×?4×B!×C× Ív ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://Umi0O6qb1QID1aop-YNoi5P_rnz2IuoPrqOawtXeHQwÎ í­Í`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://E0MFvm9WJpnrR52E5rYEgXDhwb7bmsOvd8SDuykppS8Í'PÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://3mzm_85m1yxkx1KTrA1xH9iI--R0btieIwxpWUk9nY4Î żĺÍ Í0Íń×Uśu&7ĚvÔÔp¨×   ÍvÍ
´u××         × ×Uśu&7ĚvÔÔp¨ Í
sÍKD9×Hąhttp://viva.co.id××Đ×E×Uśu&7ĚvÔÔp¨×EÚĺSELASA 28 JULI 2015 Edisi No 385 12 HALAMAN Harga Rp 2.000
Pemilu Kada 2015
Berkas Justiar-David Belum Lengkap
K
Jamro-Firmansyah Belum Daftar
Bateng: Perisai dan Pahala
Babar: Sukirman-Sapri dan Parhan-Markus
ORAN BABEL
-- Pasangan Justiar
Noer dan Riza
Herdavid merupakan
pasangan pertama
Bakal Calon Bupati Bangka
Selatan dan Calan
Wakil Bupati Bangka Selatan
2015 yang mendaftar
ke Sekretariat Komisi
Pemilihan Umum (KPU)
Bangka Selatan, Senin
(27/7).
Justiar Noer, mantan
Bupati Bangka Selatan
Periode 2005-2010 lalu
datang bersama David
ke Sekretariat KPU Basel
sekitar pukul 11.12 WIB.
Namun tak ada yang spesial seperti
arak-arakan atau konvoi saat
tiba di KPU. Kendati demikian
keduanya didampingi empat
partai politik besar, yakni Partai
Demokrat, PKS, Partai Golkar
dan PPP.
Justiar yang mengenakan
batik hijau kombinasi merah
dan pasangannya Riza Herdavid
mengenakan kemeja putih polos
langsung memasuki Sekretariat
KPU Bangka Selatan. JusKetua
DPD Partai Golkar Basel,
H Ansori Norman dan DPD
PPP Basel, Sapri berada di kursi
bagian belakang.
Usai menandatangani daftar
tiar dan pasangannya tersebut
duduk di kursi barisan paling
depan sebelah kanan, sedangkan
bagian kiri diisi Ketua DPC
Partai Demokrat Basel, Samson
Arismono dan Sekretaris DPW
PKS Basel, Samsir. Sedangkan
hadir, Komisoner KPU Basel
yang dipimpin Komisinoner
Bidang Teknis
Penyelenggara, Amri
mempersilahkan partai
pengusung untuk
mengantarkan berkas
syarat pencalonan bakal
pasangan calon dari
masing-masing partai
pengusung dan ternyata
partai pengusung pasangan
bakal calon Justiar
Noer dan Riza Herdavid
hanya Partai Demokrat dan
PKS.
Meski demikian dua parpol
tersebut sudah memenuhi syarat
untuk mencalonkan, lantaran
Partai Demokrat memilik tiga
kursi dan PKS sebanyak
Partai Golkar Pasrah
60 Daerah Kemungkinan Ditolak
KORAN BABEL -- Partai
Golkar menyudahi pembahasan
penjaringan calon kepala daerah
antar dua kubu. Tepat pukul
00.30 WIB, Senin (27/7) dini
hari, pembahasan oleh tim penjaringan
ditutup dengan menyisakan
60 daerah yang belum
tersisa.
Anggota tim penjaringan
pemilu kada Golkar, Lawrence
Siburian mengatakan, pengajuan
nama calon pada 60 daerah
tersisa diserahkan pada masing-masing
DPP. âMudah-mudahan
namanya sama, kalau tidak
sama ya tidak bisa diproses
lebih lanjut oleh KPU,â ungkap
Lawrence, Senin (27/7).
Menurut Lawrence, seluruh
daerah sebenarnya sudah melewati
penjaringan melalui dua
tahap. Namun, di 60 daerah
tersebut memang terdapat persoalan-persoalan
yang lebih
pelik. Bukan hanya nama yang
tidak sama antara Golkar hasil
munas Ancol dan munas Bali,
tapi juga soal pasangan calon.
Kalau soal perbedaan nama
calon dari Golkar, masih bisa
diselesaikan dengan hasil survei.
Di beberapa daerah, diakui
Lawrence, memang tidak dapat
menyelesaikan hasil laporan
surveinya seperti di Papua.
Hal itu tetap menyisakan
perbedaan antara dua kubu. Persoalan
lain, imbuh Ketua DPP
Bidang Hukum partai Golkar
hasil munas Ancol ini, adalah
menentukan pasangan
Rina Tarol- Djulaili
Hal.2
Pencurian Marak
Usai Lebaran
Hal.4
Pejabat âKerajinganâ
Dinas Luar
Hal.5
Obama Lambat
Kalahkan ISIS
Yang Penting Berkualitas
KORAN BABEL -- Badan
Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) menegaskan, pelaksanaan
pemilihan kepala daerah
(Pilkada) serentak yang akan
berlangsung beberapa bulan
lagi, tidak akan mempengaruhi
minat investor untuk berinvestasi
di Indonesia.
Deputi Bidang Pengendalian
Pelaksanaan Penanaman
Modal BKPM, Azhar Lubis,
mengatakan, investor meyakini
gelaran tersebut akan sukses
dilakukan.
Indonesia dianggap sudah
berpengalaman dalam menyelenggarakan
pemilihan umum
sebagai negara demokrasi.
âYang dipertanyakan adalah
kapan infrastruktur dibangun,â
kata Azhar Lubis di kantornya,
Senin (27/7).
Menurutnya, investor berharap
pemimpin daerah yang
terpilih adalah yang ramah pada
dunia usaha. âYang terpilih juga
harus yang berkualitas. Ini yang
diharapkan,â tambahnya.
Dia berharap, dengan terpilihnya
kepala daerah secara serentak,
pemerataan pembangunan
juga dapat terwujud. Sehingga
semakin banyak daerah-daerah
di Indonesia yang potensial untuk
berinvestasi. (viva.co.id)
Ahok Naik Pitam
di JakBook 2015
Harga Buku dan Tas Mahal
KORAN BABEL -- Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama atau Ahok melampiaskan amarahnya
saat hendak membuka acara Jakarta Book
and Education Fair (JakBook Fair) 2015 yang
diselenggarakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Ahok marah karena mengetahui tingginya harga
jual peralatan dan perlengkapan sekolah yang dipasarkan
di acara tahunan dari Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta itu.
Selain marah karena tingginya harga jual peralatan
dan perlengkapan sekolah di JakBook 2015,
Ahok juga geram ketika mendengar kabar adanya
beberapa guru yang âmemaksaâ orang tua murid
agar membelanjakan dana dalam Kartu Jakarta
Pintar (KJP) di ajang tersebut.
âAda oknum guru yang mengatakan, kalau
kalian tidak belanja di sini (JakBook 2015) tidak
dapat lagi KJP tahun depan. Sudah begitu, harga
jual di sini lebih mahal daripada harga jual di pasaran.
Buku tulis saja di sini Rp 42 ribu, di pasaran
Rp 37 ribu, Betul tidak?â ujar Ahok di kawasan
Parkir Timur Senayan, Senin (27/7).
âBetul pak!â teriak puluhan ibu yang berbelanja
di JakBook 2015 setelah mendengar pertanyaan
dari Ahok.
Ahok mengaku telah mendapat kabar tingginya
beberapa barang yang dijual di JakBook 2015
sebelum membuka acara itu pada sore tadi. Selain
harga buku tulis yang lebih mahal dibanding harga
pasaran, Ahok juga menemukan adanya perbedaan
harga jual tas yang sangat besar pada event tahunan
tersebut.
âAda lagi tas di Tanah Abang dijual Rp 75
ribu, di sini Rp 170 ribu. Mohon maaf,
Ellawijt âTemukanâ Bumi
Terima Penghargaan Edward L Ryerson Fellowship 2015
Terinspirasi
Laudya Cyntia Bella
Justiar - David
Erzaldi Rosman-Ibnu Saleh
Patrianusa-Habibullah
RATNA GALIH
MANUELA Wijayanti, mahasiswi asal Indonesia,
meraih penghargaan bergengsi, Edward L Ryerson
Fellowship 2015, dari The School of the Art Institute
of Chicago (SAIC) atau Sekolah Institut Seni
Chicago, Amerika Serikat. Mahasiswi Bachelor of
Fine Arts di bidang seni lukis dan menggambar itu
meraih penghargaan atas karya penelitiannya berupa
manuskrip dan artefak tentang bumi.
âMerasakan bagaimana bumi itu sebelum dijamah
manusia dan saya âmenemukanâ bumi ini.
Sebagai seniman, saya mencoba menghormati
perspektif mereka, yaitu para ilmuwan, pengamat,
îîîî îîîîîîîî îîî îżîîîîîîî îˇîîîîîî îîîîî îîîîîî
membuat karya itu, saya harus lebih dulu
ADA yang berbeda dari penampilan Ratna Galih. Jika biasanya Ratna
Galih memamerkan rambut pendeknya, akhir-akhir ini ia tampak
berpenampilan tertutup dari ujung kepala sampai kaki. Ratna Galih
tampak mengenakan hijab.
Hal itu tampak di akun Instagram Ratna Galih. Senin (27/7/2015),
artis cantik ini pertama kali mengunggah foto dirinya berhijab saat
sedang umroh bersama suami tercintanya. Sejak saat itu, Ratna Galih
pun terus mengunggah fotonya tampil lebih cantik dengan hijab.
Yang menarik saat Ratna Galih bertemu dengan Laudya Cynthia
Bella di Tanah Suci. Mereka tampak berpose bersama dengan
×	Ú 7cassandra://E0MFvm9WJpnrR52E5rYEgXDhwb7bmsOvd8SDuykppS8Í'PÍ`ĚÍ ×Uśu&7ĚvÔÔp¨×Uśu&7ĚvÔÔp¨ÍěÍ
´×C×   ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://OKqZqDJ86BGbQqLYz0YBXQTBGdnzFEqGc086B9rHOUgÎ hÍ`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://tPCYRO59a4AxfQT4nPxWDadSlXbyrmto8h6ViZOkTN8Í KÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://GIJZSNMwd0hlSpALXJVPgbPoaS9GE6S-dslTOK-yZ0QÎ wÍ¤Í Í0Íń×Uśu'7ĚvÔÔp¨× Ív ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://UgbitWFWOKB0ZDbnWrU79s6IvtOZZQ5neWOim9cva4IÎ ĎÍ`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://mZrIFxWFHbO-_O_uOPD8k9JdN8x-1kGNdq-vWS2OalUÍ,Í`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://DhQG9IpWhWPs4UK2vrNJw1eKS5QPsAWL5NmB_2zWAbYÎ [{Í Í0Íń×Uśu(7ĚvÔÔp¨× ×Uśu(7ĚvÔÔp¨$ Í	ŔÍ
%ÍĎ9×Hšhttp://www.koranbabel.com××Đ×EÚ"ę2 Hukum
SELASA 28 JULI 2015
Pencurian Marak Usai Lebaran
Sepekan Tiga Kasus Pencurian
KORAN BABEL -- Aksi
pencurian dengan pemberatan
(curat) usai Perayaan Idul Fitri
marak terjadi di Kota Pangkalpinang,
dalam tiga hari saja
tiga laporan diterima Polres
Pangkalpinang terkiat kasus
pencurian ini.
Pada Minggu (26/7) sekitar
07.30 WIB, Maulisa Avivais
(27) warga Kelurahan Pintu
Air, Pangkalpinang mendatangi
Mapolres Pangkalpinang,
ia mengadu telah kehilangan
barang berharganya yang diletakan
di dalam jok motor miliknya.
Menurut
Maulisa kejadian
itu baru ia ketahui saat hendak
kembali ke sepeda motornya
sekitar pukul 06.30 WIB, dimana
sebelumnya korban memarkirkan
sepeda motornya di
depan SMKN 1 Jalan Merdeka
Kelurahan, Batin Tikal Kecamatan
Tamansari, Pangkapinang
Maulisa
mengatakan telah
kehilangan satu unit hp
merek Samsung, satu unit hp
Blackberry dan dompet yang
berisikan SIM C, Kartu ATM
BNI, Kartu ATM BRI, surat
surat penting dan uang Rp 300
ribu
âWaktu kejadian korban
meninggalkan hp dan dompet
di dalam jok sepda motornya.
Ketika itu korban sedang
olahraga pagi,â kata Kabag
Ops Polres Pangkalpinang
Kompol Raspandi, seizin
Kapolres AKBP Heru Budi
Prasetyo.
Masih di hari Minggu
Hari Ini Sangkut Diadili Lagi
KORAN BABEL -- Pengadilan
Negeri Sungailiat kembali
mengelar persidangan atas
nama terdakwa, Herman alias
Sangkut (44) terkait kasus beberapa
kali menyetubuhi putri
kandung sendiri hingga hamil.
Sidang akan kembali digelar,
Selasa (28/7) (hari ini-red).
Terdakwa bakal disidang
lagi, untuk mendengarkan kesaksian
putri kandung yang dia
hamili beberapa waktu lalu, sebut
saja Bunga.
Kepala Kejaksaan Negeri
Sungailiat Supardi SH melalui
Kasi Intel (PPID) Kejari Sungailiat,
Andi Andri Utama SH
membenarkan agenda sidang
yang bakal digelar, Selasa
(28/7), berupa pemeriksaan
saksi korban.
âJPU (Jaksa Penuntut
Umum Kejari Sungailiat)
mengupayakan korban sebagai
saksi yang dihadirkan,â
ujar Kasi Intel (PPID) Kejari
Sungailiat, Andi Andri Utama
SH kepada wartawan, Senin
(27/7).
Selain korban, JPU juga dipastikan
Andi menghadirkan
ibu korban, yang merupakan
istri Herman alias Sangkut.
âDan orangtua korban dulu
sebagai saksi,â imbuh Andi.
Andi memastikan, korban
dan ibu korban bakal dimintai
keterangan terkait tuduhan
bahwa Herman alias Sangkut
yang telah menodai putri
kandungnya sendiri . Apakah
saksi hanya sebatas korban
dan ibunya. Andi menyebut,
tergantung proses sidang nanti.
âSementara ini mungkin
ditambah saudara korban,â
katanya.
Seperti yang diberitakan
sebelumnya disebutkan,
Selasa (14/7/2015) lalu,
Herman alias Sangkut (44),
resmi diadili di Pengadilan
Negeri (PN) Sungailiat. Sidang
perdana itu dilakukan
dalam agenda pembacaan
surat dakwaan oleh JPU Kejari
Sungailiat di hadapan
Majelis Hakim PN Sungailiat
dipimpin Ketua Majelis,
Erven Langgeng Kaseh. Dalam
surat dakwaannya, JPU
yakin, Herman alias Sangkut
beberapa kali menyetubuhi
putri kandung sendiri hingga
hamil.(ian)
Pantuhir Capol
Digelar Terbuka
KORAN BABEL -- Polda
Kepulauan Bangka Belitung
siap menggelar Penilaian
Panitia Penentu Akhir (Pantuhir)
dalam perekrutan anggota
Polri tahun anggaran
2015 di Gedung Tribrata,
Selasa (28/7). Selanjutnya
peserta yang lulus siap menjalani
pendidikan di Sekolah
Kepolisian Negara (SPN)
Lubuk Bunter dan Sekolah
Polisi Wanita (Sepolwan)
Ciputat.
Kapolda Bangka Belitung
Brigjen (Pol) Gatot
Subiyaktoro melalui Kepala
Biro Sumber Daya Manusia
(Karo-SDM) Polda Babel,
îŽîîîîî î˝îîîżîîî îˇîîîîî îîlam
pantuhir yang digelar
secara terbuka tersebut,
panitia seleksi sedianya akan
mengumumkan hasil secara
langsung di hadapan seluruh
peserta, orangtua dan pengawas
eksternal Polri.
âUntuk pantuhir kita
laksanakan pengumuman
hasil seleksinya pada Selasa
besok (hari ini--red) di Gedung
Tribrata. Sebelum diumumkan
panitia, tentunya
dilaksanakan paparan terkait
seluruh nilai hasil tes hingga
îîîîîî îîîîîżîîîîî îŻîîî îîîîsan
pembobotan yang telah
ditentukan Mabes Polri,
hasilnya perangkingan yang
menentukan kelulusan peserîîîî´
îîîîî îŽîîîîî î˝îîîżîîîî
Sebelumnya, berdasarkan
Surat Telegram (ST) Kapolri
Nomor ST/359/II/2015
yang diterbitkan pada Selasa
(17/2/2015) silam, Polri
secara resmi membuka
Pendaftaran dan Penerimaan
Anggota Polri Tahun Anggaran
2015. Tahapan jalur
penerimaan Brigadir, Tamtama
dan Akpol pun resmi dibuka
mulai Rabu (8/4/2015)
hingga Sabtu (25/4/2015)
lalu.
