׉?4ׁB!בCט  u׉׉	 7cassandra://Q_vHo_41dQxuRy8AQbv7JBJSI32ZOJIZaz2u3b1NOP8 7`)׉	 7cassandra://ZzxAkPaIsdFT2En4WpVDjbp64ZicsJgG7cAUKUY_o6cj=`J׉	 7cassandra://ySHVBGAEkTFa-AgJJMIjH5sVlrzam6yobcXwxTIUdB8%`̰ ׉	 7cassandra://DIAAz-mb4qW0Tmoye_vjGSlCok-5UUYNgGL0gQJd8vw Ul͠[b{䰍W*ט   u׈         נ[b{䰍W* 9ׁH (mailto:sekretariat.stambrosius@gmail.comׁׁЈנ[b{䰍W* _59ׁHhttp://St.AMׁׁЈ׈E[b{䰍W*~׉E@WEB St.AMBROSIUS
Buletin bulanan ini
untuk kalangan sendiri
Edisi 12/II
Februari 2018
MENJALIN UMAT MEMBANGUN IMAN
WARTA AMBROSIUS
SETAHUN
PAROKI
VILLA MELATI MAS
Membangun Tata kelola
Yang Baik dan Benar
EDITORIAL
“Narsis” Juara 1
Festival Green
Christmas
Penghargaan Kecil Yang Besar
Makna
Dogma
Virginitas
Maria
Refleksi Teologis
Dogma-dogma Maria
WARTA UTAMA IMAN KATOLIK
Sudahkah Aku Memutuskan Pilihan untuk Tetap SETIA
Mari pada masa Prapaskah ini kita membangun tobat, berbagi buah pertolongan lewat berbuat kebaikan,
berderma, dan melakukan pelayanan serta menerima sesama dengan sukacita dan damai.
Diterbitkan oleh: Komsos Paroki Villa Melati Mas - Gereja St. Ambrosius. Villa Melati Mas Blok 06/26, Serpong Utara, Tangerang Selatan, 021 - 538 6423
http://serpong.santoambrosius.org/sekretariat.stambrosius@gmail.com
׉	 7cassandra://ySHVBGAEkTFa-AgJJMIjH5sVlrzam6yobcXwxTIUdB8%`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*~בCט   u׉׉	 7cassandra://R_t0UzjpsLhpqyiLeyB6hCnlqB7ALPJxAXzWVd9dgFI ` )׉	 7cassandra://WdwTJZdGHvqYvchfbvGKyMzct-foSLTyLw0X0uliLvcz`J׉	 7cassandra://Xt3V4eO3fFe_lWJMMMdisxW-LGOlfD4gpYLKaGVjOYE `̰ ׉	 7cassandra://LD9yfo8yKFeQLwAgqRf02UvN9cPkW3hI4XPXCvO4e14O@͠[b{䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://oelvf1_i48yz9XD7_HR8OlGon1gt9R5t8HymQdOr1kU C`)׉	 7cassandra://DXW6sFZDIMQ9g_Ym9PMku7HcCvzLhhIQOBlkHrdzGz8t`J׉	 7cassandra://5RT6Go3EeqlpmtwpBJ14csemYh0uBOfWu1vOk2IlDYY`̰ ׉	 7cassandra://2MmvGUcwbRxKUDvxYJBoYFpipUF-gFyzgWQm4JCL11YJ ͠[b{䰍W*׉EEDITORIAL
SETAHUN PAROKI VILLA MELATI MAS
Membangun Tata Kelola Yang Baik dan Benar
S
etahun sudah usia Paroki Villa Melati
Mas (VMM), yang diresmikan pada
26 Februari 2017, mengarungi
perutusannya bersama umat Gereja
Santo Ambrosius. Syukur kepada Allah karena
umat dapat berhimpun dalam satu Paguyuban
menjalankan tuga-tugas liturgia, kerygma,
koinonia, diakonia dan martyria. Banyak
buah karya pelayanan yang telah kita toreh
bersama dan menjadikan kaleidoskop Paroki
VMM sederetan cerita yang membanggakan.
Biarlah yang membuat kita bahagia saja yang
kita upload untuk kita jadikan status, agar dapat
menjadi GPS dalam menyusuri perjalanan ke
depan.
Gereja St. Ambrosius yang semula hanya
memiliki beberapa kelompok koor, kini semua
Lingkungan (45 Lingkungan) harus bertugas
koor dalam Misa. Semula hanya ada 3 Kelompok
BIA, kini sudah lebih dari 10 Kelompok BIA di
Lingkungan atau Wilayah. Petugas dekorasi
Altar saat ini diserahkan kepada masing-masing
Pengurus Lingkungan Hidup di Lingkungan.
OMK tidak lagi terpusat di Paroki, namun
di masing-masing wilayah telah terbentuk
susunan pengurusnya, bahkan sebagian telah
menjadi panitia Meet and Greet di Paroki. Dan
masih banyak lagi buah-buah pelayanan yang
berorientasi kepada Lingkungan atau fungsi
Organigram Terbalik di Paroki Villa Melati Mas
telah berjalan.
Masih melekat dalam ingatan kita, bagaimana
perjuangan membangun Rumah Allah di
Paroki VMM yang begitu berat, baik karena
perijinan maupun pembiayaan. Ketika Gereja
itu telah berdiri, kini seolah memperoleh bonus
hadiah yang turun dari langit karena kita
mampu membangun Gua Maria. Kemurahan
Tuhan ini kita angkat dalam editorial bukan
2 WARTA AMBROSIUS
kesombongan semata, namun sebagai rasa puji
syukur kepada Allah yang tak ternarasikan oleh
bahasa apapun, karena kita memperoleh begitu
banyak kemudahan, banyak umat yang taat azas,
banyak umat bersemangat dalam kehidupan
menggereja dan banyak umat terlibat dalam
setiap kegiatan Gereja. Dan kemurahan yang tak
terbayangkan, Paroki Villa Melati Mas mendapat
kiriman dari Keuskupan Agung Jakarta, seorang
Nakhoda yang piawai, tegas, visioner dan
panjang akal. Bagai seorang Master pesulap,
dalam sekejap, Pembangunan Gedung Karya
Pastoral yang membutuhkan biaya sangat besar,
di tangan Romo satu ini, tinggal menghitung
hari, sebentar lagi akan berdiri.
Setahun Paroki Villa Melati Mas di bawah
Penggembalaan Romo Yosef Natalis Kurnianto
Pr., jujur, banyak arahan yang mengejutkan
dan membawa perubahan ke arah Tatakelola
Gereja yang baik, benar dan taat azas. Untuk
itu, sebagai domba yang baik selalu mengikuti
gembala yang baik. Walaupun terkadang mahal
senyum ketika kita santun didepannya, atau
tak murah pandang ketika kita sapa, dan tak
pernah menatap ketika kita berharap. Ah....
mengapa harus repot, mungkin beliau sedang
dalam pergumulan karena terkadang umat bisa
menjadi biang penggoda.
Mari kita terus bersemangat dalam kehidupan
menggereja, menjaga kekudusan gereja,
terus melakukan pewartaan, menghadirkan
persekutuan, meningkatkan pelayanan dan
selalu memberi kesaksian sebagai murid-murid
Kristus. (ETS)
׉	 7cassandra://Xt3V4eO3fFe_lWJMMMdisxW-LGOlfD4gpYLKaGVjOYE `̰ [b{䰍W*׉EKetaatan yang
Membawa Keselamatan
Renungan 25 Februari 2018
Bacaan:
Kejadian 22:1-2, 9a, 10-13, 15-18
Mazmur 116:10,15,16-17, 18-19
Roma 8:31b – 34
Markus 9:2-10
M
enurut Badan Kesehatan Dunia,
sebanyak 22% korban tewas
dalam kecelakaan adalah
pejalan kaki. Penyebab yang
terbanyak ternyata ke-tidak-hati-hati-an
pejalan kaki sendiri. Salah satunya adalah
keengganan menggunakan fasilitas
jembatan penyeberangan orang (JPO).
Keberadaan JPO kadang dianggap merepotkan.
Betapa tidak, tujuan sudah tampak
di seberang jalan tapi kita tidak bisa begitu
saja menuju ke sana. Jika sedang terburu-buru
atau cuaca terik, jarak menuju JPO
yang hanya beberapa meter saja bisa jadi
berkilo-kilo meter rasanya. Beberapa orang
memilih untuk langsung menyeberang dan
bikin lalu lintas jadi semrawut. Sekali dua
kali dia selamat, tapi berikutnya siapa tahu?
Karenanya, setiap manusia dituntut untuk
taat pada aturan.
Injil Markus hari ini mengisahkan peristiwa
transfigurasi, saat Yesus berubah rupa
dan dipenuhi cahaya kemuliaan di atas
gunung. Yesus tampak berbincang dengan
Elia dan Musa. Kejadiannya sungguh
indah, membuat
Petrus, Yakobus, dan
Yohanes terkesima. Petrus bahkan punya
ide membangun kemah di sana. Enam hari
sebelum Yesus dan ketiga muridnya naik
gunung, Ia memberitakan tentang Anak
Manusia yang harus menderita, dibunuh,
dan bangkit kembali. Yesus juga mengatakan
bahwa syarat untuk mengikuti Dia
adalah penyangkalan diri dan mau memikul
salib. Ketaatan serupa pernah dilakukan
Abraham saat hendak menjadikan Ishak
sebagai korban bakaran demi mengikuti
kehendak Allah (Kej. 22:12). Betapa pedih
hati Abraham saat itu.
WARTA UTAMA
WARTA UTAMA
RENUNGAN
Masa Prapaskah
adalah saat refleksi diri.
Seringkali kita serupa
Petrus, maunya serba
indah dan nyaman saja.
Tidak mau tahu bahwa
situasi seperti itu tidak
terjadi begitu saja. Harus
diupayakan, bahkan
jika perlu mengorbankan
ego pribadi.
Berat memang. Namun Allah tidak akan
pernah meninggalkan umat yang dikasihiNya
(Rm 8:31b). Di tengah rutinitas dan
berbagai kendala yang ada, mari buka hati
dan pikiran untuk mendengarkan suara
Tuhan dan mematuhiNya (Mrk 9:7). Ketaatan
pada Allah memampukan kita menjadi
manusia baru dan menjadi saksi atas
keselamatan yang telah diberikan. (ET)
WARTA AMBROSIUS
3
׉	 7cassandra://5RT6Go3EeqlpmtwpBJ14csemYh0uBOfWu1vOk2IlDYY`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://fPIYjBu5riXdAjteiW1x9Gd8VCrzr_IZrTq8Hl_skFs `)׉	 7cassandra://_vupsv-EQf_rVv7KcsT-X6jMw3uQuKgdbMnVmDqdabgfk`J׉	 7cassandra://x9XnaNvYshqhUBpqTb6w_ev2l2kSzo9WdQcn0ZZoIuQz`̰ ׉	 7cassandra://-BYBadZ6AViOw_6e5fHKbtRmAA6XI3C8B3CAvEVl3HA͟T$͠[b|䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://efUUwz1i4toff1bz-6nQIGJUCei8O_q7X7RaknFOK3g `)׉	 7cassandra://EDAJA2DAjHrHe3OznuIqq-3bBwoCA9TbqWrvvf527Pgo`J׉	 7cassandra://1fkrzcHRlTIPd87vLEEb3qz_vZxdMqWb70q86LKIlQo`̰ ׉	 7cassandra://yT02FaVENigpfvjy_7E_QoOK6gTRJB9STYzd4f6txCM>͠[b|䰍W*׉E	ww
WARTA UTAMA
Sudahkah Aku Memutuskan
Pilihan untuk Tetap SETIA
Oleh: Romo Rafael Yohanes Kristianto Pr.
