuan BPK: KPU tak Siap!
B
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Diragukan
Nasdem: Dua Skenario Partai yang Bermasalah
Konsultasikan ke Presiden Jokowi
adan Pemeriksa
Keuangan (BPK)
menemukan berbagai
kekurangan dan
memberikan sepuluh catatan
atas ketidaksiapan KPU dalam
penyelenggaraan pemilihan
kepala daerah serentak 2015.
BPK memaparkan 10 catatan
itu di hadapan pimpinan DPR,
Senin (13/7/2015).
Ketua BPK Harry Azhar
Aziz menandaskan, “Pemeriksaan
ini kami lakukan dari 8
Juni hingga 13 Juli kemarin.”
Hadir dalam pemaparan itu,
Ketua DPR Setya Novanto,
Wakil Ketua DPR Fadli Zon
   ta
BPK Achsanul Qosasi dan
Agung Firman Sampurna, serta
Sekjen BPK Hendar Ristriawan.
BPK
, kata Harry, telah
menerima permintaan dari
pimpinan DPR melalui surat
Ketua DPR Nomor PW/0706/
DPR/RI/V/2015 tertanggal 21
Mei untuk melakukan pemeriksaan
atas tahapan pilkada serentak.
Lingkup pemeriksaan itu
mencakup kesiapan penyediaan
anggaran, sumber daya manusia,
dan kesiapan lain pada
KPU. Pemeriksaan juga dilakukan
terhadap Badan Pengawas
Pemilu, KPU kabupaten/kota,
269 pemerintah daerah yang
akan menyelenggarakan pilkada
serentak, serta Kementerian
Dalam Negeri dan
Mahkamah Konstitusi.
Ia
mengatakan,
“Atas
dasar permintaan
itu,
kami kemudian
melakukan pemeriksaan
dengan tujuan
tertentu (PDTT).”
Anggota BPK Agung Firman
menyampaikan, kesepuluh
temuan BPK tersebut
Konsultasikan
ke Presiden
ATAS 10 TEMUAN dari
laporan BPK, Ketua DPR
Setya Novanto mengaku akan
mengusulkan rapat konsultasi
dengan Presiden Joko Widodo
dalam waktu dekat. Menurut
dia, temuan BPK ini sangat
serius untuk ditindaklanjuti.
“Setelah kita mendengarkan,
tentu saya mengusulkan
kepada pemerintah rapat
konsultasi dengan Presiden
dan pimpinan DPR, dan tentu
dengan unsur penyelenggara
pemilu. Saya akan buat surat,
karena ini sangat serius sekali
sehingga harus ditindaklanjuti,”
kata Novanto, usai pemaparan
hasil audit BPK di
Gedung DPR, Senayan,Jakarta,
Senin (13/7).
Hal.2
Polres Bangka
Terbaik
Hal.4
Penumpang
Melonjak
Hal.5
ISIS Menebar
Racun
Sementara itu, Ketua
Komisi II DPR, Rambe Kamarul
Zaman mengungkapkan,
kekecewaannya atas hasil
audit BPK. Menurutnya, lewat
temuan BPK ini menjadi sebuah
bukti bahwa Pemilu kada
serentak memang belum siap.
“Secara gamblang dan
terang telah dijelaskan kepada
kita khususnya 10 temuan
yang diaudit itu. Dari 10 ini
kami terus terang tidak ada
yang puas memang
“Bisa Meledak dan Bunuh-bunuhan”
KORAN BABEL - Mantan anggota
Komisi Pemilihan Umum (KPU), I
Gusti Putu Artha meminta agar KPU
berani tegas menentukan bahwa syarat
pendaftaran partai politik dalam pilkada
serentak harus berdasarkan kepengurusan
tunggal. Oleh karena itu, KPU harus
bersikap kubu mana yang sah menandatangani
formulir pendaftaran.
Putu di Jakarta kemarin mengatakan,
“Hari ini belum ada yang diakui
akan menjadi masalah, akan menjadi
ancaman pilkada serentak. Saya yakin
(dualisme kepengurusan) akan meledak
di pilkada nanti. Di daerah bisa saling
bunuh.”
Ia mengatakan, memang tugas
lembaga penyelenggara pemilu harus
Awasi PNS
yang Berpolitik Praktis!
KORAN BABEL — Yuddy
Chrisnandi,Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (Menpan–
RB) mengajak masyarakat untuk
proaktif melaporkan pegawai
negeri sipil (PNS) yang
terlibat dalam politik praktis
dengan mendukung calon
kepala daerah tertentu.
Hal tersebut, kata Yuddy,
“Tolong kami diberi
tahu agar kami bisa
membina dan kami
bisa mengingatkan,
serta memastikan bahwa
aparatur sipil negara
betul-betul netral.”
tertera jelas dalam Undang-Undang Nomor
5 Tahun 2014 yang melarang PNS mengikuti
kampanye, terlibat mendukung salah satu calon,
menjadi tim sukses calon, dan memenangkan
atau menggagalkan atau menghalangi calon tertentu.