Adapun seleksi yang
dijalani pendaftar mulai
dari Pemeriksaan Registrasi
Administrasi (Regmin)
Awal, Rikkes tahap I, Test
Psikologi, Rikkes tahap II,
Pengujian Kesamaptaan
Jasmani, Regmin
Akhir,
Test Akademik hingga Sidang
Terbuka Pantuhir.
Perekrutan pun bebas
dari praktik Kolusi, Korupsi
dan Nepotisme (KKN)
dimana selaras dengan program
prioritas Mabes Polri
yang menekankan sistem
rekrutmen secara terbuka
yakni Bersih, Transparan,
Akuntabel dan Humanis
(BETAH).
Masyarakat diajak untuk
berpartisipasi mengawasi
setiap tahapan seleksi
perekrutan dan dipersilahkan
melapor ke Bid Propam
Polda Babel ataupun
melalui pengaduan on-line
website Div Propam Polri
di www.propam.polri.go.id
sehingga terwujudnya anggota
Polri yang berkualitas.
(jar)
DEKLARASI DAMAI -- Usai rakor Forum Pimpinan Daerah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Bangka, yakni Bupati
Bangka, Kapolres Bangka, Dandim 0413 Bangka, Kajari Sungailiat, Ka Depag Kab Bangka, Ketua MUI Kab Bangka, Ketua FKUB Kab Bangka,
Perwakilan Tokoh agama Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Budha dan Agama Khonghucu, menanda tangani, Deklarasi Damai
Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Bangka, Jumat (24/7) di Gedung Serba Guna Mapolres Bangka.(koranbabel/dian f)
Abdul Munâim: Babel Daerah Kondusif
Polda Babel Gelar Halal Bihalal
KORAN BABEL -- Polda
Kepulauan Bangka Belitung
(Babel) menggelar Halal Bihalal
antar Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda)
bersama sejumlah tokoh
agama dan tokoh masyarakat
dalam rangka menjalin toleransi
antar umat beragama demi
terpeliharanya Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)
di Gedung Tribrata,
Selasa (28/7) pagi.
Kapolda Bangka Belitung
Brigjen (Pol) Gatot Subiyaktoro
melalui Kabid Humas
Polda Babel, AKBP Abdul
Munâim mengatakan agenda
tersebut membuktikan bahwa
karakteristik masyarakat Babel
sangat menjunjung tinggi
toleransi umat beragama. Selain
yang tercermin dalam setiap
perayaan hari besar agama
dimana umat agama lainnya
turut berpartisipasi.
âBabel merupakan daerah
yang sangat kondusif antar umat
beragamanya, makanya kita
buktikan dengan mengadakan
agenda yang bersifat silaturahmi
dan mengundang pemuka
agama dan tokoh masyarakat.
Sekaligus menindaklanjuti
instruksi Mabes Polri untuk
melaksanakan komunikasi dengan
pimpinan umat beragama,â
ungkap AKBP Abdul Munâim.
Adapun susunan acara pada
Halal Bihalal tersebut diantaranya
Pembukaan dengan Pembacaan
Doâa, Sambutan Kapolda
Babel, Sambutan Gubernur Babel,
Sambutan Forum Komunikasi
Umat Beragama (FKUB),
mulai dari tokoh agama Islam,
Katolik, Protestan, Budha, Hindu
hingga Konghucu serta ditutp
dengan ramah tamah.
Sebelumnya agenda serupa
pula dilaksanakan oleh
masing-masing Polres dengan
melaksanakan koordinasi dan
silahturahmi bersama (FKUB)
setempat. Agenda ini sebenarnya
tak asing lagi lantaran
setiap tahun Polda Babel dan
jajaran rutin menggelar kegiatan
bersama antar umat beragama.(jar)
(26/7)
sekitar pukul 14.45
WIB, kejadian serupa juga
menimpa warga lainnya,
yakni Ratnawati (40) warga
Kelurahan Rejosari, Pangkalpinang.
Pihak
polres menerima
laporan korban sekitar pukul
15.00 WIB, pelaku mengambil
dompet milik korban yang
berada di box depan sepeda
motor yang dikendarai Ratna.
Ketika itu ia sedang melintas
di jalan belakang penjara lama,
karena sepi di jalan tersebut
pelaku melancarkan aksinya
dan berhasil.
Diakui korban dompet
tersebut berisikan uang Rp 670
ribu, KTP, Kartu BPJS, Kartu
Pegadaian, Kartu KB, surat
cincin emas, dan surat gelang
emas.
Lain dengan aksi curat yang
satu ini, korban sampai menderita
kerugian puluhan juta
rupiah, tepatnya Jumat (24/7)
sekitar pukul 11.00 WIB, Carlita
Floresia Kurniawan (46)
warga gang Cempaka Kelurahan
Genas Kecamatan Tamansari
ini mengadu ke SPKT
Polres Pangkalpinang, karena
Toko Sophie Martin miliknya
yang berada di Jalan Jenderal
Sudirman No 45 Kelurahan
Genas Kecamatan Taman Sari,
Pangkalpinang dibobol pencuri.
Diduga,
pelaku masuk ke
dalam toko dengan cara merusak
pintu lantai tiga toko
tersebut, kemudian pelaku
mengambil satu unit hp merek
Nokia X2 dan uang sebesar
Rp 9 juta.
âPada saat kejdian toko
dalam keadaan kosong ditinggalkan
korban berlibur selama
tujuh hari dan korban mengetahuinya
ketika akan membuka
toko pda hari Jumat tanggal 24
Juli 2015 pukul 11.00 WIB,â
terang Kompol Raspandi.
Kompol Raspandi
mengimbau agar masyarakat
selalu berhati-hati dan waspada
dalam setiap kondisi dan
jangan meninggalkan rumah
dalam keadaan kosong.(to)
×	Ú 7cassandra://tPCYRO59a4AxfQT4nPxWDadSlXbyrmto8h6ViZOkTN8Í KÍ`ĚÍ ×Uśu(7ĚvÔÔp¨×EÚPG VERNMENT 3
SELASA 28 JULI 2015
Perisai Bateng Janji Lebih
Sejahterakan Masyarakat
PASANGAN H Erzaldi SE MM dan Ir
Ibnu Saleh MM, Idaman Bangka
Tengah atau Perisai Bateng
resmi mendaftarkan diri
ke Sekretariat Komisi
Pemilihan Umum
(KPU) Bangka
Tengah, Senin
(27/7) sekitar
pukul 08.00
WIB.
Pasangan
ini diarak
dari Gedung
Serbaguna
Bangka Tengah
menuju ke Sekretariat
KPU Bangka Tengah dengan
menggunakan rudat.
Perisai Bateng
sendiri diusung dan
didukung oleh
enam partai,
yakni Partai
Demokrat,
si, Gerindra sebanyak dua kursi dan
masing-masing satu kursi dari Partai
Demokrat, Nasdem, PKS serta Hanura.
Erzaldi dalam sambutannya di Sekretariat
KPU Bateng mengatakan Perisai
Bateng berjanji akan lebih menyejahterakan
masyarakat Bateng.
âKita akan berusaha lebih mensejahterakan
masyarakat Bateng,â ujar
Erzaldi.
âMudah-mudahan
pelaksanaan
pencalonan menjadi
kepala daerah
kedua kalinya ini
berjalan lancar, sehingga
memenuhi
keinginan masyarakat
Bangka
Tengah,â
Partai Nasional
Demokrat, Partai
Gerindra, Partai
Hanura, Partai
Keadilan Sejahtera
(PKS) serta
Partai Persatuan
dan Pembangunan
(PPP). Dengan demikian
Perisai mendapatkan
dukungan sebanyak sembilan
kursi di DPRD Bateng,
yakni PPP sebanyak tiga kurSiswa
Baru Menangis
di Sekolah Baru
SDN 9 Pemali Tidak Lakukan Tes Kepada Siswa
KORAN BABEL -- Suasana
hiruk pikuk mewarnai
suasana di kelas 1 Sekolah
Dasar Negeri 09 Kecamatan
Pemali pada Senin (27/7)
pagi kemarin. Maklum saja
hari itu, bagi siswa/siswi
kelas 1 ini merupakan hari
pertama mereka masuk di
sekolah.
Dengan mengenakan seragam
putih merah yang masih
baru dan menggunakan
kalung yang terbuat dali tali
îîîżî îîî îîîîîîî îîîîîî îîîdus
yang bertuliskan nama
mereka masing-masing,
para siswa ini satu persatu
memasuki ruangan kelas.
Sementara itu di luar kelas
para orang tua mereka menemani
putra putrinya masuk
sekolah.
Terlihat sebagian pelajar
dengan cekatanya masuk
ruangan kelas dan duduk di
bangku yang memang sudah
ditetapkan sekolah, namun
tampak juga sejumlah siswa
yang takut bahkan menangis
ketika masuk ruangan kelas.
Seperti tahun-tahun pelajaran
sebelumnya SDN 09
ini menerima sebanyak 33
îîîîîîî îîîîîŞ îîîî îîîîîîî îîîî
16 pelajar putra dan 17 pelajar
putri. Jumlah ini merupakan
jumlah kursi (maksimal)
yang dapat diterima pihak
sekolah sesuai dengan lokal
(ruangan) kelas yang ada.
âSama seperti tahun
kemarin, kita menerima sebanyak
33 pelajar. Padahal
yang daftar kemarin ada
sebanyak 45 pelajar, namun
kita prioritaskan yang usianya
sudah 6 tahun atau yang
sudah mendekati,â ungkap
kepala sekolah SDN 09 Peîîîîî
îŞî°îîîîîî îŹîîîîîî îîîî
dijumpai wartawan Senin
(27/07) kemarin di ruang
kerjanya.
tikan
Mariana juga memasdalam
penerimaan
siswa/i baru ini, pihaknya
tidak melakukan ujian
psikotes dan hanya berîîîîîîîî
îîîîîîîîŞ îîîî îîwa/i
baru saat mendaftar,
âTidak kita tidak melakukan
tes apapun kepada pelajar
yang hendak masuk.
Namun kita akan melakukan
tes IQ jika memang
dirasakan perlu, ketika
kita melihat anak didik
yang lambat dalam menerima
pelajaran. Nah tes ini
diperlukan untuk mengetahui
kondisi anak didik
itu, dan jika memang kurang
IQnya maka akan kita
lakukan pendidikan inklusif.
Dan kita memiliki guru
inklusif,â jelas Mariana.
Ditambahkannya, di
hari pertama ini para siswa/i
yang baru masuk ini belum
diberikan materi secara
maksimal, melainkan pengenalan
saja, baik huruf dan
angka, âUntuk hari pertama
ini kan baru pengenalan.
Jadi para pelajar ini diajak
keliling sekolah unutk mengetahui
siapa kepala sekolah
dan gurunya serta ruang-ruang
yang ada seperti ruang
UKS dan WC sekolah,â
pungkasnya. (ian)
Erzaldi
memohon doa
restu agar pelaksanaan
pencalonannya
ini
berjalan lancar,
serta mendapatkan
banyak
dukungan dari
masyarakat Bangka
Tengah.
âMudah-mudahan
pelaksanaan
pencalonan
menjadi kepala
daerah kedua kalinya ini berjalan lancar,
sehingga memenuhi keinginan masyarakat
Bangka Tengah,â tutur Erzaldi.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses
Perisai Bangka Tengah Ruslan mengajak
masyarakat Bateng untuk mempercayai
Perisai Bateng dalam Pilkada tahun
2015.
âKita yakin, dengan banyaknya
dukungan dari parpol nantinya akan
menang dalam Pilkada Bateng tahun
2015,â tukas Ruslan kepada wartawan.
(adv/ron)
Kunjungi Website Kami
www.koranbabel.com
×	Ú 7cassandra://mZrIFxWFHbO-_O_uOPD8k9JdN8x-1kGNdq-vWS2OalUÍ,Í`ĚÍ ×Uśu(7ĚvÔÔp¨ ×Uśu(7ĚvÔÔp¨ÍëÍ
´×C×   ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://BZxblRZf8i5L3xSdwS0O7NY__7J6TEsxIJ8DMRrykZAÎ 	-Í`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://U7RWJs8k2POGnim6xZUOAcxZFi7fEDkTPGM_Q2_9-EEÍ Í`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://vpgyRo0vJA_aJGe6vk4gvHE2YZX3w6nubtF4d0yv0KcÎ 
{Í3XÍ Í0Íń×Uśu*7ĚvÔÔp¨%× Ív ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://2feimanhOELVGoyoLLJGI5W_sNT4IMrMjuDqQAGxGwwÎ 	q˘Í`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://Sa_z9ivtl20pj_7eus8BauPMp-iA0OUfVSaYrQK7qHMÍeÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://8n0FN-Uw6DBgMVVSZ0jPkuO5bJb8tRqxGA7wu1i2s0EÎ ŚÍ Í0Íń×Uśu67ĚvÔÔp¨&×EÚY4 G VERNMENT
SELASA 28 JULI 2015
Pejabat Pemprov
âKeranjinganâ Dinas Luar
DPRD Sebut Sekda Provinsi Blunder
KORAN BABEL -- îŞîłîîîîîîîîî
îśîîîîîîîîî î§îîîîî îîśîîîîî
îłîîîîîîîîî îłîîîîîîî îŽîîîîîîîî
îĽîîîîî îĽîîîîîîî îîĽîîîîî
îśîîîîîîîî îîîîîîî î§îîîî
îŻîîî îî§îŻî îîîîîîî îîîî îîîî
îîîîîîîîî îîîîîîî îîî îîîî
îîîîî îîîîîîîî îîîîîîîî îîîîîîî
î§îłîľî§ îłîîîîîîî îŽîîîîîîîî
îĽîîîî îŤîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîîîîîîîîî îîîîîîîîîîî
î¨îîîî îîîî îîîîîîîîî îîîî îîîîîî
îîîîî îîîîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîîîî îłîîîîîîî îŤîîîîî îîî îîîîîîîî
îłîîîîîîîîîîî´ îîîîîîî
îłîîîîîî îîîîî îîîîî î§îŻ îîîî
îîîîîîîîîî îîîîîîî îîîîîîîîîîîî
îîîî î§îŻ îîîîî îîîî îîîîîî
îłîźîîî îîîîî îîîî îîî îîîîîîî
îîî îîîîî î­îîî îîîîîîî îîî
îîîî îîîîî îîîî îîîîîî îîîîî
îîîî îî îîîî îîîî îîîîîî´ îîîî
îîîîîîî îîîîîî î°îîîîî îîîîîîîî
îîîîîî îîîîîîîîî îśîîîî îîîîîî
îîîîîîîî
îłîîîîîîîîî îśîîîî îîîî
âKalau katanya nombok,
bukan itu masalahnya.