“Di mana imanku? Bahkan jauh di dalam hatiku tidak ada apa-apa selain kekosongan.
Jika [memang] ada Tuhan — tolong ampuni aku.”
I
tu merupakan ungkapan Ibu Teresa sejenak
setelah pelajarannya di tempat kumuh di
Kalkuta dimulai. “Buat apa aku berkarya?
Jika tidak ada Tuhan,
[maka]
tidak bisa
ada jiwa. Jika tidak ada jiwa maka, Yesus,
Engkau juga tidak benar [‘tidak ada’]. Aku
diberitahu bahwa Tuhan hidup di dalam aku
- namun realitas dari kegelapan, kedinginan
dan kekosongan begitu dalam sehingga tidak
ada apapun yang menyentuh jiwaku. Aku
ingin Tuhan dengan semua kekuatan jiwaku
- namun di antara kita ada keterpisahan
yang mengerikan.”
Itulah beberapa kisah
yang dialami oleh Santa Teresa dari Kalkuta
dalam buku “Come be My Light” yang berisi
kumpulan surat yang ditulis Santa Teresa
selama 66 tahun dalam pergumulan batinnya
yang seolah-olah menjalani dua dunia. Satu
dunia tentang kasih, damai dan kemuliaan.
Dunia yang lain yaitu tentang perasaan
gersang dimana Sang Kuasa telah pergi.
Itulah
gambaran
kegelapan
dalam iman
(Dark Night of the Soul) yang dialami oleh
seorang Ibu Teresa dari Kalkuta, yang sudah
dikanonisasi menjadi Santa pada September
2016 yang lalu oleh Paus Fransiskus. Ternyata
4 WARTA AMBROSIUS
kisah hidup orang suci dibalik layar begitu
mencekam, bahkan sampai mempertanyakan
eksistensi Tuhan Sang Pemberi Kehidupan.
Maka tidak heran jika kita sebagai manusia
biasa dan penuh keterbatasan seringkali jatuh
ke dalam pencobaan. Namun di balik kisah
Santa Teresa dari Kalkuta, saya mengajak
Anda untuk menimba apa yang dilakukan oleh
Santa Teresa dalam pergumulan imannya
itu, yaitu ia tetap setia kepada Tuhan dalam
doa-doanya –kepada Sang Pemberi Harapan
itu – dan tetap setia melakukan karya kasih
kepada mereka yang miskin dan tersingkir,
kendati
tidak merasakan kehadiran Tuhan
dalam hidupnya. Itulah yang membedakan kita
dengan orang suci, yaitu PILIHAN untuk tetap
SETIA kepada Tuhan. Di saat itulah manusia
mengalami taraf spiritual yang tinggi. Yesus
pun ketika dicobai di padang gurun tetap
mengutamakan pilihan-Nya untuk tetap setia
pada kehendak Bapa. Yesus tidak membiarkan
Diri-Nya
untuk
(godaan-godaan)
yang
terlena
yang
tidak
pada
populer
pilihan
menawarkan
lain
hal
yang lebih menarik, tetapi Ia tetap setia pada
pilihan
dibandingkan
dengan godaan yang ditawarkan iblis (kuasa,
׉	 7cassandra://x9XnaNvYshqhUBpqTb6w_ev2l2kSzo9WdQcn0ZZoIuQz`̰ [b{䰍W*׉EWARTA UTAMA
harta, dan kesombongan/ pengakuan diri).
Pilihan untuk tetap setia kepada Tuhan adalah
satu langkah menuju pada pertobatan sejati.
Pertobatan berarti perubahan sikap menjadi
lebih baik dan bergantung/ berpasrah pada
Tuhan. Perubahan yang dimaksud adalah
perubahan hati dan pikiran yang membawa
diri semakin dekat dengan Tuhan, dan kepada
sesama yang ditampakkan lewat perbuatan.
Surga adalah tempat Allah tinggal. Ke sana
semua orang beriman yang bertobat, percaya
dan setia akan dibawa. Jalan menuju ke
Kerajaan Allah (surga) ini adalah jalan hidup
yang benar, baik, setia dan pertobatan terusmenerus.
Banyak
orang lebih mengandalkan pikiran
dan perbuatannya dalam menjalani masa
Prapaskah atau masa
berpikir bahwa dengan berbuat baik dan
berderma, pertobatan sudah terjadi. Akhirnya,
mereka merasa tidak perlu lagi pergi mengaku
dosa atau merayakan Sakramen Tobat.
adalah satu kekeliruan kecil yang berdampak
besar. Derma dan
kebaikan
yang
sudah
dilakukannya tidak salah, tetapi ada satu sisi
terpenting yang diabaikan dalam perbuatan
tersebut, yaitu HATI.
Ada
pepatah mengatakan, “Kepala
yang
penuh pengetahuan tidak akan lebih hebat
daripada hati yang penuh iman.” Pikiran dan
kebaikan akan membawa kita ke depan pintu
surga, tetapi hati yang bersih akan membawa
kita memasuki pintu surga. Apakah kita
hanya mau sampai ke pintu surga saja?
Pertobatan yang sejati juga melibatkan hati
manusia sebagai pusat hidup manusia. Maka
ketika manusia mau melakukan pertobatan
yang sejati haruslah melakukannya dengan
sepenuh hati. Bertobat merupakan sikap
batin yang diilhami oleh Roh Kudus untuk
menata hidup berbalik dari hidup yang buruk
ke hidup yang lebih baik. Dalam pertobatan
ada proses yang rela untuk menelanjangi
diri
sendiri. Menepis
jujur
tanpa
rasa malu,
topeng
gengsi,
harga diri masuk ke pengadilan hati nurani
yang
kepura-puraan.
Pertobatan datang dari Allah. Yesus ingin kita
hidup jujur
tanpa kepalsuan, menampilkan
diri apa adanya hingga akhirnya kita dapat
menikmati Kerajaan Allah itu. Dalam memulai
masa Prapaskah ini kita diajak untuk berani
membuka hati kita kepada Allah, membuka
segala tirai kepalsuan yang selama setahun
ini kita simpan baik-baik. Kesombongan, iri
hati, dengki, malas, cuek, mementingkan diri
sendiri, pertikaian, keserakahan, dan lain
sebagainya yang membuat kita tertutup akan
Kabar Gembira Allah.
Sebagai orang yang sudah dibebaskan dari
belenggu
dosa melalui
pertobatan,
atau
sebagai orang yang telah merdeka (dari dosa)
dan dilimpahi rahmat Allah, marilah kita
juga meneladan, atau paling tidak mengikuti
jejak Kristus yang setia. Bagaimana kita
bisa berlatih terus-menerus untuk
setia?
tobat ini. Mereka
Ini
Salah satu jawabannya dapat kita temukan
dalam Surat Pertama Rasul Petrus, yaitu
dengan terus-menerus mengasah suara
hati (1Ptr 3:21). Suara hati kita selalu
menyerukan kepada kita untuk mencintai
dan melaksanakan apa yang baik, dan untuk
menghindari apa yang jahat. Supaya hati
nurani kita semakin peka, menurut St. Petrus,
tidak cukup dibentuk dengan usaha manusia,
tetapi mesti dimohonkan rahmat Allah. Oleh
karena itu, selain mohon kepada Tuhan agar
kita dapat mengalami dan merasakan kasih
setia Allah yang tanpa batas, marilah kita
juga mohon rahmat Allah agar hati nurani
kita semakin peka dalam membedakan mana
yang benar – mana yang salah, mana yang
baik – mana yang jahat. Dengan bimbingan
hati nurani itu yang dipenuhi rahmat Allah, kita
semua dimampukan untuk mengendalikan
diri sehingga tidak mudah jatuh ke dalam
dosa sekaligus semakin digerakkan untuk
lebih banyak lagi berbuat baik dalam tindakan
sehari-hari
kita. Di
situlah kita bersaksi
menjadi anak-anak Allah yang merdeka dari
belenggu dosa.
Karena itu, mari pada masa Prapaskah ini kita
membangun tobat, berbagi buah pertolongan
lewat berbuat
melakukan
kebaikan,
pelayanan
serta
berderma, dan
menerima
sesama dengan sukacita dan damai. Semoga
pertobatan yang kita lakukan ini menghasilkan
buah yang berlimpah-limpah sehingga orang
lain juga dapat merasakan buah itu. (WAB)
WARTA AMBROSIUS
5
׉	 7cassandra://1fkrzcHRlTIPd87vLEEb3qz_vZxdMqWb70q86LKIlQo`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://5rQIFImm5Y1uT1-snmJa7RXkOP_3nE7c5gUQbncdAh0 L`)׉	 7cassandra://az6H1tqcPyxF6vsO0Nt9-oaoa5e6l9mYEk0ABEt4HMApk`J׉	 7cassandra://_Pz99kxA2cEW6G27_7KMRa0YHWFSvQe_ULrlY29c57U'W`̰ ׉	 7cassandra://rswJOyuUTTW6Cf-3E5R0vzwc49wRCDl0mk6be9qz_PE R0͠[b|䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://vCiNf7R77JKm1qnUONWRtwUNW8-khuYkI6hh3u6cjME ^`)׉	 7cassandra://A34cAbQ5kWb13oQrkDCiOA8SrMSpgYY09YZbh2WBBR4v`J׉	 7cassandra://5Pzy1Y9_G58QWiKwW8DBCpJTADkvHCzNw4re4ALjucg(~`̰ ׉	 7cassandra://XW1Sorfk6DuZzOEBsBwBWZiC6RyB0PL_GrFx5CGjg-o i(͠[b|䰍W*׉ESETAHUN SUDAH
MENJADI PAROKI
SETELAH SETAHUN
MENJADI PAROKI
2
KALEIDOSKOP 26/2
KALEIDOSKOP
26/2-2017 s/d 2018
1
GEREJA KATOLIK
SANTO AMBROSIUS PAROKI VILLA MELATI MAS
ERAVAAN EKARISTI
VILLA MELATI MAS, BLOK 0-6 No. 26, SERPONG UARA, TELP. 021-5386423
TANGERANG SELAN 15323

SABTU
MINGGU
MISA HARIAN
SENIN s/d SABTU
JUMAT PERTAMA : Pk. 19:30
:
:
PK. 17:00
PK. 08:00
: PK. 06:00
13
12
1) Menjadi Paroki Mandiri, 26 Feb 2017
2) Pelatihan-pelatihan
3) Pelantikan Dewan Paroki Pleno, 8 Jun 2017
4) Retret Pengurus Lingkungan, Tim Bidang dan OMK
5) Misa & Kunjungan DPH ke Lingkungan
6) Peluncuran Gemati, 24 Okt 2017
7) Satu Tahun Pesta Nama St. Ambrosius, 13 Des 2017
11
10
9
PK. 17:00
6 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://_Pz99kxA2cEW6G27_7KMRa0YHWFSvQe_ULrlY29c57U'W`̰ [b{䰍W*׉El3
4
14
5
8) Lomba Profil Lingkungan, 18 Des 2017
9) Pemberkatan Goa Maria Bunda Pemersatu, 31 Des 2017
10) Membuka Tahun Persatuan, 7 Jan 2018
11) Penetapan Logo Paroki Baru, 14 Jan 2018
12) Penyambutan Romo Rafael Y. Kristianto Pr, 20 Jan 2018
13) Jadwal Baru Misa Kudus Gereja St. Ambrosius, 24 Feb 2018
14) Pengakuan Dosa di Lingkungan.