Yuddy
di Kupang, Minggu (12/7-2015) meminta,
“Tolong kami diberi tahu agar kami bisa
membina dan kami bisa mengingatkan, serta
memastikan bahwa aparatur sipil negara betul-betul
netral. Siapa pun yang menang, mereka
tentu harus bekerja dengan baik, loyal terhadap
pemerintah, dan melaksanakan tugas pelayanan
publiknya dengan baik.”
PNS tidak boleh terpengaruh
dengan calon mana pun. Yuddy
mengatakan, tugas PNS adalah
kepamongprajaan, yakni mengabdi
dan melayani masayarakat
melalui tugas-tugasnya di pemerintahan.
Yuddy
memaparkan PNS
sebagai aparatur pemerintah di
dalam menghadapi proses pemilihan
kepala daerah harus netral
dan profesional. PNS tidak boleh berpihak kepada
calon mana pun, tidak boleh memanfaatkan
fasilitas kedinasan untuk kegiatan kampanye,
dan tidak boleh dimanfaatkan oleh siapa pun untuk
memenangkan calon mana pun. Namun, dia
mengakui, yang sulit adalah pengawasan.
Ia menambahkan, “Kalau aturannya sudah
jelas, yakni ada UU Aparatur Sipil Negara, UU
Otonomi Daerah, surat edaran MenPAN-RB
tahun 2004 dan 2009, Peraturan Menpan- RB,
lalu di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53
Tahun 2010, tentang disiplin dan kode etik PNS
itu sudah ada sanksinya. Namun, karena pilkada
serentak lebih dari 250 daerah sehingga
Lailatul Qadr
yang Dirindukan
SETIAP
RAMADHAN tiba, senantiasa
diperbincangkan tentang Lailatul Qadr. Malam
kemuliaan yang selalu dirindukan dan diburu
oleh setiap Muslim yang berpuasa di setiap tarikan
napasnya.
Namun, ketika mencari makna dan sosok
yang pasti tentang malam al-Qadr itu, termasuk
kapan ia hadir, semuanya menjadi ranah misteri:
Wallahu ‘alam. Insan beriman hanya berusaha
memahaminya di atas keyakinan yang utuh bahwa
malam yang disebutkan itu hadir adanya.
Allah pun melemparkan pertanyaan retoris
sebagai wujud ketakverbalan mengenai kehadiran
malam kemuliaan tersebut. Wama adraka
ma lailat al-qadr? Tahukah kamu apa Lailatur
Qadr itu?
Dalam Alquran, surah Al-Qadr: 1-5, Allah
hanya memberi isyarat makna, “Lailat al-Qadr
        
bulan. Di dalamnya turun malaikat dan ruh dengan
izin Tuhan mereka untuk mengatur segala
urusan.
Malam itu penuh keselamatan sampai terbit
fajar. Para mufasir banyak yang mengaitkan
malam Al-Qadr sebagai “malam diturunkannya
Alquran” itu dengan “malam penuh berkah” sebagaimana
terkandung dalam surah Ad-Dukhan
ayat 3-4.
“Sesungguhnya, Kami menurunkannya pada
suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya
Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam
itu ditetapkan segala urusan bijaksana.”
Sayyid Qutb dengan indah menggoreskan
tafsirnya mengenai malam al-Qadr itu.
bersikap tegas. Menurutnya bagian dari
tugas KPU mengambil risiko atas wewenang
yang diberikan negara padanya.
Putu memprediksi, “Saya yakin
pilkada bukan hanya retak-retak, saya
khawatir gelasnya bisa pecah. Sedangkan
kita yang di sekitarnya akan luka-luka.
Norma hukum salah yang digunakan
KPU di ayat 2 dan 3. Mana yang
di antara Partai Golkar yang sah hari ini,
harus ada sikap dari KPU.”
Seharusnya, kata Putu, KPU berani
tentukan bahwa Golkar kubu Agung
Laksono yang berhak menandatangani
formulir pendaftaran calon kepala daerah.
Ia
menegaskan, “Konteks legal formal
agung Laksono yang haPuasa
Penuh
Anak Nikita
Dapat Hadiah
PUASA RAMADHAN
adalah kewajiban bagi
seluruh umat muslim
yang sudah cukup dewasa,
sedangkan mereka
yang masih di bawah
umur dibolehkan untuk
tak melakukannya. Namun
Nikita Mirzani tetap
mengajarkan putri cantiknya,
Laura Meizani
Nasseru Asry yang berusia
8 tahun untuk
ikut puasa secara
penuh.
Niki
tampaknya
ingin
mengajarkan
anaknya
untuk
membiasakan
diri mengenal agama
lebih dalam sejak usia
   
COMIC 8 itu juga menjanjikan
sebuah hadiah
jika putri yang ia panggil
Loli itu sukses
Nikita Mirzani
׉	 7cassandra://7Y-nGeJHhpTFCfXpTBIKASezdwFlo6SI2BkoU5tbUMQ*L`̚ U7ۦcU7ۦc
,KORAN BABEL 14 Juli 2015Navigasi Negeri Laskar PelangiU\.A
3