Rp530.000 itu
uang rakyat, bukan dari
kantong pribadi. Hati-hati
berbicara, jangan
kecewakan hati rakyat
dengan menghabiskan
uang APBD.â
îîîîîî îŤîîîîîî îîîîî îîîîîîîî
îîîîîîîî îîîîîî îîîîîîî
îîżîîîîîî îîîîîîîî î¤îłîĽî§
îłîîîîîîîî îĽîîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîî îłîîîîîî
îîîî îîîîîîî îîîîîî îîîîî
îîî îśîîîî îîîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîîîî îłîśîîîî îîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîîî
îîîî îîîî îîîî îîîîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîîî´ îîîîîîîîî
î°îîîîîîî îîîîîîîîîî îîîîî
îîîîîîî îľî îîîîîîîî
îîîîîîî îŤîîîîîî îîîîî îîî
îîîîîîîî îîîî îîîî îîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîîîî îŽîîîîîî îîîîî
îľî îîîîîîî îîî îîîîî îîîîî
îîîî îîîîîîîî îîîîî îîîîîîî îîîî
îîîîîîî îłîŽîîîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîî îîî îîîîîîîîîîî
îľîîîîîîîî îîî îîîî îîîîîîî
îîîîî îîîî îîîîîîî îîîîîîîî
îŤîîîîîîîî îîîîîîîîîî îîîîîî
îîîîîîîîî îîîî îîîîîî îîîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîî î¤îłîĽî§îî´
îîîîîîîîî
îśîîîîîîîîîî
îśîîîî
îśîîîîîîîî îîîîîîîîîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîîî îŹîŹ
îî îîîîîîîîîî îłîîîîîî îŽîîîîîîîî
îĽîîîî îîîîî îîîîî îîîîîîî
îîî îîîîîîîîî îîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîî îîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîî
îłîśîîîîîîî îŽîîîîî î§îîîî
îîîîîîîî îîî îîîîîîî îîîîîî îî
îîîî îîîîîîî î¨îîîîî îŞîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîî îîîîîîîîîî îîîîîî
îîîîîîî îîî îîîî îîîîî
îîîî îîîîîî îîîîîîî îîî îîîîîîîî
îîîî îîîîîîîî îîîîîîîî
îśîîîîî îîîî îîîîîî îîîîîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîî îîî îîîîîîî
îîîî îîîîîîîîîîîîîî îîîî îŽîîîî
îîîîîî îîî îîîî îîîîîîîîîîî
îî îîîî îîîîî îîîîî îîîî
îîîî îîîîîîîî îîîî îîîîîî îîîî
îîîî îîîîîîîîî´ îîîî îśîîîîîîîî
îîîîîîîî îîîîî îîîîî
îˇîîîîîî îîîîîîî îîîî îîîîî
î§îŻ îîîîîîîîî îîîî îîîî
î­îîîîî îîîîîîî îśîîîî îîîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîî îîîîî
îîîîîîîî îîîîîîîî îîîîîî îîîî
îîîîî îĽîîîîî îîîîîîîî îîîîîîî
îîîî îîîîîî îîîî îîîîîîîîî
îîîî îîîîî îîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîîîîîîî îîîîî
îîîîîîîîîîî îîîîîîî îîîîîîîîîî
îłî¸îîî îîîîîî îîîî îľî îîî
îîîîî îîîîî îîîî îîîî îîîîî îîîî
îîîîî îîîîîî îîî îîîîîî îîîîîî
îîîî î°îîîîî îîîîîîîî îîîîîîîîîîîîî
î îîîîî îîîî îîîîîîîîîîî
îîîîîîîî îîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîîî îîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîî îîîîîî îłîîîîîîŞîî´ îîîîîîîîî
(jar)
îłîîîîîîîîî î§îîî î¤îîîîżîîî îŤîîî îłîîîîîî î°îîîî îśîîîîîî
KORAN BABEL -- îŤîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîîîîî îśîîîî
îîîîîî îîîî îîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîîîîî îśîîîîîî î§îîîî îîśî§î
îîîîî îîîî îîîîîżîîî îîîîîîîîîî
îîîî îîî îîîîîîîîîî îîîîîîîîîîî
î§î
îŽîîî îłîîîîîîîîîîîîî
îŽî˛îľî¤îą îĽî¤îĽî¨îŻ îîîîîîîîîî
îîî îîîîîîî îîîîî îśî§îą îî
îîîî îîîîîîîîî îî î­îîîî îąîîîîî
îąîî îî îŞîîîî îŹîŹî îŽîîîîî
îśîîîîîî îśî§îą îî îąîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîîîîîî îîîîî
îîîîîî îîîîî îîîî îî îîîîîîî
îîî îîîîîîîî îî îîîîîî îîîî
îîîîî îîî îśî§îą îî îîîîî îîîîîîîîîî
î îîîîî îîîî îîîîîîîîî
îîîîîî îîîîîî îîîîî îîîî îîîîîîîî
îî îîîîî îîîîîî îśî§îą
îî îîîîîîîî îîîîî îîîîî îîîîîîîî
îîî îîîîî îîîî îîîî îîîî
îî îîîîîîî îśî§îą îî îîîîîîî
îłîîîîîîîîîîîîî îîîîîîîî îîîîî
îîî îśî§îą îî îśîîîîîî îîîîîîîî
îîîîîîîîîîî îîîîîîîîî îîîî
îîîîîîîîî îî îîîîîîî îîîîîîîîî
îîî
îśîîîîî îîîîîî îśî§îą îî
îîîîîîîî î îîîîî îîîî îîîîî
îîîî îîîîîî îîîîîîîî îîîîî
îîîî îîîîî îîîî îîîîî îîîîîîîî
îîîîîî îî îîîîî î îîîîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîî îîîîî îîîîîîîîî
îîîîî îîî îîîîî îîîîî
îîîî îîîîîîîîî îîîîîîîîîîî
îłîľ îîîîîîîîîî îîîîîîî îłîŽîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîî îîî îîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîî îîî îîîî
îîîîîîîî îîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îî îîîîîî
îśîîîîîîîî îîîîî îîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîî îîîîîîîî îîîîî
îîîîîîîîîîîîî îîîîîî îîîîîî
îîîîîî îîî îîîîîîîîîî îîîîîîî´
îîîîîîîîî
î°îîîîîîî îîîîîî îîîîîîîîîîî
îîîîî îîîîîîîî îąîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîî îîîîî
îîî îîî îîî îîîîî îîîîîîîîîîîî
îîîîîî îîîîî îîîîî îîîîî îîîî
îîîîîîîî îîîîîîî îľîîîîîîîîî
îîî îîîîîîî
îîîîîî îîîîîîî
îîîîîîî
îľîîîîîîîîîî
îłîŤîî îîîîî
îîîîîî îîîîîîîîî
îîîîî îîîîî
îîîîî îîî îîîîî
îîîî îîîîîîîî
îîîîîîîîîî´
îîîîîîîîîî
îśîîîîîîîî
îîî îîîî îîîîî îîîîîîî îîîîî
îîîîîî´ îîîîî îŽîîîîî îśîîîîîî
îśî§îą îîî îśîîîîîîîî îîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîîîîîîî
îŽîîîîî îŽî˛îľî¤îą îĽî¤îĽî¨îŻî
îśî§îą îî îîîî
îîîîîîîîî îî
î­îîîî î¤îîîîî
îĽîîîîîîî
î°îîîî îŽîîîîîîîî îľîîîîîîî
îŽîîîîîîîî îłîîîîîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîîîîîî îîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîîîîî îłîŤîîî îîî îîîî
îîîîîîî îîîîî îîîîî îîîî îîîîî
îîîîî îîîîîîî îî î­îîîî îî î­îîî
îîîî îîîî îîîîîî îîîî îîîî îîîîî
îîîîîîîîîîîîîîîî îîîî˘î îśîîîîî
îîîîî îîîîî î îîîîîîî îîîîî
îîîîîî îîîîîîî îłîîî îîîî
îîîîî îîîîîî îîîî îîî îîîî îîîîî
îîîîî îîîîîîîîîîî îîîîîîî
îîîîî îîî îîîîî îîîîîîî¸îîîî
îîîîî îîîîî î îî îîîîî î îîîîî
âHari ini awal langkah
baru, ingat kita
mulai libur tanggal 22
Juni- 27 Juli 2015 jadi
berapa hari kita sudah
santai-santainya nya?.
Sudah1 bulan lebih 1
minggu, sudah banyak
sekali. Pada awal tahun
ajaran baru ini kita harus
lebih bersemangat
belajar kalau mau nilai
bagus.â
îśîîîîîîîî îîîîîîîîîî îîîîî
îîî îśî§îą îî îîîîîîîî îîîîîî
îîîîîî îîîîî îîîî îîîîîîîî îî
îîîîîî îłîśîîîîî îîîîîîîîîîîîîî
îîîîîî îîîî îîîî îîîîîîî
î îîîîîî îîîîî îîî îîîîîîî
îîîî îîîî îîî
îîîîîîîî îîîîî
îîîîîîîîî
îŽîîîî îîîîîîî
îîîîîîî
îîîîîîî îîîîî
îîîîî îîîî îî
îîîî îîîîîî
îîîîî îîîîî
îîîî îîîîîî
îîîîîî îîî
îîîî îîîîî
îîîîîîîîî îîî
îîîî îîîîîîîî
îîîî îîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîî
îľî îîîîîîîîî´ îîîîîîîîîî
î°îîîîîîî îîîîîî îîîîî
îîîî îîîîîîî îîîîîî îśî§îą îî
îîîîîîîî îîîî îîîîî îîîî îîîî
îîîîîîî îîîîî îîîî îîîîî îî
îîîîîî îîîîî îî îîî îîî îîîîîîî
îśîîîîîîîî îîîîîî îîîîî îîîî
îîîîîîîîî îîîîî îîîîîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îî îîîîîîî
îîîî îîîî îîîîî îîîî îîîîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîî îîîîî îîî
îîîî îîîîîîî îîîîîîîîîî îîîîîî
îîîîîî îłî°îîîîî îîîîî
îîîîîîîîîîî îîîîîîî îîîî îîîî
îîîî îîîîîî îîîîîî îîî îîîîîî
îîîîî îłîľî î¤îî îîîî îîîîî
îîîîîî îîîîîîîîîî îîîîîîî îîîî
îîîîîî îîîîîîî îîîîîî îîîîîîî
îîî îîî îîîî îîîî îîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîîî îîîîîî îîîîî îîîîîî
îîîîîî îîîîî îśîîîîî îîî îîîîîîîî
îîîîî îîî îîîî îîîîîîîîî
îŽîîîî îîîîîîîîî îîîîî îîîî
îîîîîîî îîîîîî îîîîîîîîîî îîîîî î
îŽî îîîî îîîîîî îîî îîîî îîîîîî
îîîîî îîîî î îŽîîî´ îîîîîîîî
îłîîî îîîîî îîîî îśî§îą îî
îîîîîî îîîîîî îî îîîîîîîîî îî
îîîîî îîîîîî îîîîî îîîîî îîî
îîîîîîîîî îśî§îą îîî îîîîîî îî îîîîîîîîî
îîî î§îîîîîî îîîî îîîîîîî
îîîîîîîîî îśîîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîîîî îîîîî îîîî
îîîîîîîîî îîîîîîîîî îîîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîîîîîîî îîî
îîîî îîîîî îîîîîîîî îîîîîîîîîî
îîîî îîîîîî îśî§îą îîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîîî îîîîîîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîîîîî îî îśî°îłîąî
îłîśîîîîîîî îîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîî îîîîî îîîîîîîîîî
îîîî îîîîî îîîî îîîîîî
îŽîîîîîîî îîîî îîî îîî
îîîî îîîîîî îîîîîî îîîî îîîî
îîîîîîîîîî îîîîî îîîîî îîî
îîîî îîîîî îîîîî î îîîî îîîîî
îîîîîîîîîîîîî îîîîîîî
îî îîîîî î˛îîîî îîî îîîîî
îîîîîîîî îî îîîîî îîîîî îîî
îîî îîîîî îî îîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîîîîî îîîî îîîîî
îîîîîîîîîî îśîîîî îîîî îîîîîîîîî
îîîîîîî îîîî îîî îîîîîîîîîî
îîîîîîîîîî îîî îîîîîîîîîî
îîîî îîîîîî îîîî îîîîî
îłîîîîî îîîîî îîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîî´ îîîîîîîîî (dhi)
îłîîîîîî îśîîîîîîî î¤îîî î¨îî îśîîîîî
îî îŽîîîîîîîîîîŽîîî
KORAN BABEL -- îłîîîîîîîîî
îłîîîîîîî îŽîîîîîîîî
îĽîîîîî îĽîîîîîîîî îśîîîî îîîîîî
îîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîîîîî
îłîîîîîîî îśîîîîîîî îśîîîîîî
îîśîîîîîî îîîîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îłîîîîîîîîî îîîî îîî îîîîîîîîîî
îîî îîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîîîî îîîîîîîî îîîîî
îĽîîîî îłîîîîîîîî îŽîîîîîîî
îîĽîłîŽî îîî îîî îîîî îîîîîîî
îîîîîî îîîî îîîîîîîî
îŞîîîîîîî îŽîîîîîîîî îĽîîîîî
îľîîîîî î¨îîîîîî îîîîîîîîîî
îîîîîîî îîîîîîîîî îîî îîîîîîîîîî
îîî îîîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîîî îîîîî îîîîîîîîî îîî
îîîîî îîîîîîîîîîîîîîîî îłî¤îîî
îîî îîîîîîîîîîî îîîîîîîî
îśîîîîîî îîîîî îîîî îîîîî îîîî
îîîî îîîîî îîîî îîî îîîîîîîî
îî îĽîîîîîî îîîîîîîîîîîîî îîî
îĽîîîîîîîî îîîîîî îîîîîîîîîîîîîîî
îîî îîîî îîîîîîîî îî
îîîîîîîî îîî îîîî îîîîîîî îîîî
îî îîîîîîîîîî îîîîîîîî îîîîîî
îîîî îîîîîîî îîîîîî îĽîŽîł îîî
îîîîîîî îîîîîîî îîîîîî îşîˇîłî
îîîîîîî îîîîîî îîîîîîîîîî
îîî îîîî îîîîî îîî îîî îîîî îîîîîîîîîîîî
îîîîîîî´îîîîîîîî
îłîîîîîîîîî îîîî îîîî îîîîîîîîî
îîîîîîî îîî îîîî îłîîîîîî
îĽîîîî îîîî îîîîîîîî
îśîîîî îîîîîîîîî îîîîîîîîîîîî
îî îîîîîîîîî îîî îîîîîîîî îîî
îîîî îîîî îîîîîî îîîîî îîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîî îîîî îîî îîîîîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîî îłîśîîîîî
îîî îîîîîî îżîîî îîîîî îîîîîî
îîîîîîîî îîîî îîî îîîî îîîî
îîîîî îîîîîîîîîîîî´ îîîîî
îľîîîîîî
îŽîîîîî î§îîîî îłîîîîîîîîî
îłîîîîîîîîîî îŽîîîîîîî
îîî î¤îîî î§îîîîî îî§îłîłîŽî¤î§î
îłîîîîî îŽîîîîîîîî îĽîîîîî
îźîîîîîî î¤îîîî îîîîîîîîîîîî
îîîî îîî îîîîî îîîî îîîîîîîî
îîîîîî îĽîîîî îîîîîîîîîî
îîîîîîîî îşîˇîłî îîîîîî
îîîîîîîîîî îîî îî îîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîî
îîîîî îłî¤îîî îîîî îîîîîîîîîî
îîîî îîîîîî îîîîîî îîîîîî
îîîîî îîîîîîîîîîîî îî î
îîîîîîîîîî îîîîîîîîîîî îîî
îîîî îîîîîîî îîî îîîîî îîîîî
îŽîîî îîîîî îîîîîî îîîî îîîîîîîîîîîî
îîî îîîîîîî îîîî
îîîîî îîîîîîî îîî îîîî îîîîîîîîîî
îîîîî îîîî îîîîîî
îşîˇîłîî´ îîîîî îźîîîîîîî (jar)
îŤîîî îłîîîîîî î°îîîî îśîîîîîî
î˛îîî îŹîîî îśîîîîîî
KORAN BABEL â îŤîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîîîîî îśîîîî
îîîîîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîîî îîîîîîîîîîîîîîî
îîîî îîîî îîîîî îîîî îîî
îîîî îîîîî îîî îîîîîî îˇîî îîî
îîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîîîî
îîîî îîîîî îîî îîîî îîîîîîîîîîîî
îîîîîîîî îîîîîîîîîîîîîî îî
îîîîîîîî îîîîîî îîî îîîî îîîî
îîîîîîîî îîîîîî îîî îîîîîîî
îľîîîîîîîîśî
îłî§îîîî îłîîîîîîîîîîî îîî
îîî îîîîî îîîî îîîîîîî îîîîîîîîîî
îîîî îîîîî îîî îîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîîîîî îîîîîîîîî
îîîîîî îîîîîîîî îîîî îîîî
îîîîîîîî îîîî îîî îîîîîîî îîîîîîîîîîîîîîî
îîîîîîîîîî´ îîîî
îŽîîîîî î§îîîî îłîîîîîîîîî îîîî
îłîîîîîîîîîîîîî î¨îîîîî îˇîîîîî
îîîî îîîîîîîî îîîîîîîî îîîî
îîîîîîî îîîîîîî îî îîîîîîîî
îîîîîîî îî îłîîîîîîîîîîîîî
îśîîîî îîîîîî îîîîîîîî
î˛îîîî îîîî îîîîîî îîîî îîîîî
îîîîî îîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîî îîîîî îîîîîîî
îîîîîîî îîîîî îîîî îîîî îîîîî
îîîîî îîîîîî îîîîîîî îîîîîî
îîîîîîîî îîîîîîîî îîîîî
îîîîîîîîîîîîî îîîîîî îîîî