6
7
8
WARTA AMBROSIUS
7
׉	 7cassandra://5Pzy1Y9_G58QWiKwW8DBCpJTADkvHCzNw4re4ALjucg(~`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://cby8WhryUJg6-VlieyS9cf4GTiErytd3raZ6E0P427g ֡`)׉	 7cassandra://jK8tdepbOCgseyOkffTOCU82f-q8uGOf2INCI0mrfBg[`J׉	 7cassandra://6l99dv3Cwpr_OkYFA9HN4jCASAaoAXfC3Gr67p6vGZcv`̰ ׉	 7cassandra://pZTgbWM-Ris8wr9Z5smgGyXUce163POW0PFM7JPoxvw͔Q ͠[b|䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://J9NRRMXJSKrdk22IrGQSN-xGTeySNF7xfOYBEX8KK04 `)׉	 7cassandra://s0VgvMUVzjwZr38rBXrDOipD3w6F8cvVKhhUxZFLmnwu`J׉	 7cassandra://dUXmrZ-oPJSre1eR2MyRdTuz3tox8RPJP7yYbC5mdV8"D`̰ ׉	 7cassandra://vIhOe0_BSSiAq77OlPo4q-R_IIB-ObPI1GqGk7_mqP4ø ͠[b}䰍W*׉EWARTA UTAMA
“Narsis” Juara Satu
Festival Green Christmas
Fotobooth 2018 KAJ
M
enjelang ultah Paroki Villa Melati Mas
(VMM) yang pertama, kita mendapat
kabar
yang
dari KAJ
dilaksanakan
melalui
berupa
sebagai pemenang terbaik pertama
pembuatan
Penghargaan kecil yang besar makna
Penghargaan yang kita terima tentunya menjadi
kebanggaan. Untuk itu bolehlah “narsis” sedikit
atas prestasi yang diterima oleh Gereja St.
Ambrosius. Padahal penghargaan itu tidak
sehebat penghargaan Academy Award sebagai
film/video terbaik atau sebesar penghargaan
“Kalpataru” sebagai prestasi lingkungan hidup.
Namun penghargaan itu sangat besar artinya
karena menjadi
potret Paroki seberapa jauh
umatnya mampu bekerjasama dengan seluruh
elemen Gereja dan peduli terhadap lingkungan.
Apabila melihat kriteria dalam Festival Green
Christmas Fotobooth, semula Komsos pesimis
terhadap
Karena Gereja
persiapan Gereja St. Ambrosius.
tidak mempersiapkan
apa untuk lomba, sementara
8 WARTA AMBROSIUS
sisa waktu
pendaftaran tinggal 5 hari. Panitia Natal hanya
Bersambung kei hal. 11
apaFestival
“Green Christmas Fotobooth Th 2017
Keuskupan Agung Jakarta”.
Christmas Fotobooth yang kemudian di upload
di youtube.
menggembirakan
penghargaan
dalam
Lomba tersebut
video
berkarya untuk kemeriahan menyambut pesta
Natal dan bukan khusus mempersiapkan untuk
kompetisi.
yang
kredibel
Sebuah video dokumenter yang
lengkap,
baik adalah video yang mampu menampilkan
gambaran
atau
terpercaya dan indah atau enak ditonton.
Namun, setelah Komsos meneliti kembali dan
mempelajari persyaratan dalam pembuatan
video lomba, melihat semangat Romo Natalis,
dan berkoordinasi dengan DPH Bapak Alex
Pariera dan Bapak Effendi serta kesiapan
Panitia Natal untuk mengumpulkan data-data
maka Tim Komsos mulai optimis terhadap
karya Gereja yang telah dilakukan.
Kita menang karena tata kelola Gereja yang
baik
Persyaratan dalam Festival Green Christmas
Fotobooth
cukup
banyak
dan
harus
dipersiapkan kurang lebih 6 bulan apabila
ingin menghasilkan suatu karya yang benar
dan bagus.
Sementara keikutsertaan Paroki
VMM dalam festival hanya dipersiapkan 5 hari,
namun bisa meraih tempat pertama atau juara
pertama.
Pertanyaannya mengapa dengan persiapan
secepat itu dapat meraih prestasi? Jawabnya
sangat
simpel,
karena
persyaratan
atau
׉	 7cassandra://6l99dv3Cwpr_OkYFA9HN4jCASAaoAXfC3Gr67p6vGZcv`̰ [b{䰍W*׉E,Releksi Teologis Dogma-dogma Maria
(Bagian-2)
“DOGMA VIRGINITAS MARIA
(KEPERAWANAN MARIA)”
Oleh: Herman F. Pangemanan
D
perumusan dogma oleh Gereja
kesempatan
ogma keperawanan Maria yang
melahirkan Yesus merupakan dogma
kedua yang dihasilkan bukan oleh
keputusan konsili, melainkan oleh aneka
pelbagai
di
yang dengan jelas menegaskan
iman akan keperawanan Maria - Maria’s Virginal
Conception of Jesus (Kathleen Coyle, Mary in the
Christian Tradition, ibid., hlm. 26).
Dasar dari aneka rumusan dogma Gereja itu
sebenarnya bertumpu pada dogma utama
tentang keesaan Ilahi dari Yesus di dalam Allah,
yang dihasilkan
konsili awal, yi: Konsili Nicea (325), Konsili
Konstantinopel I (381), Konsili Efesus (431),
dan Konsili Chalcedon (451). Rumusan-rumusan
dogma Gereja menyatu dalam iman yang sama
bahwa dengan keilahian dalam Yesus yang
Maria melahirkan Yesus atas kuasa Roh Kudus
tanpa campur-tangan benih lelaki (Luk. 1: 26-38;
Mat. 1: 18-25). Matius dan Lukas memberitakan
seluruh proses kelahiran
Yesus dari Maria
benar-benar
tindakan Allah semata karena
kemauan Ilahi yang ingin memberi rahmat dan
keselamatan bagi manusia lewat Sang Mesias
yang berasal dari hakikat-Nya sendiri.
secara bulat oleh empat
(a) Virginitas ante partum: Paham biblis bahwa
Jesus lahir dari Maria oleh kuasa Roh Kudus tanpa
peran manusia (benih suami: St. Yosef) benarbenar
testimony para pengarang Injil. Testimony
biblis itu mengandaikan bahwa keperawanan
Maria ada dan berlangsung bahkan sebelum
proses kelahiran Yesus. Testimony biblis tentang
keperawanan Maria sebelum seluruh proses
pelahiran Yesus itu dikenal
di kalangan teolog biblis
sebagai virginitas ante
partum
sebelum
(keperawanan
pelahiran).
Artinya Maria diimani
perawan sejak sebelum
terjadinya pelahiran Yesus
dan tetap perawan dalam
perkawinannya dengan St.
Yosef.
Keperawanan Maria secara
biologi ini diimani oleh
hampir semua teolog
(kecuali Tertullianus)
maupun umat beriman
sejak abad kedua hingga
abad
ke-18
semata-mata inisiatif Allah (yang rela menjadi
Firman nyata dalam kedagingan Yesus), maka
konsekuensinya adalah Maria benar-benar Bunda
Allah, Sang Theotokos yang membawa kelahiran
Sang Ilahi.
Dari pengakuan iman ini, maka berkembang
pandangan teologis baru di abad-abad pascaempat
konsili awal itu, bahwa Maria yang
mengandung dan melahirkan Yesus adalah
tetap perawan (virgin) dalam seluruh proses
itu. Dasar pengakuan iman ini bersumber dari
testimony biblis sendiri yang menegaskan bahwa
London: Geoffrey Chapman,
1974,
(Raymond
E. Brown, The Virginal
Conception and the Bodily
Ressurection
of
hlm.
Jesus,
28).
Iman Gereja ini diteguhkan oleh para teolog dan
pemikir Gereja yang mendasarkan keperawanan
Maria pada testimony dari para pengarang Injil.
(b) Virginitas in partu: Literatur-literatur di luar
iman Gereja lalu memberi masukan baru, bahwa
keutuhan keperawanan Maria berkat inistiatif
semata-mata Allah itu harus mengandaikan
bahwa keperawanan Maria itu juga terjadi pada
saat kelahiran itu sendiri. Mereka dengan ini
memperluas dan mempertegas kekuatan makna
keperawanan. Dan para teolog lalu menyebut ini
IMAN KATOLIK
WARTA AMBROSIUS
9
׉	 7cassandra://dUXmrZ-oPJSre1eR2MyRdTuz3tox8RPJP7yYbC5mdV8"D`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://K6EQ-u6vOG3GS8BTezYo4yR-7BQ-KA-W5eWf2-ooHGA  `)׉	 7cassandra://dfW5jRSaq0Tsh4nBqlFY_n5Mg1hz4n6ukaiWnJ0XEzwrZ`J׉	 7cassandra://LDlEbw8sGC4k8wZG7qjWzCDgL0KuQa6XsH8hw1h7ylI"e`̰ ׉	 7cassandra://R3DAuy1UzQJ_fCJwxzOZyuFqOFRTeU-zOUEogL3dKh4 ͠[b}䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://V0_fKAKllV6GepkuepdIFdb-HVE_PJgNETL9uAYzWQQ `)׉	 7cassandra://acRSiQeWkRWTpvrqM9dzXAbInC2Ok-UcFB6uTq86rKMu`J׉	 7cassandra://iW0CjErMmZcMPlwWd8grk5nTOp7ZYA2tlLx1Vmgc06Y"`̰ ׉	 7cassandra://FUAda25KUCxMJh7R2Z2_UDJJPuAO7y1SU0hsNebMrqo6 ͠[b}䰍W*׉E@Virginintas in partu - keperawanan saat proses
pelahiran (Kathleen Coyle, Mary in the Christian
Tradition, ibid., hlm. 28).
Wacana iman yang baru ini tampaknya tidak
menimbulkan keberatan bagi umat beriman,
meskipun hal ini tak ditegaskan dan tak muncul
di dalam testimony para pengarang Injil. Karena
tidak bertentangan dengan iman Gereja, maka
pengertian ini diterima saja oleh umat beriman
maupun para teolog sendiri atas dasar keluasan
makna keperawanan Maria itu sendiri.
(c)
Virginitas post partum: Meski pengertian
kedua Virginitas in partu di atas dipandang tak
bertentangan dengan ajaran iman, toh para Bapa
Patristik tidak ingin mencampur-adukkan paham
Gereja dengan yang dari luar. Karenanya, Bapabapa
Patristik lalu membuat penegasan bahwa
Maria tetap perawan di seluruh hidupnya, dengan
itu mencakup masa sebelum proses pelahiran,
masa pelahiran sendiri, hingga seterusnya sesudah
pelahiran itu di masa hidup Maria (Kathleen
Coyle, Mary in the Christian Tradition, ibid., hlm.
28). Kaum teolog biblis menyebut ini dogma
Virginitas post partum - keperawanan sesudah
proses pelahiran.
Dengan lahir dan berkembangnya iman yang
baru tentang keperawanan Maria yang luas, maka
para bapa konsili secara resmi menegaskan hal
ini sebagai dogma. Pada Konsili Lateran tahun
649, Bapa-bapa Gereja menyatakan dogma iman
atas keperawanan Maria yang mencakup masa
sebelum pelahiran, saat pelahiran, dan sesudah
pelahiran Yesus
(Denzinger Schonmetzer,
Enchiridion Symbolorum Definitionum
Declarationum 503, dalam buku The Christian
Faith, oleh J. Neumer dan J. Dupuis, eds., London:
Collins/Liturgical Press, 1983).
Paus Paulus IV (1555-1559),
ketika diangkat
sebagai Paus segera menegaskan lagi dogma
keperawanan Maria dari Konsili Lateran dalam
Konstitusinya bernama Cum Quorumdam
Hominum (7 Agustus 1555). Dan Katekismus dari
Konsili Trente ikut menegaskan keperawanan
Maria menyeluruh itu (Mark l. Miravalle,
Introduction to Mary: The Heart of Marian
Doctrine and Devotion, Goleta, CA: Queenship
Publishing, 2006, hlm. 58-59). Dan Paus Pius XII
juga dengan tegas menyatakan keperawanan
Maria menyeluruh itu dalam ensikliknya tentang
Tubuh Mistik Kristus tahun 1943, diikuti oleh
penegasan sama dari Konsili Vatikan II dalam
Lumen Gentium No. 52 dan 57, yang menyebut
Bunda Maria sebagai “glorious ever Virgin Mary’
(in Perpetual Virginity). Iman atas keperawanan ini
dijelaskan panjang lebar oleh Katekismus Gereja
Katolik (No. 484-507: Ende, 1995, hlm. 154-160)
Pasca-dogma Virginitas Maria yang bernuansa
keperawanan biologis ini, para teolog biblis
kini menempuh pemikiran baru yang mulai
menekankan unsur keperawanan yang lebih
bernuansa kesucian/kekudusan spiritual-moral
Sang Bunda sejak awal. Totalitas keperawanan
Maria mulai diselami lebih dari sekedar aspek
biologis saja melainkan aspek moralitasnya yang
giat digeluti dalam dogma modern. (WAB)
10 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://LDlEbw8sGC4k8wZG7qjWzCDgL0KuQa6XsH8hw1h7ylI"e`̰ [b{䰍W*׉ESambungan dari hal. 8
penilaian lomba dapat kita penuhi semua.
Ada persyaratan dalam video harus nampak
melibatkan
semua
umat Paroki
termasuk
Pastur, DPH dan umat. Tentu saja ini hal yang
mudah dipenuhi oleh Paroki VMM karena Paroki
VMM sudah terbiasa saling bekerjasama dan
melibatkan seluruh elemen Gereja.
terlibat mulai dari OMK, Lingkungan,
Persyaratan
lain
adalah
Tim Bidang, DPH dan Pastur bekerjasama
menyelenggarakan Raka.
harus melibatkan
umat yang peduli dengan lingkungan hidup.
Paroki VMM telah konsen pada lingkungan
hidup dengan membentuk Tim Lingkungan
Hidup di setiap Lingkungan sejak bulan Juni
2017. Ketika Panitia Natal yang terdiri dari 6
Lingkungan (Lingkungan St. Kristoforus, St.
Maria, Keluarga Kudus, St. Yudith, St. Gisela,
dan St. Yulius)
secara otomatis memiliki
visi
atau
lingkungan hidup, sehingga ada lomba
tidak,
dalam setiap
karyanya selalu
berorientasi pada kesadaran akan pentingnya
lingkungan hidup. Seperti yang selalu kita lihat
dalam dekorasi altar setiap Minggu selalu
menggunakan tanaman hidup, demikian juga
pada
saat
dekorasi Natal,
lingkungan menjadi pilihan.
konsep
Sebagai
contoh saat Raka (Rapat Karya), semua elemen
Gereja
Persyaratan yang berat adalah persyaratan
dokumen,
yaitu
semua
dokumen.
perencanaan hingga terwujudnya fotobooth
harus memiliki
kegiatan
Lagi-lagi
media rekam.
dari
bagi
Paroki VMM tidak menjadi masalah karena
kebijakan Paroki
ada dokumen berupa foto-foto proses dari
perencanaan hingga pembangunan fotobooth.
Terlebih di tunjang oleh Warta Ambrosius yang
selalu rajin mengekspose
sehingga
bagaikan
sebuah
telah membiasakan dengan
Setidaknya semua kegiatan
kegiatan Paroki,
perpustakaan
yang tingggal memilih dokumen apa yang
dibutuhkan.
Penghargaan dapat menjadi sebuah dokumen
pengakuan atas
prestasi
yang diciptakan,
oleh karenanya Paroki Villa Melati Mas yang
telah mendapatkan prestasi selayaknya harus
dipertahankan dengan cara terus menjaga
tatakelola gereja yang baik sesuai dengan visi
misi Gereja, dan terus melakukan tanpa henti
sampai terbentuknya habitus tata kelola gerja
yang baik. Penghargaan itu merupakan hasil
usaha kita dalam membangun tata kelola
Gereja secara konsisten dan penuh dengan
komitmen yang tinggi.
Selamat,
ramah
ini adalah
usaha dan prestasi kita semua. (ETS)
WARTA AMBROSIUS
11
׉	 7cassandra://iW0CjErMmZcMPlwWd8grk5nTOp7ZYA2tlLx1Vmgc06Y"`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://dAy2wrFiDL_SWXhIUbd61OR7pz_80q1jrp0Ec0hVAJM `)׉	 7cassandra://p0vg7iZLsKiyjkr_L92k2C4nIwgKYVwyX9ydxQEm8fgO`J׉	 7cassandra://5GnQLi7gJXvHYflST9Oqw1SfCNzLy2ABoqrdxrDBTD4`̰ ׉	 7cassandra://hBb9rLqFZCCvtg__tTzaeXCPIb4Vs0R_TZZeHnp6-pA k8͠[b}䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://oA7RvPck4AZ0bTTGz9gzv4dO3RaDNkU5VwAXR_kgpKU `)׉	 7cassandra://vVpzO8fKmHtOzzzuoXu3UPpM3E6oJVCS-BDllcdwgdEvA`J׉	 7cassandra://sD0fcoPFJ704ANeKxrqf4sl04K4N-6HajWxkoMZ1rQU`̰ ׉	 7cassandra://_tI07nO3oIOlBn8LuqHXWNvWLnHVtmQeQmTDj9ibNiAV:͠[b}䰍W*׉E @GALERI
MISA RABU ABU
DI GEREJA ST. AMBROSIUS
12 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://5GnQLi7gJXvHYflST9Oqw1SfCNzLy2ABoqrdxrDBTD4`̰ [b{䰍W*׉E7HARI “RABU ABU” DALAM GEREJA
KATOLIK
Herman F. Pangemanan
H
ARI Rabu Abu (Ash Wednesday) biasa
disebut Feria Quarta Cinerum dalam ritus
Latin. Feria berarti ‘hari peringatan’; quarta
= ‘yang keempat’ (hari keempat); cinis/cineris =
‘debu’. Namun tradisi pemberian abu dalam Gereja
telah dipraktikkan jauh lebih awal daripada tradisi
Hari Rabu Abu sendiri.
Tradisi pembubuhan abu di kepala/dahi sebagai
tanda pertobatan mulai ditetapkan secara resmi
oleh Gereja dalam Konsili Nicea tahun 325 (Nicea
kini bagian Turki). Menurut para sejarawan,
pemberian abu sebenarnya praktik umum di
negeri-negeri Messopotamia hingga Israel. Konsili
Nicea mengangkat tradisi itu ke dalam Gereja atas
desakan Kaisar Konstantin Agung (306-337) yang
menawarkan kebijakan sosio-politik menghadapi
kekaisaran Romawi.
Dalam Konsili Nicea, para bapa Gereja menetapkan
pemberian abu menandai hari-hari puasa-pantang
umat yang berlaku selama 40 hari sejak hari biasa
(Senin) sesudah Minggu ke-4 Tahun Baru.
WARTA PAROKI
juga pada anak-anak (bahkan pada non-Katolik
bila mengikuti ibadah Rabu Abu). Tradisi Rabu Abu
yang jatuh pada bulan Februari/Maret dikenang
juga
oleh Gereja-gereja Anglikan, Methodist,
Jadi,
permulaan masa puasa kala itu bukanlah Hari
Rabu, melainkan hari biasa sesudah Minggu ke-4
tahun baru. Rujukan biblisnya ialah pada masa 40
hari Yesus di padang-gurun dengan menjalankan
doa dan puasa (Mat. 4: 1-11; Mrk. 1: 12-13; Luk. 4:
1-13).
Pada tahun 601, Paus Gregorius (kepausan 590-604)
mengubah awal hari puasa itu menjadi Hari Rabu
sesudah minggu ke-4 dari Tahun Baru. Sejak itu,
Rabu Abu dipraktikkan Gereja sebagai permulaan
masa-puasa-pantang, yang terus diwariskan hingga
kini. Paus Gregorius juga menetapkan, masa puasa
(Lenten Season) berlangsung 46 hari, yang terdiri
dari 40 hari biasa sebagai hari puasa-pantang, dan
6 Hari Minggu di dalam kurun waktu itu sebagai
hari non-puasa-pantang. Tradisi ini hingga kini
diikuti oleh Gereja yang menghitung Lenten
Season seluruhnya 46 hari dengan 40 hari biasa
masa puasa-pantang dan 6 Hari Minggunya nonpuasa-pantang.
Alasan teologisnya adalah setiap
Hari Minggu merupakan Perayaan Penebusan
sekaligus hari Kebangkitan Kristus yang karenanya
puasa-pantang ditiadakan 6 hari itu.