îîîîî îîîîîîîîî îîîî îîîî
îîîî îîîîîîîî îîîî îîîîî
îłîśîîîîîî îîîîî îîîîî îîîîîîî
îîî îîîîî îîî îîîîîî îîîîîî
îîîîîîîî îîîîîîîîîîî îîîîîîîî´
îîîîîîîî
îŽîîîîîîî îîîî îîîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîîîîîîîîîîîîîîî
îîîîîîîî îîîîîîîî îîî
îîîîîîîîîîîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîî îîîîîî îîî îîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîîî îŹîîîîîîîîî
îłî¤îîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîîîî îîîîî îîîîîîîîîî
îîîîîî îîî îîîîîîîîîîî îîîî
îŹîîîîîîîî îľîîîî îîîî îîîîîî
îîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîîîîî
îîîî îîîî îîîîîîîî´ îîîîîîîî
îŽîîîîîîîîî î¨îîîîî îˇîîîî
îîîîîîî îîîîîîîîî îî îîîîîîî
îśî°îŽ îî îśî°î¤ îî îśî°îŽ îłîŞîľîŹî
îśî°îł îî îśî°îł îłîŞîľîŹî îśî°îł îî
îśî§ îîî îśî§ îî îîî îśî§ îîî îîîîîîîîî
îîîîîîîî îîîîîîî î°îîî
î˛îîîîîîîî îśîîîî îî°î˛îśî îîîîîîîî
îîîîîîî îîîîîîîîî îłî§îîîîî
î°î˛îś îîî îîîî îîîîî îîîîîî
îîî îîîîîîîîîî î°î˛îś îîîîîîîîî
îîîî îîîî îîîîîîîî îîîîîîîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîîî îîîîî
îî îîîîîîîî´ îîîîîîîîî
î§îî îîîîîîî îîîîîîîîîîî
îłî­îîî îîîîîîî îîîîîî îîîî
îîîî îîîîîî îîîîîîîî îîîî îîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîîîłîîîîîî îîîî îźîîî
îîîîîîî îîîîîîîîî îîîî îîîîîîîîîî
îîîîîîîîî îîî îîîîîîî
îîîîî îîîîî îîîî îîîîî îîî
îîîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîî´
îîîîîîîîîî
îśîîîîîîîî îîîî îśîîîîîîîîî
îŽîîîîî îŹ î§îłîľî§ îŽîîî îłîîîîîîîîîîîîî
î°îî§î î¤îîî îŞîîîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîî
îîîîîîî î°î˛îś îîî îîîîî îîîîîîî
îîîîîîîîî îîîîî îîîîîî
îîîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîî
îîîî îîîîî îîîî îîîî îîîîîî
îłîŽîîîîîîî îîîî îîîîîîîî îîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîî îîîîî îîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîîî îîîîî
îîîîîîîîîî îîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîîîî îîîîîî îîîî îîîî îîîîîîî
îîî îîîîîîîîîîî´ îîîî îŞîîîîî
î§îî îîîîîîîî îîîî îîîîîî
îîîî îîîîîî îîîî îîî îî î˛îśîŹîś
îîîî îîîî îîîîîî îîîîî î°î˛îś
îîî îîîî îîîîî îîîîîîî îîîîîîî
îîîîîîîî î°î˛îś îîîî îîîîî
îîîîî îîîîîî îîîî îîî îîîîîî
îîîîîîîîîîîîî îîîî îîîîîî îî
îîîîî îîîî îîîîîîîîîîîîîîîîî
îîîîîîîî îîîîî îîîîîîî îîîî
îîîîîîîîî îîîî îîîî îîîîîîîîîîîî
îłîîîî îżîîî îîîîîîî îîî îîîîî
îîîîîîî îîîîîîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîîîîîîî îîîîîîîî îîîîîîî
îżîîîîî´ îîîîîîîîî
Tumbuhkan Karakter Peduli
Lingkungan
îśîîîîîîîî îîîî îî îśî°îŽîą
î îłîîîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîî
îîîîîî îîîîîîîîî îîîîîîî
î¸îîîî îąîîîîîîî îîîî îîîîî îîî
îîîîłîîîîîîî îŽîîîîîîîî îĽîîîîî
îîîîîîîîî îîîîîîî îîîîîîîîîîîî
îîîîîî îîîîîîî îîîî
îîîîîîîîîîîî îîîî îîîîî îîîîîîî
îîîîî îîîî îśî°îŽîą î îłîîîîîîîîîîîîî
îŽîîîîî
îśîîîîîî îśî°îŽîą î
îłîîîîîîîîîîîîî îŽîîîîî îłîîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîîîîî
îîîîîî îîîîîîî îîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîîî îîîîîîîîîîî
îîîîîîî îî îîîîîîî î§îîî îîî
îîîîî îîîîîîî îîîî îîîîîîîîî
îîîîîîî îîîîî îîîîî îśî°îŽîą
î îłîîîîîîîîîîîîî îîîîî îîî
îîîîî îîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîîîî îîîîî
îîîî îîîîîîîîî
îłîŽîîî îîîîî îîîîîîîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîîîîî îîîîî
îîîîî îîî îîîîîîîîî îîî îîîîîîîîî
î¸îîîîîî îî îśî°îŽ îîîîî îîî
îîîîîîîîî îîîî îîîîîîîîîîîîî
îîîîî îîîîî îîîîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîî î°îîîîîîî îîîîîîî
îîî îîîîî îîîîîîî îîîîîîîîîî
îîîî îî îîîîî îîîîî
îîîîî îîîî îîîî îî îŹîˇ îîî îĽîîîîî
îŹîîîîîîî îĽîîîîî îîîî îîîîî
îîîîî îîîîî îîîî îîîîî îîîîî
îî îîîîîîî î¤îîîîîîîî îîîîî
îîîîî îîîîî îîîî îî îîîî îîîîîîîîî
î°îîîîîîîîî îîî îĽîîîîî
îŹîîîîîîîî´ îîîîîîîîî
îśî°îŽîą î îłîîîîîîîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîîîî îîîîîîî
îłîîîîîîîîî î¤îîîîîîîîî î¤îîîîîîîîîîî
îłîîîîîîîîîîî î°îîîîîîîîî
îîî î°îîîîîîîîîî
î°îîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîî
îîîîîîî îî îśî°îŽ îîîîîîîîîîî
îîîî îîîî îîîîî îîîîî îîîîîîîîîîî
îîîîîîîîî îîîîîîîîîîîî
îîîî îîîîîîîîîîîî
î°îîîîîîî îîîî îîîîîîî
îîîîî îîîîîîîî îśî°îŽîą î
îłîîîîîîîîîîîî îîîî îîîîîîîîî
îî îîîîî î¤îîîîî¤îîî îˇîîîî
î°îîîîîî îî¤îˇî°î îîîîîîîîî
îîîîîîîî î°î˛îś îîîî îîîîî
îîîî îîîîîî îîîîîî îîîîîî
îîîîîîîîîîîî îîîîîîîî îîîîî
îîîî îîî îîîîîî îîîîî îîîîîîîîîîî
îîîîîîî îśî°îł îîî
îîîîîîîîîî îîîîî îîîîîîîîî
îîîîîîî îîîîîîî î°î˛îś îśî°îŽîą
î îłîîîîîîîîîîîîî
îłîłîîîîîîîî î°î˛îś îîî îîîî
îîîîîîîîî îîîîîî îîîî îîîî
îîîîî îîîîîîî îîîîî îîî îîîîîî
îłîîîîîî î°î˛îś îîîî îîîîîîîîî
îîîîîîîîîî îîîîîîîî
îŻîîîîîîîîî îŤîîîî îîîî
îîîîîîîîîîî îîîîîî îĽîîîî
îŻîîîîîîîîî îŤîîîî îîîîî
îîîîîîî îîîîîîî îˇîîîîî îîîîîîî
îîîîîî îîîî îîîîîîîî î§îîîîîîîîî
îîî îîîîîî îĽîîîîî îąîîîîîî
îîîî îĽîąîąî îŤîîî îîîîîîîî
îîîî îîîî îîîîîîî îîîîîî îîîî
îîîî îîîîîî îîîî î˛îśîŹîś îîîîîîîîî´
îîîîî îŽîîîîîî (to/dhi)
×	Ú 7cassandra://U7RWJs8k2POGnim6xZUOAcxZFi7fEDkTPGM_Q2_9-EEÍ Í`ĚÍ ×Uśu67ĚvÔÔp¨'×EÚ $INTERNATI NAL 5
SELASA 28 JULI 2015
×	Ú 7cassandra://Sa_z9ivtl20pj_7eus8BauPMp-iA0OUfVSaYrQK7qHMÍeÍ`ĚÍ ×Uśu67ĚvÔÔp¨(×Uśu67ĚvÔÔp¨'ÍëÍ
´×C×   ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://DX5iEv7gGJ1yMoQAJN0TX9Y0wbDKvRH9YXOU6_A5p58Î Ľ:Í`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://283AJBoGoHvhchf8j5THG19N1wm2NP8An5_i3uqWPwsÍ,Í`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://nGa_mYz3uwGtcClJE5mCLF0t2nZNOJ4wtO2y3uMC7ZUÎ RŇÍ Í0Íń×Uśu97ĚvÔÔp¨+× Ív ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://6W8jDmRuxOCN9nROdWnqd6FRdoEeNjDccd6-ECrPYw8Î Í`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://UtqzOqvx4O7y55ZMgPOySynvYDDO_Xdz9af7CBaNev8Í'?Í`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://Mc5b3Ei2PkGjPq_AU9t2Msu9DjNV8GsAnMlDfyCahvAÎ Í Í0Íń×Uśu;7ĚvÔÔp¨,× ×Uśu<7ĚvÔÔp¨3 ÍďÍÉÍ9×Hšhttp://www.koranbabel.com××Đ× ×Uśu<7ĚvÔÔp¨2 ÍÍ?b9×HŽhttp://Pros.Ad××Đ×EÚ Komunitas Pelangi
6
SELASA 28 JULI 2015
Menpar Arief Yahya dan Jajarannya
Gelar Halal Bihalal
Patung Angel Karya Seniman Beijing
Jadi Perhatian Warga London
×	Ú 7cassandra://283AJBoGoHvhchf8j5THG19N1wm2NP8An5_i3uqWPwsÍ,Í`ĚÍ ×Uśu;7ĚvÔÔp¨-×EÚBISNIS
SELASA 28 JULI 2015
Lima Pabrikan Mobil Dengan
Penjualan Terbanyak
KORAN BABEL -- Penghuni
lima besar penjualan secara
wholesales mobil terbanyak di
Indonesia sejak 2012 tak berubah,
yaitu Toyota, Daihatsu,
Honda, Suzuki dan Mitsubishi.
Me ski menghadapi kondisi di
tengah kelesuan pasar, kelima
pabrikan tersebut mempertahankan
posisi dengan berharap
pada produk andalannya masing-masing.
Gabungan
Industri Kendaraan
Bermotor Indonesia (Gaikindo)
mencatat, pada 2012
secara berurutan lima besar penjualan
terbanyak adalah Toyota,
Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki,
dan Honda. Jumlah penjualannya
masing-masing adalah 405.414
unit, 162.742 unit, 148.918 unit,
126.577 unit, dan 69.320 unit.
Pada tahun tersebut, total pasar
mobil mencapai 1,116 juta unit.
Setahun berikutnya terjadi perubahan
urutan peringkat, namun
masih dihuni pabrikan yang sama
yaitu Toyota, Daihatsu, Suzuki,
Mitsubishi, dan Honda. Jumlah
penjualannya masing-masing
adalah 434.232 unit, 185.942
unit, 164.004 unit, 157.353 unit,
91.493 unit. Sedangkan total pasar
mobil yang dicatatkan Gaikindo
pada 2013 sebanyak 1,229 juta
unit.
Pada tahun 2014, urutannya
kembali berubah, namun
peringkat pertama dan kedua
masih dihuni Toyota dan Daihatsu
dengan jumlah penjualan
masing-masing 399.119 unit dan
185.226 unit. Sedangkan Honda
naik ke peringkat ketiga dengan
membukukan penjualan mencapai
159.147 unit. Di urutan keempat
dan kelima diduduki Suzuki
dan Mitsubishi dengan jumlah
penjualan mencapai 154.923 unit,
dan 141.962 unit. Pada tahun itu,
total penjualan mobil di Indonesia
dari merek yang tergabung
dengan Gaikindo mencapai 1,208
juta unit.
âPada semester I/2015
pasar mobil memang
terpukul pelambatan
ekonomi. Akan tetapi
kelima merek tersebut
tetap mempertahankan
dominasinyaâŚ Toyota
masih memimpin pasar
dengan penjualan
162.953 unit.â
Pada semester I/2015 pasar
mobil memang terpukul pelambatan
ekonomi. Akan tetapi kelima
merek tersebut tetap mempertahankan
dominasinya. Pada
periode tersebut Toyota masih
memimpin pasar dengan penjualan
162.953 unit.
Diperingkat kedua Daihatsu
dengan penjualan sebanyak
88.879 unit. Berikutnya adalah
Honda, Suzuki dan Mitsubishi
dengan penjualan 81.407 unit,
62.654 unit, dan 60.333 unit. Sedangkan
total pasar pada periode
tersebut mencapai 525.458 unit.
Melihat raihan tersebut,
Wakil Presiden Direktur PT Toyota
Astra Motor (TAM) Suparno
Djasmin optimistis pihaknya
akan kembali menguasai pasar
mobil nasional tahun ini, âTAM
optimis tetap mampu memimpin
pasar otomotif di Indonesia. Selain
perbedaan pasar yang cukup
besar dibandingkan pesaing
menghadapi semester kedua kami
menyiapkan strategi yang diharapkan
memberikan nilai tambah,â
ujarnya.
Sementara itu, PT Astra Daihatsu
Motor (ADM) tahun ini
tetap menonjolkan dua produk
utama yaitu Gran Max dan Xenia.
Menurut Coorporate Planning
Division Head PT Astra
Daihatsu Motor (ADM) Rudy
Ardiman, Gran Max diharapkan
dapat berkontribusi sekitar 37%
terhadap total penjualan Daihatsu,
dan penjualan Xenia di kisaran
25%, âDi kelas passanger
car kami mengandalkan Xenia
sedangkan untuk kendaraan niaga
kami berharap pada Gran Max.
Dan harapannya pasar dapat terjaga,â
ungkapnya.
PT Honda Prospect Motor
(HPM) pada semester I/2015
secara berturut-turut didominasi
oleh Mobilio di segmen
LMPV, HR-V di segmen low
SUV, dan Brio Satya di segmen
LCGC. Jumlah penjualannya
masing-masing adalah 20.790
unit, 20.471 unit, dan 14.888
unit, âKami berharap dapat terus
melanjutkan tren positif untuk
penjualan Honda di tahun ini,â
ungkap Direktur Pemasaran dan
Layanan Purna Jual PT HPM
î­îîîżî îŠîîîîî
Pabrikan asal Jepang lainnya
yaitu Suzuki, tahun ini berharap
pada penjualan Carry di segmen
niaga ringan, Ertiga andalannya
di kelas LMPV, dan Karimun
Wagon R sebagai jagoan di segmen
LCGC. Davy J. Tuilan, 4W
Deputy Managing Director PT
Suzuki Indomobil Sales mengatakan,
kontribusi Carry masih
akan mendominasi penjualan
Suzuki yang diperkirakan mencapai
55%, dan Ertiga dengan sumbangsih
sekitar 26% serta Karimun
Wagon R hingga 12%.
Sedangkan Mitsubishi penjualannya
tetap akan didominasi
oleh truk. Tahun ini PT Krama
Yudha Tiga Berlian Motors
(KTB) selaku agen pemegang
merek Mitsubishi lebih fokus
pada peningkatan pangsa pasar
dari pada pertumbuhan penjualan.
General Manager Marketing
Division Mitsubishi Fuso Trucks
and Bus Corporation (MFTBC)
PT KTB Duljatmono mengatakan,
pada 2015 pihaknya akan
mengenjot pangsa pasar menjadi
50%, âKami akan fokus pada target
penaikan pangsa pasar hingga
sekitar 50% tahun ini dari total
pasar truk semua kelas,â ujarnya.
(bis)
Yayasan RSBT Beralih
Jadi PT Bhakti Timah
Indonesia
Hari Ini Akreditasi 2012
gkap Dr. Adi.
Ia menuturkan bahKORAN
BABEL -- Rumah
Sakit Bhakti Timah (RSBT)
mengadakan Halal Bihalal
Lebaran Idul Fitri 1436 H
bertemakan âDengan Halal
Bihalal 1436 H Kita Tingkatkan
Sambung Rasa dan Etos
Kerja Karyawan RSBT Pangkalpinangâ.
Acara ramah tamah
ini dibuka oleh Direktur
RSBT, Dr. Adi Sucipto yang
turut menyampaikan kepada
segenap karyawan
RSBT, bahwa tanggal
4 Agustus 2015 akan
dilaksanakan penyerahan
Yayasan Rumah Sakit
Bhakti Timah menjadi
PT. Bhakti Timah Indonesia.
Kepada
KORAN
BABEL, Senin (27/7)
kemarin, Adi Sucipto menerangkan
bahwa berdasarkan
Peraturan Memteri
Kesehatan (Pemenkes)
menyatakan bahwa pengelolaan
rumah sakit dibawah
naungan PT
(perseroan
terbatas), tujuannya untuk
mempermudah melakukan
pengembangan rumah
sakit.
âUntuk itu Rumah Sakit
Bhakti Timah akan dibawah
yayasan di PT terbuka, jadi
kayak anak perusahan, semua
unit usaha seperti Posyandik,
Medika Stania, Bhakti Timah
Pangkalpinang, dan Bhakti
Timah Karimun Insya Allah
gak ada halangan akan diserahterimaan
di bawah PT.
Bhakti Timah Indonesia,â unwa
pada umumnya istilah
Yayasan tak boleh mencari
keuntungan semata, dengan
beralih menjadi PT, maka
manfaat yang diperoleh dapat
menggait penyandang dana
ke perbankan atau instansi
lain lebih kuat
âYayasan pengembanganya
terbatas, ke PT supaya
pengembangannya bisa
bergerak lebih leluasa. Dengan
meningkatkan fasilitas
rumah sakit, otomatis disini
(Bangka) punya rumah sakit
yang hebat sehingga tentu
saja ini akan menguntungkan
bagi masyarakat,â lanjutnya.
Salah satu upaya untuk
meningkatkan kualitas, hari
ini (28/7) pukul 08.00 WIB,
RSBT akan mengadakan bazar
akreditasi sehubungan
dengan perizinan rumah sakit
dan standar yang terkareditasi,
âIni akreditasi versi
2012, standarnya lebih tinggi.
Karyawan RSBT diwajibkan
agar tahu soal akreditasi,â tutupnya.
(Pros.Adv/dhi)
Kunjungi
Website Kami
www.koranbabel.com
×	Ú 7cassandra://UtqzOqvx4O7y55ZMgPOySynvYDDO_Xdz9af7CBaNev8Í'?Í`ĚÍ ×Uśu;7ĚvÔÔp¨.×Uśu;7ĚvÔÔp¨-ÍëÍ
´×C×   ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://sUswoGe_x3o3O5XqQCDiGdqyqFf0ncBMUf3aymZTBlwÎ ťÍ`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://YUqCWNE26AOUr-J7EOLMEDVuoHsK4sie5dW-KHFzkjoÍŐÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://kTobAzh921zpkA27PnhaBH1oZPp9zetW_dFgYqRbiz8Î ÓÁÍ Í0Íń×Uśu<7ĚvÔÔp¨1× Ív ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://TbG7tcBYrIs1zYVdjJUEs92FM-FPWqa3MjVGrBYTyFkÎ 
1MÍ`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://CDqzjtVOKw8xSXcQor8RUgGylqkmc6nAE-lFXp67AFAÍiÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://uYY0INVDACMBPiOsCl8lf8vHEsiadOKu28ilpnBibMcÎ žÜÍĐÍ Í0Íń×UśuC7ĚvÔÔp¨4×EÚ P LICE LINE
8
POLICE LINE DO NOT CROSS
SELASA 28JULI 2015
POLICE LINE DO NOT CROSS
POLICE LINE DO NOT CROSS
POLICE LINE DO NOT CROSS
×	Ú 7cassandra://YUqCWNE26AOUr-J7EOLMEDVuoHsK4sie5dW-KHFzkjoÍŐÍ`ĚÍ ×UśuC7ĚvÔÔp¨5×EÚHÎP LHUKAM
SELASA 28 JULI 2015
TNI Tak Akan Bela Prajurit yang
Ikut Culik Pengusaha Malaysia
îĽîîîîîî îśîîîîîîî îˇîîîîî îŽîłî¸
îĽîîîîîîîîîîî îŤîîîîîîîî îŞîîîîî
BRIGADIR JENDERAL WURYANTO
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat
JAKARTA (IM)- Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan
Darat, Brigadir Jenderal Wuryanto menegaskan tidak akan
membela S, anggota TNI yang terlibat dalam kasus penculikan
pengusaha Malaysia pada Rabu (15/7) lalu. Hal ini dilakukan
untuk memberikan rasa jera serta ketegasan hukum yang berlaku
di Indonesia.
âIntinya, kami tidak akan membela-bela, tidak akan membantu.
Kami akan menyerahkan hal ini sepenuhnya ke mekanisme
hukum. Kami sekarang menginginkan semua prajurit adalah
sosok yang baik. Jadi, anggota yang melanggar akan kami proses
sesuai hukum yang berlaku,â kata Wuryanto, Senin (27/7).
S merupakan oknum Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
yang terlibat dalam aksi penculikan bersama lima orang lainnya.
Saat ini, Pomdam Jaya juga tengah menelusuri keterlibatan RS,
oknum TNI lainnya dalam aksi penculikan tersebut.
âYang terlibat langsung, satu, Si S itu. Ada juga keterlibatan
tidak langsung, satu anggota lain, dari Divisi I Kostrad,â kata
Wuryanto.
Wuryanto belum bisa memastikan hukuman yang akan
diterima oleh anggota TNI tersebut, termasuk apakah itu berupa
pemecatan. Sebab, ia masih melakukan penyelidikan mengenai
sejauh mana keterlibatan S dan RS.
âTergantung. Kami ikuti prosedur hukum. Kalau sampai
pecat, kami pecat. Tidak akan dibela,â kata Wuryanto.
Sebelumnya, seorang warga negara Malaysia berinisial SB
(40), yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, menjadi korban penculikan
oleh sejumlah orang pada Rabu (15/7).
Berdasarkan hasil pengusutan polisi, SB yang berprofesi
seba gai pengusaha penukaran mata uang asing atau money
changer di Singapura itu diculik atas suruhan rekan bisnisnya
yang berkewarganegaraan Singapura, berinisial R.
Hingga Minggu (26/7), petugas Polda Metro Jaya telah
menangkap empat tersangka, yaitu S, yang merupakan anggota
militer, serta tiga warga sipil yang berinisial FB, YL, dan KR.
Adapun keberadaan oknum TNI berinisial RS dan warga Singapura
berinisial R hingga kini masih dilacak oleh penyidik Polda
Metro Jaya.îosm
IDN/ANTARA
Pansel KPK Akan Minta
Komitmen Para Capim
JAKARTA (IM)- Juru bicara panitia seleksi (pansel) Capim KPK,
Betti Alisjahbana mengatakan untuk mencegah ada tawar-menawar
politik, pansel juga akan meminta komitmen para capim.
âKita sedang mempertimbangkan beberapa cara, tapi belum final.
Salah satunya adalah nantinya capim yang lolos akan dimin ta untuk
membuat komitmen bahwa dia tidak akan melakukan lobi politik. Ini
sedang digodok teknisnya seperti apa,â tegas Betti, Senin (27/7).
Sementara itu, seleksi tahap ketiga dimulai Senin (27/7) yang meliputi
psikotes dan bahasa Inggris, kemudian simulasi, Leaderless Group
Discussion (LGD), wawancara serta presentasi pada Rabu (28/7).
âJadi, âassesorâ (penilai) kita ada tiga kelompok. Pertama itu
psikolog, kedua pakar dari SDM dan manajemen, ketiga pakar di
bidang hukum. Jadi setiap orang itu paling tidak akan di-asses oleh
empat orang, kita juga akan ada ahli keuangan yang terlibat sebagai
âassesorâ,â katanya.
Dua tes tersebut bertujuan untuk mengukur potensi kecerdasan
dan strukturnya, cara kerja, potensi kerja, hubungan sosial, kepribadian
dan integritas; kompetensi Manajerial; dan Kompetensi inti
sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memimpin KPK.
Selain harus melalui ujian tahap ke-3, 48 orang calon pimpinan
KPK juga sudah diteliti rekam jejaknya.
âKita sudah menyerahkan data-datanya kepada kepolisian kejaksaan
BIN, kemudian Selasa (28/7) kita serahkan juga ke PPATK,
kemudian ke lembaga yang lain-lain. Jadi kalau misalnya satu pihak
menyampaikan sesuatu, dan orang itu kebetulan secara kompetensi
bisa masuk, maka kita akan melakukan veriîż kasi dengan menunjuk
salah satu institusi untuk menelusuri lebih lanjut,â ungkap Betti.îhan
Masih Ada 13-14 Daerah yang
Hanya Punya 1 Pasangan Calon
JAKARTA (IM)- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
mengaku hingga hari kedua batas pendaftaran calon kepala
daerah masih ada 13 sampai 14 daerah yang hanya punya satu
pasangan calon. Namun, dia tak khawatir dan tetap yakin di beberapa
daerah ini akan muncul calon pasangan yang kompetitif.
âMasih ada 13-14 daerah yang sampai tadi malam itu belum ada
lawan tandingnya. Tapi saya optimis sampai tanggal 28 atau perpanjangan
tiga hari, saya yakin akan muncul,â kata Tjahjo di Gedung
BNPP, komplek IPDN Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (27/7).
Dia memberikan contoh misalnya untuk Pilkada Surabaya.
Sampai Sabtu (25/7), malam, belum muncul lawan tandingan untuk
Walikota incumbent Tri Rismaharini. Tapi, saat Minggu (26/7), pagi
sudah ada calon pasangan yang siap menantang Risma.
âSaya Sabtu malam ngecek di Pilkada Surabaya. Itu enggak
ada lawan-lawannya Bu Risma. Tahu-tahunya Subuh, muncul
satu pasangan calon,â tuturnya.
Namun, jika memang hanya satu pasangan calon yang akan
berlaga di Pilkada, Tjahjo mengatakan ada dua opsi.
Pertama, bila suatu darerah tidak punya calon lebih, maka
bisa diundurkan pada Pilkada selanjutnya atau di tahun 2017.
âJika setiap darerah tidak punya calon lebih bisa diundurkan
pada Pilkada 2017,â sebutnya.
Usulan Tjahjo ini tercantum dalam Pasal 89 Peraturan KPU
(PKPU) Nomor 12 Tahun 2015. Dalam pasal ini, mengatur jika
tak ada calon lain maka Pilkada di daerah itu akan ditunda
hingga Pilkada berikutnya.
Kemudian, opsi berikutnya mesti ada kesepakatan seluruh parpol,
KPU, agar bisa mengusulkan kepada presiden untuk membuat
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
Tapi, untuk opsi ini, kemungkinan diprediksi sulit karena
Perppu mesti dalam kondisi mendesak.
âSusah ya ini kan untuk kondisi genting, mendesak. Ini
kesepakatan seluruh parpol, KPU bisa mengusulkan kepada
Presiden untuk pembuatan Perppu,â sebutnya.
Lanjutnya, Tjahjo berharap setiap daerah mesti ada lebih dari
satu pasangan calon yang berkompetisi untuk menjaga demokrasi
Pilkada. Dia menginginkan agar dalam Pilkada serentaj hanya
muncul satu kepala daerah.
âSaya yakin muncul calon yang akan bertanding secara
demokratis di Pilkada. Apalagi anggaran sudah disiapkan KPU.
Jadi, sehingga seorang calon tak perlu mempesiapkan anggaran
yang berlebihan. Jangan sampai Plkada serentak itu hanya muncul
1 calon potensial,â tutur politisi PDIP itu.îpp
IDN/ANTARA
SELEKSI TAHAP KETIGA CAPIM KPK
Ketua Pansel Pimpinan KPK Destry Damayanti (tengah) bersama empat anggota Pansel Natalia
Subagyo (kiri), Yenti Garnasih (kedua kiri), Supra Wimbarti (kedua kanan) dan Diani Sadiawati
(kanan) memberikan keterangan pers di sela proses seleksi tahap ketiga atau proî le assessment
calon Pimpinan KPK di Jakarta, Senin (27/7). Sebanyak 48 orang calon pimpinan KPK mengikuti seleksi
tahap III yang meliputi uji kecerdasan, potensi kerja, penilaian kepribadian dan integritas para
calon pemimpin melalui ujian psikotes, simulasi, diskusi kelompok, wawancara, dan presentasi.
GUBERNUR SUMUT DIPERIKSA KPK
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (kanan) dan istrinya Evi Susanti (kiri) berjalan masuk
Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (27/7). Mereka diperiksa sebagai saksi
dugaan suap kepada hakim PTUN Medan yang melibatkan stafnya serta pengacara OC Kaligis.
Mendagri Ingatkan Perda
Tidak Bertentangan dengan UU
JAKARTA (IM)- Menteri
Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo
Kumolo mengingatkan kepada
seluruh kepala daerah untuk membuat
aturan yang tidak bertentangan
dengan undang-undang (UU).
Menurut dia, peraturan harus
disesuaikan dengan kemajemukan
bangsa Indonesia, sekalipun itu
peraturan daerah (perda).
âWalaupun ada perda yang
sifatnya ciri khas kedaerahan, tapi
sifatnya itu tidak bertentangan
dengan UU dan Pancasila,â ujar
Tjahjo usai melantik pejabat eselon
II Badan Nasional Pengelola
Perbatasan (BNPP) di Ampera,
Jakarta Selatan, Senin (27/7).
Dia mengatakan, dibuatnya peraturan
tersebut memang dalam hal
untuk melindungi dan mengayomi
masyarakat. Sehingga, aturan yang
dibuat tidak boleh hanya mewakili
mayoritas semata. Ia menekankan
kewenangan pemerintah daerah
dalam hal membentuk Perda harus
juga memperhatikan kepentingan
menyeluruh.
Selain itu juga, Tjahjo meminta
peran optimal Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD)
dalam hal meloloskan Perda di
daerah. âSemua harus berjalan
efektif, peran DPRD dalam hal
supervisi terutanma dalam pelayanan
publik, sehingga konsisten
dalam melayani masyarakat,â ujar
mantan sekjen PDIP tersebut.
Tjahjo melanjutkan, nantinya
juga perda tersebut akan ditetapkan
setelah dilaporkan dahulu
ke Kemendagri. Sehingga, perda
yang kemungkinan tidak sesuai
dan bertentangan dengan Undangundang
tidak akan diloloskan.
Dia menyebut, hingga hari ini
sudah ada 139 perda yang dikembalikan
Kemendagri dari yang
diajukan pemda. âTermasuk miras
(minuman keras) dan berbau agama
kita kembalikan, tapi paling banyak
itu mengenai miras,â ujarnya.
Dia mencontohkan, misalnya
perda aturan agama yang diterapkan
di Tolikara, Papua, hingga saat
ini Kemendagri belum mendapat
laporan mengenai hal itu. Bahkan,
ketika dikonîż rmasi kepada pejabat
daerah setempat, perda tersebut
telah dibuat lebih dari tiga tahun.
âSampai saat ini kami belum
ada info itu, masih menunggu,
Kemendagri juga tidak punya data
perda dari Kabupaten Tolikara
yang katanya sudah lima tahun
itu,â ujarnya.îlus
Menlu Ajak Perempuan RI Jadi
Anggota Pasukan Perdamaian Dunia
JAKARTA (IM)- Keterli- masih berjumlah 20 orang.
batan Indonesia dalam menjaga
perdamaian dunia saat ini terus
ditingkatkan. Indonesia pun
berharap suatu saat bisa mengirimkan
4.000 pasukan penjaga
perdamaian dunia.
Dari 4.000 pasukan tersebut,
diharapkan banyak perempuan
Indonesia dapat bergabung ke
dalamnya. Menurut Menlu, Retno
LP Marsudi, saat ini perempuan
Indonesia yang tergabung dalam
pasukan penjaga perdamaian
âKita juga harus mengutamakan
bagaimana kita mendorong
perempuan berpartisipasi
di dalam Peacekeeping Mission
UN (Pasukan Perdamaian
PBB),â ujar Menlu usai pertemuan
The Asia-Paciîż c Regional
Meeting on Peacekeeping di
Hotel Fairmount, Jl Asia Afrika,
Senayan, Jakarta, Senin (27/7).
âSaat ini perempuan di pasukan
perdamaian PBB masih
berada di bawah 20. Oleh karena
itu meningkatkan partisipasi
perempuan di pasukan perdamaian
PBB ada di dalam agenda
Indonesia,â lanjutnya.