Mengikuti Paus Gregorius, Gereja menetapkan Hari
Rabu Abu paling awal jatuh tanggal 4 Februari dan
selambat-lambatnya tanggal 10 Maret. Pemberian
abu tidak terbatas pada orang dewasa, melainkan
Presbyterian, dan Lutheran sebagai awal puasa
gerejani mereka. (Gereja-gereja Ortodoks Timur
menandai pemberian abu bukan pada Hari Rabu,
melainkan pada hari biasa sesudah minggu ke-4
tahun baru).
Pemberian abu pada Rabu Abu hingga abad ke10
ialah dengan menaburkannya berbentuk tanda
salib pada ubun-ubun kaum beriman, termasuk
pada imam dan uskup. Namun sejak abad ke-10,
muncul kebiasaan kaum-wanita mengenakan
penutup kepala dalam perayaan-perayaan gerejani
termasuk Misa. Gereja lalu menyesuaikan diri
dengan menggoreskan abu pada dahi kaum
wanita. Di Abad Pertengahan (Abad ke-12/13),
Gereja mewajibkan kaum klergi menandai kaulkaul
kebiaraan mereka dengan menggundulkan
bagian-tengah-kepala, yang disebut
‘Tonsura’
(lambang tapa-tobat pada tiga kaul: kemiskinan,
kemurnian/selibat, dan ketaatan). Dengan adanya
‘Tonsura’, pemberian abu kepada kaum klergi
dilaksanakan dengan menaburkanya di ‘Tonsura’.
Karena itulah, kaum klergi zaman dulu berkepala
gundul di ubun-ubun karena adanya kewajiban
‘Tonsura’.
Dalam perkembangan, Gereja menyederhanakan
pemberian abu dengan goresan abu bertandasalib
pada dahi kaum wanita maupun pria, tapi
kaum klergi tetap menerimanya di ‘Tonsura’. Oleh
Paus Paulus ke-VI, kewajiban Tonsura kaum klergi
dihapus lewat motu proprio Ministeria Quaedam
pada 15 Augustus 1972. Sejak itu, pemberian abu
kepada kaum klergi dengan membubuhi/mengoles
abu pada dahi sebagaimana kaum beriman lainnya.
Pemberian abu disertai kutiban Kejadian 3: 19b
(‘Sebab engkau debu dan akan kembali menjadi
debu’). Rumusan Latinnya adalah Memento, homo,
quia pulvis es, et in pulverem reverteris: “Ingatlah,
manusia, engkau berasal dari debu dan akan
kembali menjadi debu.” Namun tahun 1969, Gereja
merevisi ritus Romawi dan mengganti/memberi
(alternatif) rumusan penerimaan abu dengan
merujuk Injil Markus 1: 15. Dengan itu, pemberian
abu mendapat rumusan baru: “Bertobat, dan
percayalah pada Injil.” (WAB)
WARTA AMBROSIUS
13
׉	 7cassandra://sD0fcoPFJ704ANeKxrqf4sl04K4N-6HajWxkoMZ1rQU`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://QqpX843IXiHjqCBndEuJAZOkr61Kg_l6JUHMUJUFQVM {`)׉	 7cassandra://lMkwepB0PScrd6n_l6gfB01gTJzRNSB7XOGQFQvDRfoSN`J׉	 7cassandra://KySsnz_jeP2qIVeJ09ZtC1fAsm0W3xrBjszwoay00Jc,`̰ ׉	 7cassandra://bWNu0rSXisUpyXI6yi-VFS8RFxwpgSW8CAtv-NfaoHcx͠[b}䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://5zVh7TLj13zNVpQ28UJxRzGH9mgXbZ0Gutmn0z9dplY 1`)׉	 7cassandra://PeuZPE1wvsk0GDcIG9NC7uEhYLc9K1BU8bmEQrahyhIp`J׉	 7cassandra://OecWwmGrL-Sc_qUuj1yVBbgHig7IPf_qxLifUsvM__M`̰ ׉	 7cassandra://iTTHv3qv6TDx1clFIWGrDGpMM4ANr2duL4Bqq2dgH6k}^͠[b}䰍W*׉EAWARTA PAROKI
PENGAKUAN DOSA DI
LINGKUNGAN
D
i masa Prapaskah 2018 ini umat Paroki
VMM boleh bersyukur karena kedua
Romo kita di tengah jadwalnya yang
sangat padat mau berkunjung langsung
ke seluruh Lingkungan untuk “jemput bola”
memberikan sakramen pertobatan. Pengakuan
dosa menjelang Natal dan Paskah yang selama
ini diadakan di Gereja “hanya” dihadiri sekitar
130-150 orang umat, inilah yang menjadi
pendorong utama DPH menjalankan program ini.
Dalam rangka pengembangan iman umat
Paroki, peran para Pengurus Lingkungan
untuk mensosialisasikan pengakuan dosa di
Lingkungan sangat diharapkan agar umat yang
bisa merasakan rahmat Sakramen Pertobatan
(rahmat dan kekayaan Katolik yang luar biasa)
lebih banyak lagi jumlahnya.
Berandai bila diadakan di Gereja dengan
hadirnya 500 umat diperlukan waktu sekitar
42 jam. Dengan dua Romo yang kita miliki bila
dibagi 3 hari pelayanan memerlukan waktu 7 jam
pelayanan setiap harinya. Setiap penambahan
100 umat perlu tambahan waktu 8.5 jam. Jumlah
500 umat berbanding 6300 umat di Paroki masih
sangat minim. Benar bisa disiasati dengan
14 WARTA AMBROSIUS
menambah Romo tapi kita tahu bahwa mencari
Romo pada Masa Advent dan Pra Paskah
cukup sulit, karena hampir semua Gereja masih
menggunakan pola pengakuan dosa di Gereja.
Dengan adanya pengakuan dosa di Lingkungan
ini, jumlah umat akan mencapai angka yang
fantastis dan tidak akan mampu dicapai bila
diadakan di Gereja.
Pengakuan dosa bisa dilakukan dimana saja
seperti di rumah sakit bagi yang sedang sakit
atau di rumah bagi yang terhalang kondisi
untuk ke ruang pengakuan di Gereja. Semangat
Inkarnatoris Yesus yang turun ke dunia diwujudnyatakan
oleh Romo sebagai gembala yang turun
langsung ke lingkungan menyapa dombanya
melalui pelayanan Sakramen Pertobatan ini.
Pengakuan dosa di seluruh Lingkungan di
Paroki VMM sudah berlangsung sejak tanggal
6 Februari hingga 23 Maret 2018. Mari bersama
kita wujudkan gerakan pengembangan iman di
Paroki VMM dengan mengajak umat membuka
hati dan pikiran serta mendorong umat untuk
menerima rahmat Sakramen Pertobatan agar
kita semua layak merayakan Paskah. (EFF)
׉	 7cassandra://KySsnz_jeP2qIVeJ09ZtC1fAsm0W3xrBjszwoay00Jc,`̰ [b{䰍W*׉ETRADISI IMLEK BAGI ORANG
KATOLIK
(Diedit seperlunya dari tulisan Romo Vikjen, Samuel Pangestu Pr.)
WARTA PAROKI
T
ahun baru Imlek merupakan perayaan
terpenting bagi orang Tionghoa. Perayaan
tahun baru lmlek sejatinya adalah perayaan
untuk menyambut pergantian musim yakni
dari musim dingin menuju ke musim semi. Musim
semi identik dengan kehidupan karena selama
musim dingin hampir semua kehidupan di alam
mati, kini pada musim semi kehidupan itu dimulai
kembali. Dengan merayakan Imlek, maka orang
Tionghoa sejatinya merayakan kehidupan. Mereka
juga pada akhirnya merayakan penghormatan
kepada Sang Pemberi Hidup. Kehidupan baru
selalu dipenuhi dengan sukacita. Kehidupan
baru bagi orang Tionghoa berarti memiliki
pengharapan baru. Pengharapan yang senantiasa
dimohonkan adalah kebahagiaan, kesejahteraan,
rejeki dan kesehatan.
Secara garis besar tradisi yang dilakukan orang
Tionghoa dalam merayakan Imlek antara lain:
1. Membersihkan rumah menjelang perayaan
lmlek.
2. Melakukan ritual sembahyang /berdoa
kepada leluhur pada hari sebelum perayaan
Imlek.
3. Makan malam bersama seluruh keluarga
pada malam menjelang perayaan lmlek, atau
ada pula sebagian orang Tionghoa memilih
melakukan Chia chay atau tidak menyantap
makanan yang berjiwa (daging dll), yaitu
suatu cara membersihkan diri dalam rangka
menyambut tahun baru lmlek .
4. Bersembahyang di Klenteng /Vihara pada
pagi hari perayaan Imlek.
5. Setelah beribadah, mereka tak lupa berbagi
angpao atau sedekah kepada orang miskin/
papa yang datang ke Klenteng/Vihara
tersebut.
6. Pada hari kedua Tahun baru Imlek biasanya
mereka mengunjungi sanak-saudara,
sahabat, handai taulan dan tetangga terdekat.
Merayakan Imlek sebagai Orang Katolik
Perayaan Imlek memiliki makna yang mendalam
yakni sebuah perayaan akan kehidupan yang
mencerminkan keagungan Allah sang Pencipta,
dan keluhuran hidup serta martabat manusia dan
alam ciptaan. Kita merayakan tahun baru Imlek
dalam terang iman Gereja Katolik.
Sebelum merayakan Imlek, orang Tionghoa
melakukan ritual pembersihan rumah, agar
rumah menjadi bersih sehingga nyaman untuk
berkumpul bersama keluarga.
Praktek ini
hendaknya diberi makna lebih dalam oleh umat
Kristiani yakni tidak hanya sekedar agar rumah
nyaman untuk didiami namun juga nyaman
untuk menjadi tempat kediaman Allah. Tempat
kediaman yang nyaman bagi Allah di sini adalah
batin manusia. Hal praktis yang dapat dilakukan
adalah berdoa bersama keluarga untuk mengucap
syukur atas pemeliharaan Tuhan sepanjang tahun,
dilanjutkan pemercikan rumah dengan air suci
yang dapat dilakukan oleh bapak keluarga (atau
imam untuk pemberkatan rumah).
Keluarga Tionghoa mengungkapkan kegembiraannya
dengan berkumpul bersama keluarga untuk makan
bersama. Alangkah baiknya sebagai orang Katolik
perayaan makan bersama ini diawali dengan doa
dan mendengarkan Sabda Tuhan.
Terlebih lagi pada hari pertama tahun yang baru,
kita datang dan memohon kepada Allah agar
menyertai kehidupan sepanjang tahun yang baru
ini dalam perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi
menjadi puncak perayaan kegembiraan dan
syukur atas tahun baru Imlek.
yang sangat indah dimana manusia menyandarkan
hidup mereka hanya kepada Allah.