Pertemuan The Asia-Paciîż c
Regional Meeting on Peacekeeping
di Jakarta merupakan bagian
dari empat pertemuan regional
sebelum diselenggarakan di
New York bersamaan dengan
Sidang Umum Tahunan PBB.
Pertemuan tersebut rencananya
akan berlangsung pada September
2015 mendatang.îpp
DITUNTUT 11 TAHUN PENJARA
Sutan Bhatoegana:
Ini Kezaliman
JAKARTA (IM)- Sutan
Bhatoegana menyebut KPK
melakukan kezaliman karena
melalui jaksa penuntut umumnya
menuntut dirinya dengan
hukuman 11 tahun penjara, denda
Rp 500 juta subsidair 6 bulan
kurungan. Kezaliman menurut
Sutan diawali dari penetapan
dirinya sebagai tersangka.
âSaya nggak melihat sebelas,
berapa tahunnya. Saya ingin
menyampaikan pesan moral
saja bahwa saya dizalimi. Kalau
masalah hukuman itu ya nanti.
Maksud saya saya dizalimi
dibikin tersangka yang nggak ada
bukti apa-apa,â kata Sutan usai
mendengarkan pembacaan tuntutan
di Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi Jakarta, Senin (27/7).
Sutan juga mempertanyakan
tuntutan Jaksa KPK yang tidak
merinci pihak-pihak penerim duit
USD 140 ribu dari Sekjen ESDM
saat itu Waryono Karno. âDi sana
dibilang dan kawan-kawan. Satu
pun kawan-kawan ngga ada, kita
sudah tahu kan, satu bukti pun
ngga ada, keterangan saksi ngga
ada,â tegas dia.
âTapi tetap dituntut begini
kan zalim namanya. Maksud
saya mestinya, kalau benar itu
benar kalau salah itu salah yag
kita harapkan kalau saya benar
dibebaskan, jangan hanya garagara
untuk mempertahankan
satu institusi yang kita dukung
bersama, nanti dibilang melemahkan,
jangan begitu,â imbuh Sutan.
Sutan rencananya akan menyampaikan
pembelaan (pledoi)
pada sidang selanjutnya. Dia
tetap mengklaim dirinya tidak
bersalah. âSaya yakin Insya
Allah saya tidak bersalah, saya
bebas Insya Allah,â ujarnya.
Jaksa pada KPK meyakini
Sutan melakukan tindak pidana
korupsi dengan menerima duit
total USD 340 ribu dan Rp 50
juta serta menerima tanah dan
bangunan serta mobil.
Jaksa KPK memaparkan hal
yang memberatkan Sutan yakni
membuat citra buruk lembaga
DPR dan mencederai kedudukan
anggota DPR sebagai wakil
rakyat dan pejabat negara yang
sangat mulia dan terhormat.
âPerbuatan terdakwa tidak
menjaga martabat kehormatan
citra dan kredibilitas DPR. Perbuatan
terdakwa bertentangan
dengan semangat masyarakat,
bangsa dan negara sebagai program
pemberantasan tindak
pdana korupsi,â ujar Jaksa.
Selain itu perbuatan Sutan
dianggap tidak memberi contoh
tauladan kepada masyarakat.
âHal meringankan terdakwa
belum pernah dihukum, mempunyai
tanggungan keluarga,â
lanjut Jaksa.
Sutan menurut Jaksa terbukti
melakukan tindak pidana
korupsi sebagaimana dakwaan
pertama primair yakni Pasal
12 huruf a UU Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi dan
dakwaan kedua lebih subsidair
yakni Pasal 11 UU Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi jo
pasal 65 ayat 1 KUHP.îosm
Fadli Zon: Tak Mungkin
Gerindra Calonkan Kutu Loncat
JAKARTA (IM)- Wakil
Ketua Umum Partai Gerindra,
Fadli Zon membantah kabar
bahwa partainya membuka kemungkinan
untuk mengusung
kembali Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama alias
Ahok pada pemilihan kepala
daerah 2017 mendatang.
âTidak mungkin kita menca
lonkan orang yang kutu loncat
(seperti Ahok),â kata Fadli di
Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Senin (27/7).
Fadli mengaku sudah berkomunikasi
dengan Wakil Ketua
Dewan Pembina Partai Gerindra,
Hashim Djojohadikusumo.
Menurut dia, tidak benar bahwa
Hashim mengatakan Gerindra akan
mengusung Ahok, sebagaimana
diberitakan sejumlah media.
âSaya sudah cek ke Pak
Hashim, dia tidak mengatakan
akan mencalonkan Ahok. Dia
hanya bilang akan mencalonkan
yang terbaik,â ucap Fadli.
Fadli meyakini, calon terbaik
yang dimaksud oleh adik
Prabowo Subianto itu, bukan
lah Ahok. Sebab, kata dia, Ahok
sudah menjadi kutu loncat karena
meninggalkan Partai Gerindra
yang mengusungnya. Terlebih
lagi, menurut dia, prestasi Ahok
di DKI Jakarta juga tidak terlihat.
âPrestasinya enggak jelas
apa. Bisa kita lihat dari audit
BPK,â ucapnya.
Sebelumnya, Hashim menyatakan
hubungan partainya
dengan Ahok cukup baik meski
Ahok telah keluar dari Gerindra.
Dengan bekal hubungan baik
yang masih terjalin itu, Hashim
FADLI ZON
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
tidak menutup peluang partainya
akan kembali mendukung Ahok
dalam pemilihan kepala daerah
DKI Jakarta tahun 2017.
âNever say never. Pak
Prabowo sangat mengerti. Beliau
sangat-sangat orang yang
paling memaafkan. Dua tahun
kan masih lama, jadi everything
is possible,â kata Hashim di Istana
Kepresidenan, Kamis (23/7).
Ahok sebelumnya menjabat
Ketua DPP Partai Gerindra bidang
politik. Ia lalu memutus hengkang
dari partai pimpinan Prabowo
Subianto itu pada 10 September
2014 lalu. Saat itu, Ahok sempat
berseberangan dengan sikap Gerindra
yang mendukung pelaksanaan
pilkada tidak langsung. Sementara
Ahok merasa lahir dalam era
pilkada langsung saat Gerindra
mendukungnya maju bersama
Joko Widodo pada pilkada DKI
Jakarta 2012.
Untuk menghadapi Pilkada
2017, relawan pendukung
Ahok,Teman Ahok, tengah
mengumpulkan fotocopy Kartu
Tanda Penduduk (KTP) warga
Jakarta. Langkah itu sebagai
antisipasi jika Ahok maju lewat
jalur independen.îlus
JAKARTA (IM)- Bendahara
Umum Partai Golkar hasil
Munas Bali, Bambang Soesatyo,
mengecam sikap Komisi Pemilihan
Umum yang tetap mengharuskan
Partai Golkar mengu sung calon
bersama dalam pemilihan kepala
daerah serentak. Padahal, kata dia,
sudah ada putusan Pengadilan Negeri
Jakarta Utara yang memutuskan
bahwa penyelenggaraan Munas
Ancol dianggap ilegal.
âSaya tidak terkejut melihat
sikap KPU karena dari awal
mereka diduga sudah terlibat
persekongkolan atau konspirasi
jahat dengan kekuasaan dan
oknum Golkar dengan tujuan
untuk menghancurkan Golkar,â
kata Bambang dalam pernyataan
tertulisnya, Senin (27/7).
Dengan dukungan kekuasaan
itu, lanjut Bambang, KPU pun
berani menabrak hukum. KPU
dinilai tidak menjalankan putusan
yang sudah diketuk di pengadilan.
âJadi, hukum dan UU pun
mereka tabrak. Kenapa KPU
Saya tidak terkejut melihat sikap KPU karena dari
awal mereka diduga sudah terlibat per se kongkolan
atau konspirasi jahat dengan ke kuasaan dan oknum
Golkar dengan tujuan untuk menghancurkan Golkar,
kata Bambang Soesatyo.
berani melawan keputusan pengadilan,
ya karena mereka merasa
di-backing kekuasaan,â ucapnya.
Bambang pun mengimbau
seluruh masyarakat Indonesia,
khususnya kader Partai Golkar,
untuk tidak tinggal diam.
âMereka pasti akan bergerak
karena terus-menerus dizalimi.
Pemerintah, Menkumham, KPU
sama saja. Jadi, kita lihat saja
nanti. Saya percaya Tuhan ora
sare (tidak tidur) dan hukum
bisa ditegakkan,â ujarnya.
Majelis hakim PN Jakut berpendapat
bahwa munas di Bali
pada 30 November 2014 telah
memenuhi ketentuan hukum
yang berlaku, antara lain, sesuai
dengan anggaran dasar dan anggaran
rumah tangga (AD/ART)
Partai Golkar serta peraturan
organisasi Partai Golkar tentang
prosedur surat-menyurat.
Sementara itu, terhadap
pelaksanaan munas di Ancol,
hakim menilai bahwa pelaksanaan
munas tersebut adalah
perbuatan melawan hukum. Munas
Ancol dinilai digelar tanpa
prosedur administrasi sesuai
dengan aturan partai.
Gugatan ini dimohonkan
oleh pengurus Partai Golkar
hasil Munas Bali, yang dipimpin
oleh Ketua Umum Aburizal
Bakrie. Mereka menggugat keabsahan
pelaksanaan Munas
Ancol yang dipimpin Ketua
Umum Agung Laksono, dan
surat keputusan Menteri Hukum
dan HAM tentang pengesahan
kepengurusan Partai Golkar.
Namun, atas putusan ini,
KPU menegaskan, dua kubu Partai
Golkar harus tetap mengikuti
pilkada bersama. Sebab, putusan
PN Jakut tidak bersifat berkekuatan
hukum tetap.
Alasan KPU
Komisioner Komisi Pemilihan
Umum, Ferry Kurnia
Rizkiansyah mengatakan, dua
kubu di Partai Golkar tetap harus
mendaftarkan calon kepala daerah
secara bersama-sama. Menurut
Ferry, aturan itu tertuang dalam
Peraturan KPU Nomor 12 Tahun
2015 dan berlaku untuk semua
partai yang me nga lami sengketa
kepengurusan.
Sikap KPU tetap berpedoman
pada PKPU walaupun putusan
Pengadilan Negeri Jakarta
Utara mengakui kepengurusan
Golkar hasil Munas Bali pimpinan
Aburizal Bakrie.
PKPU tersebut dibuat untuk
mengakomodasi partai yang
mengalami sengketa kepengurusan
agar tetap dapat berpartisipasi
dalam pemilu kepala daerah
(pilkada) serentak Desember
2015 nanti.îosm
9
×	Ú 7cassandra://CDqzjtVOKw8xSXcQor8RUgGylqkmc6nAE-lFXp67AFAÍiÍ`ĚÍ ×UśuC7ĚvÔÔp¨6×UśuC7ĚvÔÔp¨5ÍëÍ
´×C×   ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://vv4OJNOSKebFkcRsOxnGwCXVnEUFvlTkameQ2VAPvogÎ 
PÍ`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://CK_JuWu8PYR4l-4EDM027478Z1diINY7hpywZ-h8CtwÍÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://rYVAqzmBLBxR2Zp96KhLmwyLBFzwc7bem7ESqn74bMwÎ 4,Í& Í Í0Íń×UśuD7ĚvÔÔp¨9× Ív ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://93OrHXZ1rXEXpaZRWLbA7bHzU2XbMS4xDjQ9l8S2zPAÎ ŤýÍ`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://S3bSX4QLYi1_YSIHmegMfiCtJL9KSs8IvhzIIDf6MIMÍ*\Í`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://31JHSWvwBid7QxeUT-i-n9HUsHFJdY-ZLc-nrYdDemAÎ HÍ Í0Íń×UśuF7ĚvÔÔp¨:× ×UśuI7ĚvÔÔp¨? GÍF=9×HŤhttp://M.So××Đ×EÚTSELASA 28 JULI 2015
Honorarium Aparat
Desa Naik 15 Persen
KORAN BABEL--- Kabar
gembira sekaligus buruk bagi
aparat pemerintahan desa (Pemdes)
termasuk lembaga kemasyarakatan
RT/RW se Kabupaten
Bangka Tengah (Bateng). Terhitung
sejak 1 Juli 2015, honorium
aparat desa positif dinaikkan
sesuai porsi jabatan sebagai
bentuk reward. Sementara bagi
desa yang telat menyampaikan
laporan atau SPJ bulanan, maka
harus siap dan legowo menerima
punishmen atau sanksi pemotongan
honorium perangkat
sebesar 15%.
Bupati Bateng, H. Erzaldi
Rosman mengharapkan, agar
dalam kegiatan rapat koordinasi
(rakor) aparat Pemdes
berkenaan dengan pemilihan
Pjs Kades dan lembaga kemasyarakatan
(RT/RW) ini, dapat
lebih memberikan pencerahan
kepada seluruh masyarakat,
terkait dengan PP 40 ayat 3 tahun
2014 tentang pemilihan Pjs
Kades yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota.
âJikalau
selama ini pejabat
sementara (Pjs) Kades adalah
dari perangkat desa, maka berdasarkan
PP 40 ayat 3 tahun
2014 ada perubahan yang menyatakan
bahwa Pjs Kades harus
dari kalangan PNS yang ditunjuk
oleh Bupati/Walikota. Dengan
demikian, hendaknya hal ini
dapat menetralisir kesimpangsiuran
isu dan perdebatan di beberapa
tempat,â ujar H. Erzaldi
dalam sambutannya pada moment
rakor aparat Pemdes, RT/
RW di GSG Kabupaten Bateng,
Senin (27/7) kemarin.
âAdapun usulan dari RT/
RW yang mengusulan agar difasilitasi
motor, maka akan kita
kaji bersama karena total Ketua
RT se Bateng ini ada 692, ditambah
62 Ketua RW sehingga
totalnya 754. Kendati demikian,
Pemda Bateng siap menfasilitasi
uang pangkal (DP) kendaraan
sebesar Rp.3,5juta, bagi RT/RW
yang mau dan memang belum
memiliki kendaraan motor selanjutnya
untuk angsuran perbulan
ditanggung masing-masing
RT/RW yang bersangkutan,â
ujarnya.
Sementara Kepala BPMPD
Bateng, Desiwantara menambahkan,
âDalam PP 60, diatur
bahwa honorium untuk Kades
harus mengikuti UMK yang
nilainya diatas Rp.2juta, sementara
kita menetapkan jika honorium
Kades adalah Rp.2,5juta,
sementara Sekdes honoriumnya
70% dari honorium Kades. Sedangkan
perangkat desa lainnya
adalah 50% dari honorium
Kades, sementara untuk honorium
Lembaga Kemasyarakatan
yakni RT/RW menyesuaikan
pula dinaikkan sebagai bentuk
reward,â ungkap Desiwantara
kepada KORAN BABEL seusai
kegiatan rakor kemarin.
Connection
Berkas
âDalam evaluasi 6 bulan terakhir,
ada 5 desa yang telat menyampaikan
SPJ bulanan yakni
desa Jeruk dan desa Kebintik
Kecamatan Pangkalan Baru,
desa Baskara Bhakti Kecamatan
Namang dan desa Munggu
dengan desa Sungaiselan Atas
Kecamatan Sungai Selan,â katanya.
Ditegaskan
Desiwantara,
jika gelaran rakor ini adalah
rutinitas tahunan yang digelar
2 kali, yakni pada Januari yang
mengevaluasi kinerja aparat
Pemdes dan lembaga kemasyarakatan
selama Juli hingga
Desember tahun sebelumnya.
Kemudian rakor yang digelar
pada Juli yang mengevaluasi kinerja
dari Januari hingga Juni.
Sedangkan Kepala Inspektorat
Bateng, Eddyson
Hutagalung mengimbau, untuk
mengantisipasi laporan ke
Badan Pengawan Keuangan
(BPK), maka hendaknya dana
desa baik yang bersumber dari
APBD hingga APBN dapat
betul-betul dikelola maksimal
dan proposional serta profesional
agar tak menimbulkan
masalah pada akhirnya nanti,
âJadi dalam pengelolaan dana
desa, harus dikelola dengan
baik dan benar serta penuh
tanggungjawab untuk membangun
desa agar lebih baik
lagi,â pungkas Eddyson kepada
KORAN BABEL. (ron)
Insya Allah, Tahun Depan
Laporan Keuangan WTP
KORAN BABEL -- DPRD
Kota Pangkalpinang kembali
menggelar rapat Paripurna
ke-17 masa persidangan
III tahun 2015, Senin (27/7),
dalam rangka persetujuan
Rancangan Peraturan Daerah
(Raperda) menjadi Peraturan
Daerah (Perda) tentang Pertanggungjawaban
Walikota
Pangkalpinang atas Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Tahun anggaran
2014.
Hadir dalam acara tersebut,
Wakil Walikota Pangkalpinang,
M Sopian, Kapolres
Pangkalpinang AKBP Heru
Budi Prasetyo, Kajari Pangkalpinang
Sahruddin, Komandan
Kodim 0413 Bangka Letkol
Inf. Utten Simbolon dan
Kepala SKPD dilingkungan
Pemkot Pangkalpinang.
Dalam sambutannya Wakil
Walikota Pangkalpinang,
M.Sopian mengakui, pihaknya
menyadari bahwa Laporan
Keuangan Pemerintah Kota
Pangkalpinang atas pelaksanaan
APBD Tahun Anggaran
2014 belum memperoleh hasil
yang maksimal setelah diaudit
oleh BPK namun katanya,
Pemkot Pangkalpinang sudah
berusaha semaksimal mungkin
memberikan dan menyajikan
laporan yang terbaik, âPerEllawijt
melupakan
semua yang saya
tahu tentang bumi,â ujar Manuella
Wijayanti atau akrab disapa
Ellawijt melalui surat elektroniknya,
Senin (27/7).
Ellawijt menuturkan, selama
tiga tahun, ia berproses
mengerjakan karyanya tersebut,
baik melalui riset laboratorium
maupun mengumpulkan koleksi
beragam benda bumi. Lewat
karyanya itu, dia mengaku
mendapat nilai-nilai baru bagi
dirinya dan mungkin juga untuk
orang lain.
âBahwa sebagai manusia
itu rasa ingin tahu kita tak boleh
berhenti di satu titik ketika kita
sudah mendapatkan apa yang
kita cari, tetapi juga harus menjaga
hal-hal yang belum kita
tahu dan memohon petunjuk
bumi untuk tahu lebih banyak
lagi untuk membentuk perspektif
kita, menjadi manusia yang
kreatif,â ujar Ellawijt.
âJangan berhenti bertanya
dan menemukan jawaban dengan
cara menghargai makhluk
satu sama lain. Cobalah lakukan
apa yang menurut kita tak mungkin
berhasil. Proses itu penting,
bahkan lebih penting dari
hasil,â kata peraih beasiswa di
Nanyang Academy of Fine art,
Singapura, pada 2013 lalu itu.
Adapun The School of the
Art Institute of Chicago atau
Terinspirasi
keterangan foto Ratna Galih
seolah terinspirasi oleh Laudya
Cynthia Bella.
âDalam semangat hubungan
sesama wanita muslim. Tetap
sebarkan cinta, jangan berhenti
untuk menginspirasi orang-orang,
semoga aku akan berada di jalan
yang benar segera @laudyacynthiabella,â
kata Ratna Galih.
Di foto tersebut, dua mantan
îľîîîż î¤îîîî îîî îîîîîî îîîîîî
dibalut pakaian muslimah. Ratna
Galih dan Laudya Cynthia
Bella kompak tersenyum manis
ke arah kamera. Warna jilbab
yang dikenakan dua artis ibukota
itu terlihat senada.
Memang saat bulan puasa
kemarin, Laudya Cynthia Bella
menghabiskan beberapa minggu
untuk Umroh. Kedatangannya
ke Tanah Suci ketika bulan Ramadan
merupakan kali pertamanya
datang ke sana setelah
sudah mantap berhijab awal
2015. (lpt6)
SAIC tahun ini mengumumkan
empat penghargaan paling bergengsi,
yaitu The 2015 Jacques
and Natasha Gelman Graduate
Fellowships, The Claire Rosen
and Samuel Edes Foundation
Prize for Emerging Artists, The
Toby Devan Lewis Fellowship,
serta The Eldon Danhausen
Sculpture Fellowship.
Selain Ellawijt, mahasiswa
lain asal Indonesia yang meraih
penghargaan bergengsi tahun ini
adalah Leonard Suryajaya lewat
îîîîî îîîîîîîîżî îŻîîîîîî îîîîîî
penghargaan The Claire Rosen
and Samuel Edes Foundation
Prize for Emerging
(kmps)
Artists.
Persoalan yang
menyangkut aset
yang masih dalam
pembenahan dan
penelusuran,â
soalan yang menyangkut aset
yang masih dalam pembenahan
dan penelusuran,â kata
Wawako.
Hal ini, kata dia, tentu sangat
membutuhkan waktu yang
cukup lama, terlebih lagi yang
menyangkut banyaknya asetaset
lama yang perlu ditelusuri
asal muasal keberadaannya, tahun
dan harga perolehannya.
Mantan Camat Rangkui ini
melanjutkan, demikian juga
terhadap rincian dan nilai aset
yang dikerjasamakan dalam
perjanjian pemanfaatan aset
dengan pihak ketiga harus
mencantumkan rincian dan
nilai aset tetap yang diperjanjikan
dalam perjanjian tersebut.
âRekomendasi
BPK atas
Laporan Keuangan Pemkot
Pangkalpinang Tahun
Anggaran
2014 harus diterima
dengan lapang dada dan tetap
bersabar masih menerima Opini
Wajar Dengan Pengecualian
(WDP),â ujarnya.
Dia menyaki dengan kerja
keras, semangat untuk membangun
dan membenahi, ketepatan
waktu dan penyampaian
laporan keuangan yang sesuai
dengan standar pemeriksaan
Laporan Keuangan Pemkot
Pangkalpinang tahun depan
bisa mendapatkan Opini Wajar
Tanpa Pengecualian (WTP)
yang selama ini masih belum
diraih.
âDengan telah disetujui
Rancangan Peraturan Daerah
menjadi Peraturan Daerah
tentang Pertanggungjawaban
APBD ini saya ucapkan terimakasih
dan selanjutnya akan
ditetapkan menjadi Peraturan
Daerah setelah mendapat evaluasi
dari Gubernur sesuai dengan
amanat Permendagri nomor
13 tahun 2006 pasal 305
ayat I, â jelasnya.
Raperda tentang Pertanggungjawaban
pelaksanaan
APBD Tahun Anggaran 2014
berupa laporan keuangan yang
terdiri dari Laporan Realisasi
Anggaran (LRA), Neraca,
Laporan Arus Kas dan Catatan
atas Laporan Keuangan, âIntinya
kita akan terus berusaha
dan berupaya agar tahun depan
Pemkot Kota Pangkalpinang
akan mendapatkan Opini Wajar
Tanpa Pengecualian yang
beberapa tahun ini masih belum
tercapai, â tukasnya. (to)
dua kursi. Sedangkan Golkar
dan PPP dalam kesempatan itu
bukanlah sebagai partai pengusung
melainkan hanya partai
pendamping.
Dalam proses penyerahan
berkas oleh partai pengusung
(Demokrat dan PKS) terpantau
memakan waktu lebih dari
satu jam dan agak alot. Akhirnya
KPU Bangka Selatan
membuat pengumuman yang
mengejutkan mereka menolak
pendaftaran pasangan Justiar
Noer- Riza Herdavid.
KPU Basel beralasan persyaratan
bakal pasangan calon
yang diserahkan partai pengusung
(Demokrat dan PKS)
tidak memunuhi syarat. Dengan
demikian KPU Basel meminta
partai pengusung untuk
melengkapi berkas persyaratan
dan kembali mendaftarkan
pada 28 Juli 2015 yang merupakan
hari terakhir tahapan
pendaftaran pasangan bakal
calon.
Amri, Komisioner Divisi
Tekhnis Penyelenggara KPU
Bangka Selatan kepawa wartawan
membenarkan berkas
pasangan Justiar-David belum
memenuhi syarat.
âBerkas persyaratan partai
pengusung (Demokrat dan
PKS) belum lengkap. Pertama
model B1 KWK DPP DPP Partai
Demokrat keabsahannya tidak
sah. Dan yang kedua tidak
hadirnya Agus Fauzi selaku
Ketua DPD PKS Basel,â jelas
Amri kepada wartawan.
Amri menjelaskan bahwa
model B1 KWK DPP Partai
Demokrat tidak disertai logo
dan juga tidak disertai materai,
sehingga dianggap tidak sah.
âModel B1 KWK yang
dikeluarkan DPP Demokrat tidak
mempedomai PKPU No 09
dan PKPU Perubahan No 12.
Tanda tangan Ketua Umum
Demokrat ada, tapi lampiran
B1 KWK tidak ada logo dan tidak
ada materai,â ungkapnya.
Begitu juga dengan berkas
persyaratan partai pengusung
PKS juga dianggap belum
lengkap. âPKS tidak dihadiri
Agus Fauzi ( Ketua DPD PKS
Basel) yang mana syarat pencalonan
wajib dihadiri ketua
dan sekretaris karena berkaitan
dengan tanda tangan yakni untuk
menandatangani formulir
model B, B2, B3 syarat pencalonan,â
jelas Amri.
Dengan demikian,
Amri
menegaskan pihaknya menolak
pendaftaran pasangan
bakal calon Justiar Noer-Riza
Herdavid.
â Masih ada kesempatan
untuk melengkapi berkas sampai
besok (Selasa-red) namun
kami ingatkan bahwa batas
waktu terakhir pendaftaran
sampai pukul 16.00 WIB,â
kata Amri.
Terpisah Ketua DPD
Demokrat Basel, Samson
Arismono kepada wartawan
mengatakan, pihaknya segera
akan berkoordinasi dengan
DPP Partai Demokrat terkait
B1 KWK DPP Demokrat yang
ditolak KPU Basel.
âDPP kami sudah berkoordinasi
dengan KPU pusat kalau
itu sah tapi kami serahkan ke
KPU dan kami segera minta
kejelasan dari DPP,â kata Samson.
Samson
menambahkan
Agus Fauzi tidak hadir lantaran
ada halangan yang bukan
karena disengaja. âPak Agus
Golkar
dari calon. Misalnya, ada kasus
nama yang diajukan oleh dua
kubu sama, namun tidak ada
wakilnya.
Kasus lain misalnya, calon
yang kita ajukan tidak cocok
dengan wakilnya. Ini justru
yang membuat masalah di 60
daerah ini. Sebab, pasangan
Ahok
saya sudah instruksikan kepada
Kepala Dinas Pendidikan, tidak
perlu lagi datang ke sini belanja,â
kata Ahok disambut tepukan
tangan para ibu yang datang.
Mantan Bupati Belitung
Timur itu pun mengimbau warga
ibu kota yang mendapatkan
KJP untuk membeli peralatan
dan perlengkapan sekolah di lokasi
lain, yang sudah bekerjasama
dengan bank-bank dengan
sistem pembayaran debit.
âBapak dan ibu bisa beli
semua peralatan di toko yang
ada kerjasama dengan bank.
Bapak dan ibu bisa beli di mana
saja, karena kartu ini (KJP) adalah
ATM yang bisa digunakan
dimana saja,â ujar Ahok.
Selepas melampiaskan amarahnya,
Ahok pun mengatakan
tidak akan membuka perhelatan
JakBook tahun ini. Ia bahkan
mengancam tidak akan menyelenggarakan
JakBook pada tahun-tahun
mendatang.
âYa sudah lah kalau begini
kayanya tahun depan saya bebaskan
saja (orang tua murid)
mau belanja di mana. Atau kerja
sama dengan beberapa toko
buku, yang pegang KJP bisa
dapat diskon misalnya kalau beli
di sana,â kata Ahok.
JakBook tahun ini diselenggarakan
dengan tema âPintar Itu
Hak Semua Orangâ. Pameran itu
akan berlangsung selama satu
minggu, terhitung sejak hari ini
hingga Senin (3/8) mendatang.
Tercatat puluhan penerbit
buku turut serta menyemarakkan
acara tersebut. Para pengunjung
yang datang ke JakBook
Fair 2015 dapat membeli berbagai
peralatan sekolah mulai
dari seragam, tas, sepatu, dan
alat tulis di sana dengan menggunakan
kartu ATM Bank DKI
yang terintegrasi dengan KJP
miliknya.(cnn)
calon memang harus muncul
kecocokan, tidak boleh tidak cocok
antara calon kepala daerah
dengan wakilnya.
Lawrence mengaku dua kubu
sudah pasrah dengan 60 daerah
tersebut. Masing-masing kubu
akan mengajukan nama calonnya
masing-masing. Nama itu ada kemungkinan
sama, tapi juga sangat
dimungkinkan tidak sama. Kalau
sama, maka KPU akan memproses
lebih lanjut, tapi kalau tidak sama,
memang tidak dapat dipaksakan.
Sebab, dalam aturan KPU
yang sudah disepakati antara
KPU, Pemerintah, Bawaslu
maupun DPR, partai yang
bersengketa dapat mengikuti
pilkada dengan syarat nama
yang diajukan sama antara dua
kubu yang bersengketa.
âKalau ada penolakan karena
namanya tidak sama kita bisa
terima karena itu bertentangan
dengan PKPU,â tegas Lawrence.(rplk)
Fauzi
belum dapat tiket dari
Palembang ke Bangka tapi dia
sore pulang,â ujar Samson.
Terpisah Ketua DPD Partai
Golkar Basel, H Ansori Norman
menampik kabar kalau
pihaknya tidak mendukung
Justiar-David.
âGolkar tetap mengusung
Justiar Noer-Reza Herdavid
dan SK sudah ada, hanya masih
dalam perjalanan karena
baru ditandatangani pagi. Jadi
saat ini kehadiran kami belum
sebagai partai pengusung hanya
mendampingi saja,â kata
Ansori kepada wartawan.
Ketua DPD PPP Basel,
Safri juga menepis kabar kalau
PPP berpaling hati tidak
mengusung Justiar Noer- Riza
Herdavid. Ia mengkalim, SK
DPP PPP mengusung Justiar
Noer- Riza Herdavis sudah
ditandatangani.
âSK DPP PPP sudah diserahkan
ke tim Justiar tapi
ketinggalan di Pangkalpinang
oleh tim pak Justiar sendiri.
Jadi keputusan PPP insya Allah
tidak berubah,â tegas Safri.
Pantauan harian ini saat
keluar dari Sekretariat KPU
Basel, Justiar dan David tidak
banyak komentar dan langsung
meninggalkan KPU Basel bersama
rombongan.
Rina-Djulai Diantar Kaum
Perempuan
Ratusan orang ikut mengantarkan
pasangan bakal
Calon Bupati Bangka Selatan
Rina Tarol dan Wakil Bupati
Bangka Selatan Djulaili Romli
ke Sekretariat Komisi Pemilihan
Umum (KPU) Bangka Selatan
untuk mendaftarkan diri
dalam Pemilu Kada Bangka
Selatan 2015
Rina Tarol-Djulaili Romli
tiba di KPU sekitar pukul 13.10
WIB dan hanya berselang sekitar
15 menit dari pasangan Justiar
Noer- Riza Herdavid.
Kedatangan
Rina Tarol- Djulaili
Romli sedikit berbeda lantaran
diiringi puluhan mobil dan dihadiri
lebih kurang ratusan masa
pendukung.
Menariknya lagi, puluhan
dari masa tersebut berasal kaum
perempuan berasal dari warga
Desa Bencah dan sekitarnya,
yang mengaku sebagai kerabat
Djulaili Romli.
Rina Tarol- Djulaili diusung
tiga partai politik, yakni PDIP,
PAN, dan PKB, yang mana total
sebanyak tujuh kursi masing-masing
PDIP sebanyak lima
kursi, PAN sebanyak satu kursi,
dan PKB sebanyak satu kursi.
Namun, pendaftaran pasangan
bakal calon Rina Tarol-Djulaili
Romli tidak lah
berjalan mulus. Saat tiga partai
pengusung itu menyerahkan
berkas kepada KPU, terjadi
adu argumen antara partai pengusung
dan KPU dan suasana
pun sedikit memanas. Akibatnya
waktu pendaftaran Rina-Djulali
memakan waktu panjang sekitar
4 jam.
Sampai-sampai KPU harus
menggelar rapat internal. Komisioner
KPU Basel Divisi Teknis
Penyelenggara, Amri membenarkan
hal tersebut.
âIya ada sedikit perbedaan
berkas pada B1 KWK DPP
PDIP tapi setelah kita konsultasikan
dengan KPU Provinsi
dan KPU Kabupaten lain seperti
Bangka Tengah dan dianggap tidak
masalah, jadi akhirnya kita
putuskan sah,â kata Amri kepada
wartawan.
Amri menegaskan kembali
semua persyaratan pencalonan
pasangan bakal calon Rina Tarol
dan Djulaili Romli dianggap
sah.