Tradisi pay chia dan angpao hal
itu masih
dapat dilakukan. Pay chia menunjukkan tanda
hormat bakti anak kepada orang tua. Maka pay
chia dapat dilakukan dan sangat sesuai dengan
ajaran Kristiani. Tradisi memberikan hongbao
pun dapat dijalankan oleh orang Tionghoa yang
telah percaya kepada Kristus. Prinsip hongbao
adalah berbagi kebahagiaan dan rejeki. Oleh
karena itu yang perlu ditanamkan adalah bukan
besarnya uang yang diberikan, melainkan
ketulusan hati untuk memberi kebahagiaan
dan berbagi. Alangkah baiknya di dalam angpao
tersebut juga orang tua memberikan selipan ayatayat
Kitab Suci sehingga dapat menjadi bekal
rohani bagi anak-anak mereka. Setelah berbagi
hongbao di antara keluarga, sudah selayaknya
kita juga berbagi kebahagiaan dan rejeki kepada
sesama yang miskin dan menderita atau yang
membutuhkan. (EFF)
WARTA AMBROSIUS
15
Inilah ungkapan
׉	 7cassandra://OecWwmGrL-Sc_qUuj1yVBbgHig7IPf_qxLifUsvM__M`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://JC-u0T_Q_ZMKI0t1Ltu9-xvKW79n8g2QkBLA7MhCFKM `)׉	 7cassandra://BoVnB3SZdKEVmgvvrnZo1TXXp9SAk-9wkS1AjjqI3Q4v`J׉	 7cassandra://WmGAvmWzWiYhGlgrO8TKjOYiFubQgsCRkOtjniLqg5I(`̰ ׉	 7cassandra://Y6p9w2zpE03nflNtHYcq2pIFm4lxBBC8ZXCVSi2UzR8 \͠[b~䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://G_I-x4rLOObVMBCLi8zoCKDvARyl58InAaMA28WT62M K`)׉	 7cassandra://0Dytdme1aqSTmVLK8bSk2vIJMSlg4hyJYceVyzqb9Zod`J׉	 7cassandra://gDzXXl9AWVpadYPhx_lzUot_CI3PmDnG9o_W0K7KyFs!`̰ ׉	 7cassandra://yxuWdMlByxqxp6VNapXezGq_rh30Op0Ic6DMOtWrmSMͿ),͠[b~䰍W*׉EANEKA WARTA
LINGKUNGAN
Lingkungan St. Gisella:
SENYUM SUKA CITA
MENGAWALI TAHUN 2018
S
aat langit mendung di Sabtu sore
tanggal 27 Januari 2018, Lingkungan
St. Gisella mengawali tahun baru
2018 dengan doa bersama di salah
satu rumah warga. Tujuan acara tersebut
adalah untuk mempererat persaudaraan dan
berkumpul kembali setelah liburan panjang
akhir tahun. Setelah doa bersama selesai,
Ketua Lingkungan menyampaikan laporan
kegiatan dan laporan keuangan tahun lalu.
Selain itu, disampaikan juga perkembangan
jumlah KK dari 42 KK menjadi 49 KK sampai
dengan akhir tahun 2017.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan games/
permainan. Walaupun hujan mulai turun namun
warga sangat antusias mengikuti permainan
tersebut terutama para lansia dan anak-anak.
Kategori permainan dibuat menjadi 3 yaitu
untuk kelompok lansia, kelompok dewasa
dan anak-anak. Permainan lansia antara lain:
Joget Poco-Poco dan menyanyikan lagu Kita
Bhinneka Kita Indonesia. Permainan dewasa
adalah dansa pasangan dan permainan kata.
Untuk permainan anak ada Baby Shark Dance,
Menyanyi dan Pukul Pinata. Acara diakhiri
dengan foto bersama seluruh warga dihiasi
dengan kembang api.
Puji Tuhan, acara yang berlangsung sederhana
ini dapat membawa senyum suka cita
ditengah-tengah warga yang hadir. (eSHa)
16 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://WmGAvmWzWiYhGlgrO8TKjOYiFubQgsCRkOtjniLqg5I(`̰ [b{䰍W*׉E^Lingkungan St. Leonardus Porto de Mauritio:
MAKAN BERSAMA MENYATUKAN
UMAT
ANEKA WARTA
LINGKUNGAN
B
agi umat Katolik tahun 2018 ini adalah
Tahun Persatuan, hendaknya kita berusaha
mewujudkannya dalam berbagai tindakan.
Umat di Lingkungan Leonardus merasa
perlu untuk lebih meningkatkan rasa persatuan
dan kebersamaan di Lingkungan.
Bermula dari kerinduan kami, mengenang
masa-masa dimana setiap kali acara Lingkungan
dihadiri oleh banyak umat mulai dari anak-anak
hingga lansia. Namun akhir-akhir ini kesempatan
bertemu santai mulai jarang dilakukan. Tidak
bisa dipungkiri karena banyak sebab, ada yang
harus lembur di kantor, ada yang harus mengurus
keluarga yang sakit, dan lain-lain. Lewat chat di
group wa, akhirnya tercetus usulan untuk makan
siang bersama, pada hari libur kerja.
Akhirnya pada hari Minggu 20 Januari 2018, tepat
pada jam makan siang, beberapa teman datang
ke rumah dengan membawa macam-macam
menu untuk melengkapi menu yang sudah saya
sediakan. Ada yg membawa sambal, ikan asin,
sayur asem, baso goreng, tempe goreng dan
es buah. Lengkap sudah, menu sederhana yg
membangkitkan selera makan kami. Belum lagi
acara dimulai, sudah terjadi kehebohan saling
mencicipi makanan.
Acara dibuka dengan doa makan, kemudian wah..
bisa dibayangkan lezatnya menu diatas. Meski
yang hadir hari itu hanya delapan orang, tapi
keseruan dan ramainya seperti ada puluhan orang.
Sambil makan kamipun ngobrol ringan membahas
masalah di Lingkungan dan memberikan beberapa
usulan kepada Ibu Kaling.
Kami merasa terhibur dan lebih akrab dengan
adanya acara santai seperti ini dan berencana
mengadakannya secara berkala untuk mempererat
rasa persaudaraan antar umat. Kami berharap
akan lebih banyak lagi umat yang hadir pada
kesempatan selanjutnya. Semoga rasa persatuan
di Lingkungan dapat senantiasa terpelihara
dengan lebih banyak kesempatan bertemu.
(Daisy Veronica)
WARTA AMBROSIUS
17
׉	 7cassandra://gDzXXl9AWVpadYPhx_lzUot_CI3PmDnG9o_W0K7KyFs!`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://BOQgOzwkeQWC9NjDzM3qPLQ-L-bunRedbEPJmAWeNUo g`)׉	 7cassandra://r6nEzCHe089jM-YfZUPhuKD59Vcftsxdchz5aOHvg28s `J׉	 7cassandra://9aIxMAuNrjW0P9rxoOtqlmUo6q9U6zydhI5sriZUqtw$`̰ ׉	 7cassandra://DnIq5ljm4KrWPMFQt7MFKfrAE7tcojv0AvNT482j4tY 9,8͠[b~䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://-9fadD6M56x9kbt71Cpwd-OWlS7fvU_-XbeHwgCXVtc pt`)׉	 7cassandra://BJN-O-nIDCFLvBKLKB-o7_qnyTvUj0C1H07RD46XD4Yr`J׉	 7cassandra://5ycljkvZDbyWdhpiArn5J4V0BABcb5y1ACMLq65U0YM"`̰ ׉	 7cassandra://uOP2rho_sGBrchl5M3d8LSRVL53kAHZC1OOa7k2YLQk &#(͠[b~䰍W*׉EANEKA WARTA
LINGKUNGAN
S
Baksos Emmaus Journey
MERAWAT RUMAH ALLAH DENGAN
KASIH
ebagai wujud nyata dari pembelajaran
buku II “Perjalanan Menuju Hidup
Berbuah”, Kelompok Spiritualitas Kitab
Suci Emmaus Journey Angkatan 17
Paroki Villa Melati Mas, mengadakan Bakti
Sosial (Baksos) di Gereja Santo Ambrosius
dengan tema: Merawat Rumah Allah dengan
Kasih (Gal 5:22). Perlengkapan kerja seperti:
ember, alat pel, sapu, sikat, kain lap, dan
sebagainya hingga konsumsi, dikumpulkan dari
kemurahan hati para peserta dan Fasilitator.
Rencananya setelah selesai baksos, semua
perlengkapan kerja tersebut juga akan
disumbangkan untuk Gereja.
Pada hari Sabtu pagi, tanggal 3 Februari 2018,
sekitar 74 peserta dan Fasilitator EJ berkumpul
di Gereja. Karena cuaca hujan, acara baru bisa
dimulai pada pukul 08.00. Kami mengawali
acara dengan menyanyikan lagu Mars EJ dan
doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan
lagu Jangan Lelah dengan lirik yang sudah
diubah sesuai dengan kegiatan baksos kami:
Bersihkan debu yang melekat, bersihkan lantai
yang berbercak, bersihkan bangku umat,
bersihkan platarannya....
Peserta dibegi dalam beberapa kelompok
yang masing-masing mendapat tugas di area
tertentu: Altar, tempat duduk koor, bangku
dan lorong dalam gereja, balkon, selasar, drop
off, tangga gereja, bangku-bangku plastik,
dan taman. Dilandasi rasa memiliki dan
kecintaan pada Rumah Allah, dengan semangat
berkobar-kobar dan suasana kerja yang penuh
kekeluargaan, maka lelahpun tidak dirasakan.
Setelah bahu membahu bekerja, maka pukul
11.30 WIB semua pekerjaan telah diselesaikan
dengan baik dan dilanjutkan dengan makan
siang bersama berupa nasi kotak.
Ada kepuasan tersendiri melihat Rumah Allah
yang sudah bersih dan rapi. Rasanya menjadi
suatu kerinduan untuk bisa melihatnya seperti
ini setiap hari. Sebagai umat yang bertanggung
jawab dan mempunyai rasa memiliki, mari
kita terlibat aktif untuk ambil bagian dalam
merawat Rumah Allah, Gereja kita, Santo
Ambrosius dengan penuh kasih, sehingga
menjadi tempat yang sungguh layak bagi-Nya.
(Panitia Baksos EJ)
18 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://9aIxMAuNrjW0P9rxoOtqlmUo6q9U6zydhI5sriZUqtw$`̰ [b{䰍W*׉E^Kelompok Senior Melania (KESMEL)
USIA LANJUT YANG BERAHMAT
DAN BERDAYA PIKAT
B
erawal
dari
8
orang Opa dan Oma
di Lingkungan St. Melania yang
menginginkan pertemuan untuk sekedar
mwwengobrol, akhirnya terbentuklah
kelompok Lansia di tahun 2014 yang kemudian
disebut sebagai Kelompok Senior Melania
(KESMEL).