âHanya ada beberapa persyaratan
yang kurang tapi sifatnya
tidak mutlak dan bisa menyusul,â
tukas Amri.
Sementara pasangan Jamro-Firmansyah
juga dikabarkan
akan mendaftarkan diri pada
pukul 14.00 WIB. Namun, hal
itu terpaksa dibatalkan, lantaran
pasangan Rina-Djulai baru selesai
mendaftarkan pada pukul
17.00 WIB.
Namun hingga berita ini
diturunkan Jamro belum berhasil
dihubungi. Menurut Ketua
DPW Hanura Basel, Lukman
ketika dihubungi harian ini sekitar
pukul 15.00 WIB, menyatakan
pihaknya masih menunggu
Jamro-Firmansyah.
âKita saat ini masih
îîîîîîîî îîîîżîîîîî îîîî îîîangan
calon,â ujar Lukman
seraya menegaskan bahwa
DPP Hanura sudah mengeluarkan
SK pengusungan Jamro-Firmansyah.
Perisai
dan Pahal Daftar ke
KPU
Terpisah di Bangka Tengah,
pasangan Bakal Calon
Bupati Bangka Tengah H Erzladi
Rosman dan Bakal Calon
Wakil Bupati Bangka Tengah
Ibnu Saleh atau yang pasangan
Perisai mendaftarkan diri ke
Sekretariat Komisi Pemilihan
Umum (KPU) Bangka Tengah,
Senin (27/7) sekitar pukul
08.00 WIB.
Erzaldi-Ibnu diusung
enam partai politik yakni Partai
Demokrat, Partai Nasdem,
Partai Gerindra, Partai Hanura,
PKS dan PPP. Dengan total sembilan
kursi.
Erzaldi dalam sambutannya
di KPU Bateng berjanji
akan lebih menyejahterakan
masyarakat Bateng. âKita akan
berusaha lebih menyejahterakan
masyarakat Bateng,â janji
Erzaldi.
Sedangkan pada singa harinya,
pasangan Bakal Calon Bupati
Bangka Tengah Patrianusa
Sjahrun dan Bakal Calon Wakil
Bangka Tengah Habibullah juga
mendaftar ke Sekretariat KPU
Bangka Tengah.
Pasangan Patrianusa-Habibullah
atau Pahala
mendapatkan dukungan dari
tiga partai, yakni PDI-P, PAN
dan PKB, dengan total delapan
kursi di DPRD Bangka Tengah.
Ir Patrianusa SJahrun mengatakan
Pahala Bateng ingin
memberikan perubahan lebih
baik kedepan, mereka melihat
banyak hal-hal yang harus
diperbaiki kedepan.
âPembangunan bateng harus
kita lakukan secara merata,
sehingga kebutuhan masyarakat
sedikit banyak semuanya terpenuhi,â
kata Patrianusa.
Ketua KPU Bangka Tengah,
Suryansyah membenarkan
pihaknya telah menerima berkas
pasangan Perisai dan Pahala.
Menurut Suryansyah berkas
Pasangan Perisai Bateng, untuk
syarat mutlak sudah lengkap, sedangkan,
Pasangan Pahala formulir
B4 tentang kesepakatan
visi dan misi, belum lengkap,
harus segera dilengkapi paling
lambat, Selasa (28/7) sekitar
pukul 16.00 WIB.
Setelah habis massa pencalonan
ini, ujar Suryansyah,
langkah selanjutnya pihaknya
îîîî îîîîîîîîî îîîîîżîîîî îîî
membuat berita acara, baru
îîîîîîîî îîîîîîî îîîîîżîîîî
syarat calon, seperti ijazah, surat
keterangan KPK, surat tidak
terhutang pajak dan sebagainya.
Perbaikan berkas dilakukan
tanggal 5 hingga 7 Agustus.
Parhan-Markus dan
Sukirman-Sapri
Di Bangka Barat pasangan
Bakal Calon Bupati Bangka
Barat H Parhan Ali dan Bakal
Calon Wakil Bupati Bangka
Barat Markus juga mendaftarkan
diri ke Sekretariat Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Bangka
Barat, Senin (27/7) sore.
Parhan dan Markus
mendapat dukungan dari PDIP,
PAN dan Hanura. Pendaftaran
pasangan ini berjalan lancar
lantaran seluruh pengurus partai
politik hadir di KPU.
Sebelumnya KPU Bangka
Barat juga kedatangan pasangan
Bakal Calon Bupati Bangka
Barat Sukirman dan Bakal
Calon Wakil
Bupati Bangka
Barat Sapri. Pasangan ini
didukung Partai NasDem, Partai
Gerindra, Partai Golkar, dan
Partai Demokrat.
Proses pendaftaran Sukriman-Sapri
ini agak alot dan
memakan waktu, pasalnya salah
satu parpol yang memiliki dualisme
kepengurusan, dimana
salah satunya kepengurusan
Golkar versi ARB tidak hadir
dalam penyerahan berkas
pendaftaran.
Komisioner KPU Bangka
Barat Pardi mengatakan, KPU
memberikan dua opsi dalam
persoalan tersebut. Opsi pertama
Ketua DPD II Partai
Golkar (versi AL) Kabupaten
Bangka Barat M Ali Purwanto
mengatakan, pendaftaran
diterima dengan konsekuensi
dukungan dari Parpol Golkar
dicoret. Opsi kedua jika mereka
tetap ingin berkoalisi, maka
KPU menunggu agar parpol
pendukung melengkapi berkasnya.
Akhirnya pendaftaran
Sukirman-Sapri ditunda.
Belum Ada yang Daftar
Sementara itu untuk Pemilu
Kada Beltim 2015 belum
ada satupun pasangan yang
mendaftar.
PDIP
Kendati demikian
telah menetapkan jago
mereka yakni Basuri Tjahaja
Purnama dan Fezzi Uktolseja.
Sedangkan Dewan Perwakilan
Cabang Partai
Keadilan Sejahtera (DPC PKS)
Kabupaten Belitung
Timur
(Beltim), telah mengantongi
nama pasangan calon Bupati
dan wakil Bupati Beltim,
untuk mengikuti pemilihan
kepala daerah (Pilkada) tahun
2015. Nama calon pasangan
tersebut adalah, Usmandi Andeska
- Musdiyana. Dukungan
terhadap pasangan calon dari
partai Islam itu, kini telah di
sertai dengan surat keputusan
(SK) atau rekomendasi dari
DPP Partai PKS. Sayangnya,
untuk koalisi partai politik
(parpol) tersebut, kini masih
dalam proses komunikasi ke
beberapa parpol.
Untuk calon lain, DPC
Partai Gerindra Kabupaten
Belitung Timur (Beltim),
memutuskan mendukung pasangan
Yuslih Ihza - Burhanudin.
Dukungan itu, menyusul
keluarnya surat keputusan
(SK) dari DPP Partai Gerindra.(ton/ron/*)
×	Ú 7cassandra://CK_JuWu8PYR4l-4EDM027478Z1diINY7hpywZ-h8CtwÍÍ`ĚÍ ×UśuF7ĚvÔÔp¨;×EÚşKomunitas Pelangi
10
SELASA 28 JULI 2015
Paripurna APBD Perubahan
Terancam Ditunda
KORAN BABEL -- Anggota DPRD
Kota Pangkalpinang mengancam
akan melakukan penundaan terhadap
Rapat Paripurna pembahasan
Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah- Perubahan (APBD-P) tahun
2015, yang akan digelar Hari ini, Selasa
(28/7).
Terancamnya penundaan Paripurna
Nota Kesepakatan Kebajikan
Umum Anggaran (KUA) Program
Plafon Anggaran Sementara (PPS)
untuk menentukan APBD-P, lantaran
hingga Senin (27/7) sore kemarin,
DPRD belum menerima data-data
mengenai perubahan berupa
penambahan dan pengurangan di
setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD). Sehingga dengan terpaksa,
anggota Dewan enggan untuk
mengikuti Paripurna Hari ini.
Beberapa Anggota yang mengancam
menunda Paripurna, diantaranya
Sekretaris Komisi 1 Depati
Gandhi, dan Rio Setiady. Kepada
wartawan Depati Gandhi mengatakan
dirinya bersama beberapa
anggota dewan lainnya tidak sudi
mengambil keputusan tanpa mengetahui
apa saja menyangkut masyarakat,
âKami akan tidak akan
mengikuti Paripurna, jika tidak jelas
seperti ini. Bagaimana kami sebagai
wakil rakyat jika kami hanya disuruh
menyetujui saja yang berhubungan
kepentingan rakyat,â tegasnya.
Lanjut Ketua Fraksi Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) ini, dalam
pembahasan APBD-P itu, semua
anggota Dewan tidak memegang
data penambahan dan pengurangan
anggaran yang akan diajukan untuk
APBD-P, âKami tidak mau menerima
begitu saja keputusan tanpa mengetahui
apa saja yang dicoret dalam
APBD-P. Tadi saja (Kemarin -red)
TAPD (Tim Anggaran Pemerintah
Daerah) tidak siap sehingga Banggar
(Badan Anggaran) di deadlock,
padahal Nota Kesepakatan yang
menjadi dasar KUA untuk menjadi
APBD-P,â ungkapnya.
Sementara, Rio Setiady, mengatakan
pihaknya bersama anggota
dewan lainnya sudah sepakat untuk
menunda paripurna bila draf penambahan
dan pengurangan anggaran itu
tidak ada, âKami tidak mau tutup
mata dengan mengikuti paripurna
yang akan menyangkut masyarakat
Pangkalpinang,â kata Rio.
Karena itu, dirinya meminta agar
Pemkot terlebih dahulu menyerahkan
data-data itu dan membahasnya
bersama DPRD, âTidak mungkin
Paripurna bisa digelar sementara
pembahasan tentang anggaran belum
îżîîîîîî´ îîîîîîîî
Memang, kata Politisi Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dalam
îîîîîîîîîî îîîîîîîî îîîżîîî îľîîî
miliar telah bisa dikembalikan ke
angka Nol. Namun, pihaknya tidak
tahu mana saja item yang dicoret dan
ditambah dalam anggaran. Padahal
menurutnya, dirinya sudah menyampaikan
kepada (SKPD) di Pemkot
Pangkalpinang agar dapat memprioritaskan
penggangaran yang langsung
menuju ke masyarakat pada APBD-P
2015.
âAgar setiap SKPD bisa mengatur
setiap anggaran yang telah diajukan
langsung menuju ke yang paling
prioritas sesuai dengan LPMJ. Ini
jangan sampai nantinya kalau dipaksakan
maka akan putus ditengah
jalan, makanya kita ajukan dua
opsi yaitu DPRD yang akan menyisir
sendiri tapi dengan konsekuensi
akan ada penyoretan atau silahkan
SKPD bersama dengan tim TAPD
untuk melihat dan memilih mana
yang lebih prioritas, coretlah yang
tidak penting dan tidak menyentuh
masyarakat contohnya pembangunan
sekolah, masjid dan perbaikan
jalan yang rusak,â tukasnya. (to)
×	Ú 7cassandra://S3bSX4QLYi1_YSIHmegMfiCtJL9KSs8IvhzIIDf6MIMÍ*\Í`ĚÍ ×UśuF7ĚvÔÔp¨<×UśuF7ĚvÔÔp¨;ÍëÍ
´×C×   ÍvÍ
´u××	Ú 7cassandra://J9gFZK_WWCt5T4yZY4fV-z5cMeQozX4SGi_MhSzi9uwÎ Í`ÍAÍľ×	Ú 7cassandra://0pdX68h7P__kd-UGRWHU8_KomjEEXtUl8GMfzDJSPRcÍ(ÎÍ`ĚÍ ×	Ú 7cassandra://TAODUhsWkZxMgFzii9svevh6KW38gNrOrLh3rBf2ua8Î LęÍ Í0Íń×UśuJ7ĚvÔÔp¨@×EÚęKomunitas Pelangi
12
SELASA 28 JULI 2015
Pahala Berikan Perubahan Lebih Baik
SEBELUM mendaftar ke Sekretariat Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Bangka Tengah,
Senin (27/7),
pasangan Ir
Patrianusa
Sjahrun
dan
Habibullah atau Pasangan Pahala terlebih
dahulu Sholat Dzuhur berjemaah di Masjid
Jami Koba.
Usai sholat, Ir Patrianusa selaku Calon
Bupati Bangka Tengah dengan didampingi
sang istri Yuli Patrianusa meminta doa restu
kepada kedua orangtuanya yakni H Sjahrun
Man dan Hj Zamnah Ibrahimdi di rumah
mereka Jalan Keranggan Kelurahan Koba.
Ketika meminta doa restu, kedua orangtuanya
sempat menitikan
air mata sembari melafazkan
Bismillahirrohmanirrohiim.
âSemoga
kamu
menjadi kepala
daerah yang
amanah
terhadap
rakyat, ya
nakâ.
Selanjutnya,
Ir Patrianusa
didampingi
sang istri
menuju kebarisan
panjang arak-arakan
dan menaiki mobil
jeep merah. Pada
barisan belakang
tampak kader,
simpatisan
dan elemen
masyarakat
âBerbuat baik dalam pembangunan, mudah-mudahan banyak dapat
pahalanya. Apalagi mendukung pasangan yang ingin menuju perubahan
lebih baik kedepan tersebut, kami sekarang Pasangan Pahala,â
lainnya. Turut meramaikan, barongsai dan
robana dari Kecamatan Pangkalanbaru berpartisipasi
mengiringi arak-arakan Pasangan
Pahala menggunakan mobil. Kemudian,
pasangan Pahala berhenti di depan Gedung
Serba Guna (GSG) Batengdan berjalan kaki
menuju Sekretariat KPU Bangka Tengah.
Beberapa elit partai politik ikut meramaikan
pendaftaran Pahala. Mereka dari
PDI-P terdiri dari Didit Srigusjaya dan Adet
Mastur Perwakilan DPD PDI-P Babel, lalu
Edi purwanto, Me hoa dan Indra Gunawan
dari DPC PDI-P Bateng. Lalu, Tanwin selaku
Ketua DPW PKB Babel dan Abu Bakar
selaku Perwakilan DPW PAN Babel serta
Herman HM dan juga Rojali anggota DPRD
Bateng dari PAN. Pasangan Pahala sendiri
mendapatkan dukungan dari tiga partai, yakni
PDI-P, PAN dan PKB. Dengan demikian,
mereka didukung oleh delapan kursi DPRD
Bateng terdiri dari lima kursi PDI-P dan tiga
kursi PAN.
Ir Patrianusa Sjahrun mengatakan Pahala
Bateng ingin memberikan perubahan
lebih baik kedepan, mereka melihat banyak
hal-hal yang harus diperbaiki kedepan.
âPembangunan Bateng harus kita lakukan
secara merata, sehingga kebutuhan
masyarakat sedikit banyak semuanya terpenuhi,â
kata Patrianusa kepada KORAN
BABEL
Patrianusa mengajak masyarakat Bateng
yang inginkan adanya perubahan lebih baik
untuk segera gabung Simpatisan Bersama
Pahala (Berpahala).
âBerbuat baik dalam pembangunan,
mudah-mudahan banyak dapat pahalanya.
Apalagi mendukung pasangan yang ingin
menuju perubahan lebih baik kedepan tersebut,
kami sekarang Pasangan Pahala,â kata
Patrinusa.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses Pahala
Edi Purwanto berterima kasih kepada kader
PDI-P, PAN dan PKB serta simpatisan
yang turut menghantarkan pasangan Pahala
mendaftarkan diri ke KPU Bateng.
âAlhamdulillah, tidak disangka ternyata
yang mengiringi kita lebih dari 700 orang.
Artinya, kami melihat masyarakat yang inginkan
perubahan Bateng lebih baik sangat
banyak,â kata Edi.
Edi mengimbau kepada masyarakat
Bateng agar tidak ragu dukung pasangan
Pahala, lalu bergabunglah dengan simpatisan
Berpahala.
âYakinlah, kami akan membawa masyarakat
menuju perubahan lebih baik kedepan
dengan melakukan pembangunan secara
merata tanpa ada sifat-sifat diskriminatif,â
tukas Edi.(adv/ron)
×	Ú 7cassandra://0pdX68h7P__kd-UGRWHU8_KomjEEXtUl8GMfzDJSPRcÍ(ÎÍ`ĚÍ ×UśuJ7ĚvÔÔp¨A×E×UśuJ7ĚvÔÔp¨B×UśuJ7ĚvÔÔp¨AÍěÍ
´,¸KORAN BABEL 28 Juli 2015žNavigasi Negeri Laskar Pelangi×Uśsö.Ľ+UŻ1