Pada tahun 2017 bergabunglah beberapa Opa
& Oma dari Lingkungan lain hingga berjumlah
13 orang. Suasana bertambah semangat dan
akrab. Pertemuan diadakan sebulan sekali
pada hari Senin pertama, pukul 10.00 di
rumah Opa & Oma secara bergantian. Opa &
Oma mengikuti pertemuan dengan sukacita,
seperti yang dikatakan oleh Oma Lucia,
“Menurut saya KESMEL merupakan kegiatan
yang sangat menyenangkan karena kita bisa
bertemu walau hanya sebulan sekali, karena ada
renungan dari Bu Lies, cerita dari Pak Benny dan
juga dari Bapak dan Ibu yang lain; dilanjutkan
dengan makan bersama. Apalagi sekarang
jumlah peserta bertambah dari Lingkungan lain
yang ikut bergabung. Pokoknya seru deh dan
ANEKA WARTA
LINGKUNGAN
& Oma jadi tahu bahwa HOSS ditetapkan oleh
Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992 dan
mulai dirayakan pada 11 Februari 1993; setahun
setelah Bapa Suci didiagnosa
menderita
penyakit parkinson di awal tahun 1991. Hari itu
dibaktikan sebagai “Hari Khusus” untuk berdoa
dan berbagi. Pesta Santa Perawan Maria dari
Lourdes dipilih menjadi HOSS karena banyak
pejiarah yang disembuhkan. Melalui “Hari
Orang Sakit Sedunia”, Opa & Oma diajak untuk
merenungkan makna penderitaan manusia,
serta menghormati semua orang yang berkarya
dalam bidang kesehatan.
Dari pertemuan rutin tersebut para Lansia
memperoleh
banyak
manfaat.
Opa
Lioe
mengatakan, “Di KESMEL dapat kenal lebih
banyak teman baru dan juga mendapat
berbagai pengalaman tentang Gereja.” Opa Tan
menambahkan, “Selama mengikuti Paguyuban
Lansia KESMEL, saya merasakan banyak manfaat
yang bisa diperoleh dengan bergabung bersama
saudara seiman. Kami saling beramah-tamah
dan curhat satu sama lain mengenai masalah
saya menyukainya sehingga saya tidak pernah
melewatkan pertemuan itu “.
Kegiatannya santai dan tidak terikat, yang
pasti diisi dengan doa bersama, renungan,
sharing, diselingi dengan obrolan ringan dan
bercanda. Seperti pada pertemuan di bulan
Februari ini yang mengambil tema: “Hari Orang
Sakit Sedunia”. Para Lansia membahas sejak
kapan dan apa alasan Gereja menetapkan Hari
Orang Sakit Sedunia (HOSS). Mengapa dipilih
tanggal 11 Februari. Dari pertemuan ini, Opa
kesehatan, kesunyian hidup di usia senja dan
pengalaman-pengalaman lainnya.”
Meskipun usia telah senja dan badan telah
melemah, namun semangat Opa & Oma terus
berkobar untuk semakin beriman, penuh
pengharapan dan menyebarkan kasih kepada
sesama. “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi
meskipun manusia lahiriah kami semakin
merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui
dari sehari ke sehari” (2 Kor 4:16). (Lies/Yas)
WARTA AMBROSIUS
19
׉	 7cassandra://5ycljkvZDbyWdhpiArn5J4V0BABcb5y1ACMLq65U0YM"`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://VAdfazzNkgI_FtIg1ZuCUpRfUHfsiNXvpRnHN367L48 6`)׉	 7cassandra://jgxlFA_1NkOVcbQP3AF8t0tJTtBPFhzt1fSH_XQ5fKcp`J׉	 7cassandra://3tUqJpBF7vAO3LWL3tcrGVLbozVGpIr4nvHp4qLrLlc#d`̰ ׉	 7cassandra://lG5MmbJInc2FtAE-zwKPR6XYekWKV9VOG3w1YUvz-ToB͠[b~䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://rdSbagO7KTvDV4KshQrYT0xqGyFYq37ihU3SG1ihYAc `)׉	 7cassandra://i2HPbZ82ShTtzeA16lKbPatRy6pi5DJUyvsmOHiy668V'`J׉	 7cassandra://Nn7ZgAtbSvvDwp82yZ9GBJs9fbwD526i2ip8e7T5eTI K`̰ ׉	 7cassandra://bHssPrruSQBuUQHh_MrlPls-5juliunH46ulwtUYK8k~͠[b~䰍W*נ[b~䰍W*Á qH9ׁHhttp://M.RuׁׁЈ׉E	ANEKA WARTA
LINGKUNGAN
Lingkungan St. Angela :
PESTA NAMA LINGKUNGAN
T
ak terasa Lingkungan Santa Angela
sudah menginjak usia ke 26 tahun pada
27 Januari 2018. Kami merayakannya
pada hari Jumat 26 Januari 2018 di SR
22/18 dengan dihadiri oleh +/- 60 umat. Acara
Pesta Nama diisi dengan paduan suara BIA dan
Lansia Lingkungan. Para tamu yang hadir pun ikut
meramaikan suasana dengan bernyanyi sambil
berjoget. Ada juga teka teki sejarah Lingkungan
Santa Angela dengan tujuan untuk mengingatkan
kembali umat akan sejarah Lingkungannya.
Sedikit cerita mengenai sejarah Lingkungan:
Lingkungan Santa Angela merupakan pemekaran
dari Lingkungan Santa Yovita. Tahun 1991 –
1992, Lingkungan Santa Yovita terbagi menjadi
2 lingkungan yaitu Santa Yovita 1 dan Santa
Yovita 2. Lingkungan Santa Yovita 2 inilah yang
kemudian berubah namanya menjadi Santa
Angela.
Dalam perjalanannya selama 26 tahun,
Lingkungan kami mengalami pasang surut, jatuh
bangun dan bangkit kembali dengan “program
dua-dua”-nya Romo Yosef Natalis Kurnianto, Pr
yang juga memimpin Misa Syukur Pesta Nama
ini (Terimakasih Romo Nat). Dalam homilinya,
Romo Nat mengingatkan bahwa setiap umat
perlu meneladani sikap Santa Angela terutama
dalam hal tekun menuntut ilmu dan menjunjung
nila-nilai kependidikan dan juga motto Santa
Angela: Serviam (aku mau melayani). Diharapkan
umat juga bersukacita melayani Lingkungan dan
Gereja.
Setelah Misa selesai, acara dilanjutkan dengan
pemberian patung Santa Angela yang telah
20 WARTA AMBROSIUS
diberkati oleh Romo, untuk diserahkan oleh Ketua
Lingkungan saat ini Bpk Octavianus Syamsudin
Zen kepada pada Ketua Lingkungan sebelumnya
yaitu: Bpk Jose Widyarsa (Ketua Lingkungan
Yovita 2 dulu), Bpk Dharma Nursalim (Ketua
Lingkungan Santa Angela pertama) dan para
Ketua Lingkungan selanjutnya Bpk Arnoldus
M.Ruddy Harjanto, Bpk Alex V. E. Pareira, Ibu
Yosefa Lina Suharsono, Alm. Bpk Andreas Husin
Selamet, Bpk Leonardus Sarwoto, Bpk Johanes
Harijanto Thany, Bpk Paulus Bingrianto, Ibu
Angelina Erni Chandra dan Alm. Bpk Stefanus
Wiwie S.
Acara kebersamaan ini ditutup dengan foto
bersama, ramah tamah dan makan malam.
Makanan yang tersedia, dihidangkan dari dan
oleh umat Lingkungan sendiri. Rasanya seperti
menyantap hidangan di rumah sendiri. Terima
kasih Tuhan atas berkat-Mu untuk Lingkungan
kami. (Jeanne Liu)
׉	 7cassandra://3tUqJpBF7vAO3LWL3tcrGVLbozVGpIr4nvHp4qLrLlc#d`̰ [b{䰍W*׉EWARTA AMBROSIUS
21
׉	 7cassandra://Nn7ZgAtbSvvDwp82yZ9GBJs9fbwD526i2ip8e7T5eTI K`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://AuXIbjQ-Td6bUum3jRIrvFYFDVxuh_vjO_Uvxh2o7Xs `)׉	 7cassandra://8qlmNilBqU3gAQpRnfll7nhbdChqipoZszqb5tgalD8k0`J׉	 7cassandra://V8qoijgE06uW1A9-P0TDofTeVqCQVeR-YaSMky8mLZE"`̰ ׉	 7cassandra://tnrepydJqj4poRcsNmwz3peobA8JD88VSe-HOUJzvis |X͠[b~䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://tNR4DsR6o9SfvwLDTqfRCJG6t_pqQhp1G8hTZUEJa7c `)׉	 7cassandra://0t6frUiSq_0WHSEPjKXXjPlafcKFN0WOvXGb5Q0Dhooo`J׉	 7cassandra://gANj-t9L-IdT8j2kNlp5JtvwQlddmCmjPgds_dafnKM-j` ̰ ׉	 7cassandra://xVYxP2F3PDqxv1itmG0VoASMp4ZHmvZMBlxHfZurA4s ͠[b䰍W*׉E0 ai Sn
srsa veus
"area begiu bear h Aah aan dunia ini, sehingga Ia teah mengauniaan
AnakNya yang tunggal, supaya sap og yg percaya kepada-Nya
tiak bia, meaian beoleh hidup yang eal" Yoanes 3: 16
Adik- adik terkasih
selamat memasuki masa
prapaskah.!!
Ambro mengajak kalian untuk
mengisi masa Pra Paskah ini
dengan dengan kegiatan -
kegiatan yang dapat mempersiapkan
hati kita untuk menyambut
karya Agung Tuhan lewat
pengorbananNya di kayu salib.
Adik-adik dapat mengisi setiap kotak
di kalender prapaskah ini dengan
mewarnai gambar dan kotaknya, serta
menuliskan kegiatan yg dilakukan.
di kolom yang bergambar ikan,
kalian juga dapat menuliskan
niat pantang kalian .
Setelah itu
kirimkan hasil karya
kalian ke: Sekretariat Paroki
Batas pengiriman sampai
dengan tangal: 20 Maret 2018.
Karya Terbaik akan diumumkan dan
dimuat di Warta Ambro Bulanan
edisi 13. bulan Maret 2018
Selamat mempersiapkan
Paskah yaa :)
22 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://V8qoijgE06uW1A9-P0TDofTeVqCQVeR-YaSMky8mLZE"`̰ [b{䰍W*׉EWARTA AMBROSIUS
23
׉	 7cassandra://gANj-t9L-IdT8j2kNlp5JtvwQlddmCmjPgds_dafnKM-j` ̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://BXY1TAZDja2U6Vh-DlVhBb1Ga7dDYA81xz8iY04IjZs `)׉	 7cassandra://FQNK8zx7Y7UogoOFyYqGolHJKykx-llc7aeedFQRbHM]`J׉	 7cassandra://Mi4mtSSF8W_cCXKuWptouTne2vzi8aglFerrf2AEFnc"`̰ ׉	 7cassandra://wxAXeOHZFzLjZCaLkJcl3aITPl_QzZ5ZGIRAhpQdcpo `͠[b䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://Lg9VOoPAh8p1rEbMlXqG2BAn-m70HS4b_ZtyfYoqItc Ui`)׉	 7cassandra://PfN00gO19vHA6ya5V7oJAxgehmaDKTc_IZdqgDFRT7c^`J׉	 7cassandra://tHOVKUfMGa36d9kvZyd7aF8h87N7rHT39712yIlOIfc `̰ ׉	 7cassandra://1b975AJthJVsR35xEe8eumoEw6bL6ahDyDKwhtefG4E @͠[b䰍W*׉E24 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://Mi4mtSSF8W_cCXKuWptouTne2vzi8aglFerrf2AEFnc"`̰ [b{䰍W*׉EWARTA AMBROSIUS
25
׉	 7cassandra://tHOVKUfMGa36d9kvZyd7aF8h87N7rHT39712yIlOIfc `̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://iKC-AbL17v-s5PVeZMGIDJ1Zn8QiRXea9NTbCPY_gSk J`)׉	 7cassandra://uKQ3b9WgHaCeAkpCIIqXCcwiHy1IUmgKxmpIWJWzjXAQ`J׉	 7cassandra://6-ArCNAciUGj0llwwi2DMbeTzmHFbqQuPryR8Gt2Fk0 ?`̰ ׉	 7cassandra://BYn2ojquQbpFXTBUKVfRv6XGYVlCs7kCK26yzTjjdzw͠[b䰍W*ט  u׉׉	 7cassandra://9xHvnYD6PO2l4xZy2nfzUEOW5kGJRYRUSjJZJcr5SIg &`)׉	 7cassandra://gsLRIPpkB0wBXdtqNA9fXOOcpIf4ZIi4575RheFaD7Ue`J׉	 7cassandra://dnStm55GZxsQDn-Zg-UYd5Zcy1CAJaNf4eSCz2NSCTQ#`̰ ׉	 7cassandra://QAL7hW-jk5rM0Vg1GbJ2-O9cjoFoAq-Np0O5hpaQ8fEd͠[b䰍W*׉E26 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://6-ArCNAciUGj0llwwi2DMbeTzmHFbqQuPryR8Gt2Fk0 ?`̰ [b{䰍W*׉ELOGO PAROKI
Setelah melalui seleksi dari semua karya yang masuk, selanjutnya Tim Juri Lomba
Desain Logo Paroki Villa Melati Mas GEREJA SANTO AMBROSIUS memutuskan
Logo dengan Tema Santo Ambrosius menjadi pemenang dan sekaligus ditetapkan
sebagai Logo resmi Paroki Villa Melati Mas.
Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi
dan mengikut-sertakan hasil karyanya dalam Lomba logo Paroki. Semoga Logo
baru selalu memberi tanda semangat bagi Paroki St. Ambrosius. (WAB)
Maria Elisabeth Lucynda
Lingkungan St. Agustinus
Juara Favorit
Ambrosius Puguh Hartanto
Lingkungan St. Leonardus
Juara I
PEMASANGAN
PAPAN NAMA BARU
Penambahan dan Perubahan
Jadwal Misa Kudus di Gereja
St. Ambrosius mulai tanggal
24 Februari 2018
Tepat setahun sudah kita menjadi
Paroki, dan kini kita sudah memiliki
dua Romo yang akan melayani jadwal
misa pada hari Sabtu dan Minggu.
Tentunya
dengan
bertambahnya
jadwal misa tersebut, pelayanan
kepada umat Paroki akan lebih baik.
Namun tentu saja konsekuensinya
jadwal tugas Lingkungan, Petugas
Liturgi dan Tim Bidang lainnya akan
semakin padat.
Yang pasti Gereja
kita
akan semakin hidup dengan
berbagai kegiatan di Paroki. (WAB)
WARTA AMBROSIUS
27
INFO
׉	 7cassandra://dnStm55GZxsQDn-Zg-UYd5Zcy1CAJaNf4eSCz2NSCTQ#`̰ [b{䰍W*[b{䰍W*בCט   u׉׉	 7cassandra://ZTDNxJn9RPgfgu6VCuZaR3rvJiqFna5u40swFUBmiLg @(`)׉	 7cassandra://HvoNh05AWoU-zZi9W2b1sP47-kXDxibzLYeLYsRQEt0bA`J׉	 7cassandra://20d1JHRWLsm0HhkROfvFB6YfAazbcotauEvLLXRkeK4u`̰ ׉	 7cassandra://P3hhzeggP7w-6klcuX86002rdoO4FJojzzRHMwqM2XM͕G̸͠[b䰍W*͒נ[b䰍W*Ё k̨9ׁH #mailto:wartaambrosius2017@gmail.comׁׁЈנ[b䰍W*ρ G-9ׁHhttp://A.ArׁׁЈ׉EAGENDA KARYA PELAYANAN
Bidang Pewartaan
• Pemesanan Buku Proil Paroki dapat menghubungi Tim Komsos melalui ibu Tanti di 0811-802-205.
Harga: minimal Rp.200.000/eksemplar, selebihnya akan disalurkan untuk Dana Solidaritas Pembangunan
Fasilitas Devosional Gereja.
• Pendaftaran siswa/i PERSINK Tahun Pelajaran 2018-2019 tingkat SD, SMP dan SMA dapat di depan pintu
Gereja setelah misa hari Minggu pagi.
• Pertemuan rutin siswa PERSINK bulan Februari 2018 diadakan pada hari Minggu, 25 Februari 2018 pukul
10.00 -11.30 WIB di Aula gereja St. Ambrosius.
Bidang Peribadatan
• Jalan Salib III dilanjutkan dengan Misa Jumat Pertama akan diadakan pada hari Jumat tanggal 2 Maret
2018 pukul 19.00 WIB. Seluruh umat diundang hadir.
• Perubahan jadwal Misa Harian dari pukul 05.45 menjadi pukul 06.00 WIB dimulai pada hari Senin, 26
Februari 2018.
• Dalam rangka membangun semangat kaderisasi para pelayan Pastoral Paroki, Sub Tim Bidang Prodiakon
membuka penerimaan calon Prodiakon. Mohon partisipasi dan kerjasama para Ketua Lingkungan untuk
mengusulkan umat Lingkungan sebagai calon Prodiakon. Surat pemberitahuan dan formulir dapat diambil
di kotak Lingkungan masing-masing.
Bidang PTIK
• Program Gemati: Amplop Gemati periode Februari 2018 dapat dikumpulkan pada misa 25 Februari 2018
pukul 08.00 dan 17.00 WIB.
JADWAL SAKRAMEN TOBAT DI LINGKUNGAN
Senin
Hari
Tanggal
26 Februari 2018
Selasa 27 Februari 2018
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
28 Februari 2018
1 Maret 2018
2 Maret 2018
3 Maret 2018
Jam Koor
Lingkungan
Lingk. St. Maria de Fatima
Paguyuban Lansia blok G, Lingk. St. Kristoforus dan Lingk. St. Gervasius
Lingk. St. Anna
Lingk. St. Lusia dan Lingk. St. Skolastika
Lingk. St. Theresia Lisieux
Paguyuban Lansia blok M dan Lingk. St. Regina
SABTU, MINGGU (3, 4 MARET 2018) – HARI MINGGU PRAPASKAH III
Penata Parkir
Penata Umat
3 Mar
17:00
4 Mar
08:00
4 Mar
17:00
Lingk. St. Yulius
(Wil.1)
Lingk. St.
Leonardus (Wil.7)
Lingk.
St. Matius (Wil.8)
Lingk. St. Maria De
Fatima (Wil.7)
Lingk.
St. Lucia (Wil.6)
Lingk. St. Ansgarius
(Wil.10)
Lingk.
St. Kornelius (Wil.10)
Lingk.
St. Felisitas (Wil.9)
Lingk. St. Gregorius
Agung (Wil.1)
Pelayanan Pastoral Gereja Santo Ambrosius – Paroki Villa Melati Mas
Jadwal Misa
Senin – Sabtu
Sabtu
: pukul 06.00
: pukul 17.00
Minggu
Jumat Pertama
WARTA AMBROSIUS
: pukul 08.00 dan 17.00
: pukul 19.30
Penata Altar Komentator Lektor
Evy
Lingk. St. Regina
(Wil.6)
Rini
Ellen
Lanny & Devina
Maria & Ticha
Yulia & Rawati
Pemazmur
Evelyn
Petrus
Titiek
Pemasangan iklan di Warta
Ambrosius dapat menghubungi
Tanti Selamet 0811-802-205
PENERBIT: Komsos Paroki Villa Melati Mas. PELINDUNG: Romo Yosef Natalis Kurnianto, Pr. PENANGGUNG JAWAB: Wakil Ketua II Dewan Paroki
Harian Gereja St. Ambrosius, Aurelius Effendy, DPH Bidang Pewartaan: Stefanus Kasim Syarifudin, Eren Twin Santoso. PIMPINAN REDAKSI:
Ketua Tim Komsos Gereja St. Ambrosius, Andreas Tomson Djaja Burhan. REDAKTUR PELAKSANA: Hetty Atmadja. DEWAN REDAKSI:
Aurelius Effendy, Stefanus Kasim Syarifudin, Eren Twin Santoso, Antonius Haris, Hetty Atmadja, Puguh Hartanto, Eugenia Gina. EDITOR:
Bambang Triono SW. LAYOUT DESIGN:
Gavin Pareira,
Irenne,
Puguh Hartanto,
Bambang Triono
RENUNGAN: Angelika Susanti,
SW. KONTRIBUTOR: Irenne,
Clarentia Budiawan, Mika, Ticha, Elkan, Jonathan, Nita, Rangga, A.Ardian Ardi, Enung Martina, Hans Surjono, Nina Agustina, Julius
Saviordi, Elisabeth Repelita K., Felicia Julianty Pribadi. KOORD.
. REDAKTUR FOTO: Antonius Haris.
FOTOGRAFER: Charles, Franz, Rudy Hariyanto, Yusak Yahya, Bistok, Tommy M, Erichsen, Laurensius Felise, Dandy Rosella, Jefri
Lianto, Nathan, Gavin Pareira, Ines, Goldan. IKLAN & MARKETING: Tanti Selamet, Catharina Nancy. WEB: Julius Saviordi, Peter Gozal.
MULTIMEDIA: Aloysius Wihartana, Martinus Widjajanto, Hendrik FC, Yos Hartono W, Prayoga. PERCETAKAN: PT. Mitramapan Cemerlang.
Redaksi menerima partisipasi umat berupa artikel, berita, atau lainnya. Tulisan dapat dikirimkan ke alamat email: wartaambrosius2017@gmail.com
28 WARTA AMBROSIUS
׉	 7cassandra://20d1JHRWLsm0HhkROfvFB6YfAazbcotauEvLLXRkeK4u`̰ [b{䰍W*׈E[b{䰍W*[b{䰍W*, 'Warta Ambrosius Bulanan [Februari 2018]Edisi 12
Terbit Februari 2018[bd{aH